Bukan Istri Penganti

Bukan Istri Penganti
penolakan Luna


__ADS_3

"ada apa? jika kamu ingin marah-marah Jangan sekarang. Saya harus segera pergi interview kerja. Bukannya kamu sendiri yang bilang tidak ingin menafkahi diriku. Jadi tidak ada larangan buat kamu untuk melarangku" ucap Luna.


" Saya tidak akan melarang melarang dirimu. jangan terlalu percaya diri kamu"


" terus ini apa? Kenapa dirimu menghentikan langkahku jika tidak ada yang ingin dirimu ucapkan"


" jangan kepedean wanita murahan.tujuanku menghentikan dirimu hanya ingin menyuruhmu untuk membuatkan aku makanan. Bukan untuk yang lainnya" jelas Dion tanpa basa-basi.


Luna mengurutkan alisnya. dia bingung maksud dari Dion. di depannya sudah ada makanan yang tersaji terus untuk apa menyuruh dirinya untuk masak lagi. Bukannya kemarin dirinya sendiri yang bilang masakanku tidaklah enak. Terus kenapa dia menyuruhku masak lagi. Kenapa cepat sekali dia berubah perilakunya.


" Kenapa harus masak lagi. di hadapanmu kan sudah ada makanan. lagi pula bukannya kemarin kamu bilang kalau masakanku itu tidaklah enak sekali? terus kenapa sekarang menyuruhku masak jika ujung-ujungnya akan menghina masakanku lagi" bantah Luna Tak habis pikir dengan pikiran Dion.

__ADS_1


semalam saja menghina. sekarang ingin dimasakin lagi. dasar lelaki plin plan dan tidak punya pendirian.


" bukan urusan kamu! sekarang lakukan perintahku. jangan banyak membantah" perintah Dion bingung dengan dirinya sendiri. Kenapa memakan masakan Luna tidak seperti biasa dirinya memakan masakan para pembantunya.


" tidak.. aku tidak punya waktu untuk memasak buat dirimu. Jadi silakan makan saja makanan yang sudah disajikan yang ada di hadapan mu saja. Permisi....." jawab Luna.


saat Luna Beranjak Pergi. Dian kembali berteriak-teriak kali ini lebih keras dari yang sebelumnya.


" Saya tidak mau uangmu sepeserpun. aku tidak sudi memakan uangmu. Lebih baik aku bekerja dengan gaji yang pas-pasan daripada harus memasak untuk laki-laki kasar dan Arogan seperti dirimu" balas Luna berani tanpa ragu.


" wanita murahan seperti dirimu patut di hancungi jempol. ucapanmu sangatlah indah didengar. mungkin saja jika kalau bukan aku orangnya pasti banyak orang-orang mengira kalau kamu perempuan yang sangat baik" hinaan Dion memandang rendah Luna.

__ADS_1


" Terserah kamu mau menghina aku seperti apapun aku tidak peduli. Aku tidak akan melarang dirimu menghinaku karena itu hak kamu ! Assalamualaikum" salam Luna meninggalkan Dion.


Dion yang masih belum puas menghina luna.dia langsung emosi. ucapan nya selalu dijawab Luna tanpa takut.


" wanita murahan mau ke mana dirimu. aku belum selesai ngomong sama kamu. sebut saja angkanya berapa Yang dirimu inginkan. Aku akan memberimu Seperti Yang Kau Minta" teriakan Dion lagi lagi tak dihiraukan Luna.


Luna malas meladeni perkataan Dian yang menganggap semua dengan mudahnya. dengan apapun bisa dibeli dengan uang. apa pikirannya uang adalah segala-galanya bagi semua orang.itu tidak lah benar.


Luna Tak habis pikir dengan jalan pikiran orang kaya menganggap semua masalah dapat diselesaikan dengan uang.


"ya allah berilah hambamu kesabaran yang lebih untuk menghadapi lelaki kasar dan Arogan seperti Dion ini. hamba akan menjalani pernikahan ini sebaik-baiknya sampai kak Intan ditemukan. bukan hamba ingin mempermainkan ikatan suci pernikahan yang sakral ini ya Allah.Jika pernikahan ini terus dilanjutkan hanya menambah penderitaanku saja ya Allah" batin Luna.

__ADS_1


" Dasar perempuan murahan. luar nya saja menolak tawaranku. dalamnya pasti menginginkan dan dalam hati nya pasti menyesal. dramamu sangat bagus sekali. Tapi tidak dengan diriku" Dion memandang kepergian Luna yang tak terlihat dari hadapan dan pandangan nya lagi.dion semakin murka kepada luna.


__ADS_2