Bukan Istri Penganti

Bukan Istri Penganti
menolak gugatan cerai Luna


__ADS_3

"kamu lama-lama bikin kesel deh "


"kok gitu kamu"


"kan kamu sendiri nggak mau jelasin ya sudah nggak apa-apa aku juga nggak masalah kita lupakan saja "balas tempat duduk.


"Luna maksud aku itu apa kamu dan pak Amar sepasang kekasih "tanya serius Alfi menatap Luna.


Luna tidak habis pikir bagaimana Alfi bisa berpikir dirinya kekasih amal sedangkan mereka berdua adalah sepasang kakak beradik.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


papa Roni dan mama Sheila duduk di bangku taman belakang dengan cemilan yang disiapkan pembantunya.


"pa... apa impian kita ingin memiliki cucu masih bisa tercapai? " lesu Mama Sheila dengan wajah sedih.


"masih bisa mami. kita berdoa yang terbaik saja untuk anak-anak kita "


"berdoa sudah pasti tapi Mama nggak yakin dengan Dion"


"ya udah kita serahkan semua pada yang kuasa jika semua sudah kehendak yang di atas sebesar apapun rintangan pasti bisa dilalui dan akan kembali baik pada saatnya "


"iya pi Mami harap semuanya indah pada waktunya "


tanpa terasa sudah 3 jam mereka berbincang mencurahkan isi hatinya.


"permisi tuan dan nyonya "sopan pembantu tunduk hormat.


"iya ada apa bi ? " tanya Mami Sheila


"di depan ada nona Luna katanya ingin bertemu dengan tuan dan nyonya " jawab pembantu tersebut dengan wajah yang bahagia.


mendengar nama Luna mami sheila langsung bangun meninggalkan suami dan pembantunya di taman. dengan semangat 45 terdapat jelas di wajahnya sehari tidak bertemu saja sudah sangat rindu bagaimana jika lama entah apa yang akan terjadi. Mami Sheila juga tidak tahu.


papi roni tidak bisa berkata apapun selain menggeleng-gelengkan kepala melihat kelakuan istrinya yang bahagia mengetahui Luna datang mengunjungi mereka.

__ADS_1


"Luna sayang kamu datang ke rumah ini lagi "ucap Mami Sheila mendekati Luna dan langsung memeluk erat menumpahkan rasa kangennya.


"iya mi. papi kemana kok Mami sendirian?" tanya Luna tidak melihat keberadaan papi roni.


"ada di belakang. tunggu aja sebentar lagi pasti papi datang "


"oh begitu ya mi "


"iya sayang.apa kamu tahu Mami sangat merindukanmu. sorry nggak berjumpa rasanya hidup mami ada yang kurang "lirik menatap sendu wajah luna.


" Mami jangan bicara begitu Luna ke sini mau pamit karena Luna nggak akan bisa datang berkunjung lagi ke sini "


mendadak wajah Mami Sheila berubah. wajah yang awal bahagia kini berubah setelah mendengar perkataan luna tidak akan datang berkunjung lagi.


"kenapa sayang? apa ada masalah dengan Dion? " tanya Mama Sheila yakin pasti ada sangkut pautnya dengan Dion.


seketika Luna langsung menggeleng-gelengkan kepalanya.


"tidak mi. ini tidak ada sangkut pautnya dengan Dion. ini murni keputusan luna. Luna janji akan berkunjung lagi setelah urusan Luna selesai " janji Luna memegang erat kedua tangan memahami Sheila.


"Mami akan selalu merindukan kamu sayang "


"*mi Luna bisa minta tolong pada mami "


"minta tolong apa sayang. Mami akan bantu sebisa mami untuk kamu* "


Luna membuka tas kerjanya lalu mengambil ulang surat gugatan cara yang baru.


"mie tolong berikan ini kepada Dion. Luna mohon untuk kali ini minta Dion untuk menandatangani surat ini " mohon Luna menyodorkan surat gugatan cerainya.


percepatan dengan itu Dian datang melihat dan mendengar semua perbincangan Luna bersama maminya.


