
Dion bingung kenapa dengan dirinya. dia langsung menggeleng-gelengkan kepalanya saat sadar dari lamunannya.
" aku mikirin apaan sih. mana ada perempuan murahan yang cantik. aku sangat sadar , dia perempuan murahan yang menjelma menjadi perempuan baik-baik. yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang dia inginkan. Apakah salah satunya semua ini "batin dion bertanya pada diri nya sendiri.
Luna melihat Dion menggeleng-gelengkan kepalanya tanpa sebab. Luna menjadi bingung apa yang dipikirkan oleh dion hingga tingkah laku nya menjadi aneh seperti itu.
Sepertinya dia sedang memikirkan sesuatu hal yang buruk. hingga dia tidak ingin hal itu terjadi kepada dirinya. makanya dia menggeleng-gelengkan kepalanya.
Luna diam terus memperhatikan tingkah laku Dion. dia belum sadar kalau sejak tadi terus diperhatikan Luna.
semakin lama menatap Dion. Dia sangat kagum dengan ketampanan suaminya. Luna belum jika dia sedang memuji ketampanan suaminya saat ini.
" ya Allah terbuat dari apa orang di hadapanku ini. Kenapa sangatlah tampan sekali" batin Luna. dia tersenyum simpul sehingga tidak dilihat oleh Dion.
__ADS_1
" kenapa kamu melihat diriku seperti itu hah? Emang ada yang salah" tanya Dion mengagetkan Luna dari lamunannya.
saat terus berkecamuk dalam pikiran , Dion sadar Luna melihat terus dirinya. Luna tidak henti-hentinya terus memandangi Dion. entah apa yang dia lakukan hingga tidak berkedip dengan tatapannya itu.
"ti.....dak ada apa apa. Emang tidak boleh aku melihat dirimu" jawab Luna terbata- bata. dirinya gugup ketahuan menatap Dion dari tadi.
Luna mengetuk dirinya sendiri. Kenapa harus memuji lelaki Arogan dan kasar seperti Dion. Jelas-jelas lelaki berstatus suaminya itu sangatlah jahat dan tidak pernah berbuat baik kepada dirinya.
" terus Kenapa kamu melihatku tidak berkedip hah? Apa kamu jatuh cinta dan naksir dengan diriku " selidik dion seperti mencurigai seorang pencuri.
" kamu memang benar tuan Yang Maha Benar dan bijaksana. saya adalah seorang penjahat. Terus kenapa kamu masih mempertahankan penjahat seperti diriku di rumah ini hah? " sahut Luna merasa sakit hati dengan ucapan Dion barusan menghina dirinya.
Apakah pikiran Dion ini sudah dipenuhi hal-hal yang negatif sehingga tidak ada hal-hal yang positif di otaknya mengenai Luna.
__ADS_1
Luna bingung apa yang telah Dia berbuat sehingga dia bersikeras menuduh dirinya itu sebagai penjahat.
" karena kamu penjahat makanya saya kurung kamu di sini. penjara tanpa ada senyuman sangatlah cocok untuk dirimu rasakan" ucap Dion.
Luna tidak menjawab perkataan Dion. jika terus diladeni akan semakin panjang tak ada ujungnya. Luna memilih meninggalkan Dion dan masuk ke dalam kamar. niat awalnya Luna ingin segera mandi.karena kedatangan Dion niatnya tadi sedikit tertunda.
" Hai perempuan murahan dirimu mau ke mana? saya belum selesai ngomong?" teriak Dion melihat kepergian Luna yang masuk ke dalam kamar mandinya.
bukan Luna kalau tidak keras kepala. dia tidak menghiraukan ucapan Dion. dia terus melakukan niatnya yang tertunda tadi yaitu mandi.
Dion menggedor-gedor pintu kamar mandi. ternyata sudah dikunci dari dalam oleh Luna hal itu menambah emosi Dion kepada Luna.
" dasar wanita murahan beraninya kau menghindar dariku. beribu-ribu perempuan di luar sana mau mengejar ngejar diriku. tapi lihatlah dirimu berlaga seperti wanita terhormat yang ingin dikejar-kejar " ucap Dion menghina Luna.
__ADS_1
Dion kembali duduk di sofa dekat tempat tidur menunggu Luna keluar dari dalam kamar mandi. dia ingin memberikan Luna pelajaran atas apa yang telah diperbuatnya. Luna yang berani menghindar dari seorang Dion Adijaya. dan tidak mempedulikan keberadaan Dion di kamarnya.