
perkataan Arya mereka Langsung kembali melanjutkan pencarian mereka.
setelah puas mencari barang yang diincar mereka Langsung balik. terlebih dahulu Arya mengantar ibunya lalu mengantar Luna.
karena Arya rencana berkunjung sekaligus membantu Amar mengurus pekerjaannya di kantor.
" Luna selanjutnya nanti kamu mau ambil fakultas apa? " tanya Alya memecahkan keheningan mereka di dalam mobil.
" Aku mau mengambil manajemen Kak " singkat Luna menolehmu sebentar lalu kembali membuang arah pada kaca jendela mobil.
setelah mengantar ibunya Luna terus terdiam memikirkan ancaman dan pertemuan mendadak dengan Intan.
Luna berpikir Apakah intan dan Dian saling bertemu selama ini. Apakah mereka juga melakukan hubungan terlarang di belakangnya.
terus berpikir dengan semua yang pernah terjadi dengan video yang dikirim dari nomor tak dikenal. Luna menjadi tidak konsen dengan semua yang berada di sekitarnya.
pertemuan yang terjadi tadi mendadak mengambil alih jalan pikiran Luna.
Luna berkali-kali mencoba melupakan semua yang terjadi tadi. namun sayang pikirannya tak pernah bekerja sama dengan apa yang diinginkan dia.
lihat melihat terdiamnya Luna seperti sedang memikirkan sesuatu yang mengganggu pikirannya.
" Kamu kenapa Luna? kayaknya lagi banyak pikiran? apa kamu memikirkan yang barusan terjadi? " tebak Arya.
" Tidak Kak Luna hanya kangen saja setelah hari ini Luna tidak akan bertemu dengan ayah ibu dan Kak Amar lagi " bohong Luna meski sebenarnya dirinya akan rindu. Tapi saat ini dia tidak berpikir tentang itu. karena pikirannya kini megang pertemuan tadi dengan Intan.
" jangan terus memikirkan itu. kapan saja kamu kangen kita akan terbang mengunjungi meski tengah malam sekalipun itu " kata Arya menulis rambut Luna lembut dengan satu tangan dan satu tangan lain menyetir mobil.
Luna tersenyum dengan perkataan Arya.
" Terima kasih Kak ar "
mendengar kata Kak ar keluar dari mulut Luna Arya pun mengurutkan kening bingung.
" Apa itu Kak Ar? "
__ADS_1
Luna tersenyum menggeleng kepala. Kenapa di zaman yang modern ini masih saja sangat bodoh. singkatan saja tidak tahu apa kelamaan hidup di zaman batu. pikiran Luna membatin sedih.
melihat tidak ada balasan dari Luna Arya pun sekali lagi bertanya.
" Citra Apa itu ka ar? " pulang Arya sakit penasarannya dengan sebutan yang diucapkan Luna.
"ka ar itu singkatan Kak Luna males Panggil Kak Dimas jadi lunas singkat jadi kaar" jelas Luna yang dianggap paham oleh Arya
saat berhenti di persimpangan lampu merah ada susu pria melihat Luna berdua dengan seorang pria.
" itu bukan istrinya Dion. Kalau tidak salah namanya Lun.... Luna. tapi kenapa sekarang tiap dalam berdua dengan pria lain " bingung Rendi.
ya sesok pria yang melihat kebersamaan Luna dengan pihak lain adalah Rendy yang mengendarai mobil ke suatu tempat yang diperintahkan oleh Dion untuk menemui Intan dicetak punya malu itu.
Rendy terus memandang kebersamaan Luna yang begitu dekat diundang dengan sosok pria yang mengemudi mobil itu.
saat lampu berubah hijau mobil yang ditumpangi Luna melaju meninggalkan mobilnya Rendy.
saking penasarannya dengan Luna dan Dia memutuskan untuk mengikuti Luna. pikirannya Mungkin dia bisa mendapatkan informasi yang menguntungkan dirinya. Mungkin dia akan terhindar dari amarah Dion.
memperhatikan secara Intens pergerakan mereka berdua. Rendy kaget melihat perhatian dari tersebut so sweet terhadap Luna hingga membuka pintu mobil bagi seorang putri kepada majikannya.