"tidak akan pernah " teriak Dion lantang. keduanya kaget dalam sebuah tari mengarah pada dion.


melihat kedatangan Dion Luna memandang malas langsung membuang para pandangan ke sembarang arah.

__ADS_1


"aku tidak akan tanda tangan surat ini sampai kapanpun " kepastian menaikkan satu oktaf suara menatap tajam pada Luna.


"kenapa? itu apalagi memperlambat perjalanan kita. sampai kapanpun bagaikan kita tidak bisa diperbaiki lagi. untuk apa dipertahankan" balas Luna tidak kalah tegas.


"jangan kau pikir aku ini bodoh. kamu ingin secepat bercerai dariku karena ingin menikah lagi dengan selingkuhan kamu itu kan " tuduh Dion dengan apa yang dilihat tadi.


Mama salam mendengar kata dia memandang Luna meminta penjelasan dari ucapan Dion.


Luna Magelang menggelengkan kepala kenapa bisa diam suka sekali negatif tentang awalnya Luna berpikir dia benar benar bertobat dan tidak ingin cerai karena merasa bersalah Dan ingin berbagi semuanya. namun sekarang Dion semakin menuduhnya depan mami Sheila.


Luna tidak habis pikir berkata rasanya tidak mungkin sampai kapanpun otak dia selalu dipenuhi pikiran negatif tentang dirinya.


dengan berani Luna bangun dari tutupnya dan menempel kertas gugatan cerai. dia berjalan mendekati diam dengan tatapan tajam tanpa takut.


"ya kamu memang benar. aku memang ingin secepatnya menikah lagi " lantang Luna terpaksa bohong karena kesal dengan tuduhan Dion.


"jadi untuk apa lagi menunggu silakan tanda tangan biar antara kita selesai sampai di sini saja " tatap Luna begitu juga dengan Dion menatap balik tajam.


"tidak akan jangan pikir mudah terlepas dari pernikahan ini. bukannya kamu sendiri yang datang dalam kehidupanku? " tanya Dian maju jalan mendekati Luna.


Mami Sheila melihat perdebatan antara pasangan suami istri yang akan menjadi mantan tidak bisa berkata selain menyimak.


kakak sudah pasti mendengar kata nona yang berkata ingin menikah lagi. tidak menyangka Luna akan secepat itu. pikiran terbagi antara sedih kecewa dan bahagia. semua bercampur aduk namun apa dayanya selain menerima keputusan Luna. jadinya tak memiliki hak atas keputusan Luna menikah atau tidak karena sebelumnya juga salah anaknya sendiri.


"apa aku? " tanya balik Luna menunjuk dirinya.


"ya siapa lagi orang yang aku nikahi selain kamu " jawab Dion.


"aku hanyalah pengantin pengganti yang tidak kamu anggap selama ini. apa kamu lupa dengan perkataan kamu saat itu. aku hanya istri di atas kertas tidak lebih dan bahkan kapan saja kamu suka bisa kamu bisa merobeknya. disaat itu juga pernikahan kita akan hancur berantakan " jelaskan cara membuka semua di depan mami Sheila.


papi Roni yang baru tiba di tempat menangkap jelaskan menjadi kaget. hampir saja jatuh jika tidak ada meja sebagai penopang sebagai alat bantunya.


Mama Sheila kaget tapi tidak ikut jatuh karena dirinya duduk di sofa.kecewa dengan penjelasan Luna yang baru berani menceritakan semuanya pada mereka.


dirinya tidak menyangka betapa kejam anaknya hijab menganggap tidak penting pernikahan. semua telah terbukti dengan Luna meminta cerai karena kesalahan dia sudah sangat fatal. istri mana saja tidak akan memaafkan dirinya.

__ADS_1


Dion tidak membalas perkataan Luna karena apa yang dibilangnya semuanya benar. bahkan di hari H dia sendiri yang mengingatkannya untuk tidak menganggap lebih pernikahan ini.


"kenapa kamu diam saja bukannya begitu kan " tanya Luna memandang Dion diam tak berkata.


__ADS_2