" siapa pria itu. Kenapa begitu sangat romantisnya. apa Dion tahu semua tentang ini? " gumam Rendy terus melihat pergerakan mereka.
tiba-tiba ponsel Rendy berdering menandakan ada panggilan masuk,
melihat nama penghubung orang yang bicarakan Rendy langsung mengangkat teleponnya.
" hal......" belum juga menyapa dion sudah duluan nerocos.
" Dari mana saja kamu. kenapa sampai saat ini belum tiba di sana. kamu tahu Intan menghubungi aku berulang kali. jika tidak punya kecelakaan disiapkan surat pengunduran diri kamu secara resmi " ucap Dion marah.
" sabarlah Bos. Awas nanti cepat tua loh "
" panas sekali kamu ngatain aku. sekarang di mana kamu. Kenapa tidak ke tempat yang aku suruh tadi? "
__ADS_1
"mendadak Aku ada urusan yang lebih penting dari itu. aku yakin kamu bakal kaget dengan semua yang aku lihat tadi "
" Maksud kamu kaget bagaimana? hal penting apa yang akan membuat Aku kaget? " bingung Dion di ujung sana yang awalnya marah-marah gini berubah menjadi Penasaran sekali dengan apa yang akan disampaikan Rendy.
" jadi gini sob. Aku mau ke lokasi yang kamu perintahkan secara tidak langsung entah takdir atau keberuntungan aku melihat istri kamu di jalan berdua bersama pria lain bahkan Dia sangat ganteng daripada kamu. Karena rasa penasaran aku yang setia kawan mengikuti dia. aku mengikuti ke mana mereka akan pergi " jelas Yudha
" terus ke mana mereka perginya " tanya Dion penasaran.
" ke kantor Edison"
" apa? ke kantor Edison. pada urusan apa Luna datang ke sana " tanya Dion kaget di ujung sana.
" Aku nggak tahu masalah itu. yang jelas pria yang bernama istri lu sangat romantis. pintu saja pakai dibukain pokoknya itu So sweet banget kayak kamu" ucap Rendy memanas-manasi Dion.
" Cari tahu atau urusan apa Luna datang ke sana. Dan juga siapa pria yang jalan bersama dirinya? Jangan balik sebelum semua informasi yang aku minta kamu dapatkan " tegas Dion tanpa ingin dibantah lagi. dia langsung mematikan sambungan telepon sepihak seperti biasanya.
" kebiasaan yang selalu menyuruh Sesuka Hati. tadi telepon marah-marah sekarang malah sebaliknya dia pikir aku ini apaan. pembantunya atau sahabatnya sih? Kayaknya tidak. mungkin bawahan saja? Iya benar sih " kata Rendy bertanya pada dirinya sendiri dan menjawab sendiri disebut orang gila atau tertawa kecil sendiri.
keasyikan bicara dengan dirinya sendiri Rendy sampai tidak memperhatikan Luna yang sudah menghilang dari hadapannya itu.
saat kembali memandang arah Luna ternyata mereka telah menghilang.
" Aduh semua ini karena Dion aku jadi kehilangan jejak istrinya itu. kalau sudah begini pasti aku yang akan disalahkan" tebak Rendy.
memandang segala arah dan sudut tidak menemukan Luna akhirnya Rendy keluar dari tempat persembunyiannya dan mencari keberadaan Luna.
tiba di dalam Rendy menuju resepsionis.
" pagi bu saya ingin bertemu dengan ibu Luna .Apakah bisa? " tanya Rendy saat tiba di depannya.
" Maaf Apa Bapak sudah membuat janji sebelumnya? " tanya orang tersebut.
" belum. Apakah harus wajib membuat janji terlebih dahulu? " yuk Rendi memancing resepsionis tersebut untuk mendapat informasi yang dia inginkan.
" wajib Pak. Ibu Luna adalah seorang sekretaris CEO. Siapa saja yang ingin menemuinya harus membuat janji terlebih terlebih dahulu " ucapan resepsionis lagi.
__ADS_1