
"luna "panggilnya dengan nada lembut seperti tidak biasa.
Luna tidak menjawab melainkan terus menatap jijik.bagaimana setelah semuanya terjadi brainly masih berani menampilkan wajahnya di hadapannya.apa urat malu nya sudah putus.
papi dan Mami menatap kesal marah terhadap anaknya. ingin sekali rasanya menjadikan anak satu-satunya ini adonan kue biar sesuka mereka mengubah bentuk tubuhnya. bahkan kalau bisa mengubah sifat yang buruk setiap yang dilakukannya.
"Luna aku tahu betapa bencinya kamu sama aku atas perbuatanku. yang tak pantas mendapat maaf dari kamu. tapi aku bersungguh untuk minta maaf kepadamu. aku sadar aku selama ini salah. kamu memang benar.aku siap dihukum apa saja.aku akan terima itu semuanya.asal kamu dapat memaafkan ku" ucap nya serius penuh penyesalan dengan perbuatannya masa lalu.
" sudah terlambat Dion " satu kata yang keluar dari mulut Luna tanpa melirik dion.
Dion bingung dan kaget
"maksudnya terlambat bagaimana? aku akan memperbaiki semuanya. aku janji beri aku satu kesempatan saja "
"tidak ada kesempatan apapun itu. karena itu sudah aku berikan selama 2 bulan pernikahan ini " ucap luna lantang di dengar jelas kalau Dion.
mendengar semua tidak bisa diperbaiki bahkan tidak ada kesempatan dia menjadi frustasi. kenapa saat dirinya mulai sadar semua malah sudah terlambat.
papi dan Mami yang melihat perdebatan kandasnya rumah tangga anak dan menantunya yang belum mencapai apapun. pernikahan mereka masih seumur jagung yang harus mati sebelum tumbuh menjadi anak. mereka menjadi sedih.
tapi tidak ada yang bisa diperbuat lagi. karena mereka juga tidak tahu apa yang harus diperbuat. masalah besar yang terjadi saat jadi tidak diketahui bagaimana mau menjadi penengah dalam masalah ini.
"Luna aku mohon kali ini saja. jangan lakukan ini padaku. kenapa tidak kamu berikan aku kesempatan mau berbagi semuanya? jangan gagal mengambil keputusan di saat semua tidak akan baik-baik saja "ceramah Dion tanpa berkaca sebelum menasehati Luna.
"kata-kata kamu sebenarnya sangat cocok kepada dirimu sendiri. kenapa jadi menyalakan ku atas semua tindakanmu itu. bukannya dari dulu kau sangat membenciku. bahkan tidak sudi mencoba menjalani pernikahan ini . apakah lupa semuanya? semua itu kau sendiri yang ucapkan bukan aku atau orang lain " teriak luna muak melihat Dion sok dramatis sedih dan menyesal atas semua yang terjadi. seakan-akan dia sudah sadar sekarang.
__ADS_1
Dian kaget mendengar amarah Luna ternyata wanita yang selalu disakiti bisa juga seperti singa.
papi dan Mami kaget mendengar amarah Luna yang selama ini belum pernah mereka dengar. namun kali ini semua sudah terdengar jelas.
amarah yang selama ini ditendang kuat akhirnya dikeluarkan juga. menyimpan dalam juga tidak ada artinya lebih baik melepaskan semua biaya terasa lega. meski awal melukai perasaan mereka dan mengagetkan mereka.
dia tidak bisa berbuat dan berkata apa-apa lagi selain duduk. dia sadar salah bahkan dia ingin memperbaiki semuanya.
Luna membuka tas dan mengambil slide dari kertas dan diberikan kepada Dion.
menerima sasaran kertas tersebut Dion kaget. kenapa surat gugatan cerai? tidak pernah terpintar di benaknya untuk menerima semua ini. bahkan bermimpi untuk percaya tidak ada. kenapa sekarang suatu keadaan ada di hadapannya.
"apaan ini luna? kenapa surat gugatan cerai? " kaget dion meminta penjelasan. wajahnya berubah seketika.
"iya silakan tanda tangan.biar segera diproses " Luna menjawab santai tanpa peduli reaksi dion saat ini.
Dian menggeleng keras permintaan Luna.akan merobek menjadi serpihan yang tak bisa disatukan lagi.
"jangan berharap atau bermimpi untuk aku menceraikan kamu. sampai kapanpun tidak akan pernah terjadi " tegas Dion serius melempar robekan kertas tersebut dan menghamburkan atas langit.
Luna melihat serpihan kertas berjatuhan menjadi kesal. mau apa kerja ini kenapa keras kepala sekali. mencoba untuk lebih bersabar Luna membuka suara.
"apa yang kau lakukan kenapa merobeknya? pernikahan ini tidak bisa dilanjutkan lagi. kenapa harus dipertahankan lagi? "
"*itu hanya kata-kata kamu saja Luna. aku mau melanjutkan dan memperbaiki semua ini. tapi kamu nya saja yang tidak mau? kenapa menolak? bukannya dulu kamu ingin menginginkan ini. kenapa mendadak berubah parkiran? "
__ADS_1
"itu dulu. sebelum kesabaranku masih ada. jangan menanyaiku tentang itu. karena kamu juga akan sama. di saat aku mencoba mengajak untuk memperbaiki kesalah pahaman apa yang kau berikan? respon kamu? tidak ada kan* "kata Luna menatap plakat Dion mengingat katanya dulu.
dia menjadi kikuk harus menjawab apa. benar dulu dia sangatlah bodoh menyanyi akan Luna.
papi dan Mami dia menyimak perdebatan rumah tangga anak dan menantunya itu. mereka tidak ingin mencampuri urusan mereka. mereka berdua yakin keduanya bisa menyelesaikan semuanya.
"nama harap kalian bisa menyelesaikan ini dengan kepala dingin jangan sampai menyesali semuanya di kemudian hari "nasehat Mami sejak tadi diam tak mencampuri perdebatan mereka.
"dan untuk kamu Dion Mami dan papi sangat kecewa sama kamu. kenapa teganya berbohong kepada kami. apa kami pernah mengajari kamu untuk berbohong? apa pernah kami mengajarimu bermain kasar terhadap wanita? "teriak Mami kecewa marah terhadap anak tunggal kesayangannya itu.
Dion tunduk tidak berani menatap orang tuanya. dia bingung dan berpikir bagaimana mereka mengetahui semua ini.
"apa Luna sudah memberitahukan semuanya kepada mereka? tapi semua tidak mungkin terjadi. selama ini Luna juga bekerja sama sekongkol dengan saya untuk mengelabui babi dan mami "
bukaan pasang kaki ini telah Dion jatuhkan pada pembantu nya. siapa lagi kalau bukan mereka.
"jangan tunduk seperti anak kecil. lihat sini pandang mami. setelah Mami mengetahui ini apa kamu pikir Mami tidak akan tahu masalah ini? kamu mungkin bisa mengancam semua pembantu untuk tidak memberitahu kepada mami. tapi jangan kamu lupakan tapi dan Mami masih lebih kuasa di rumah ini " marah nya. dia tidak habis pikir kenapa kalau akan putra tunggalnya berbeda jauh dengan didikannya.
\# ***Flash back*** \#
semalam setelah obrolan bersama Luna dan juga menerima gambar yang sama dengan Luna dari nomor tak dikenal mereka sekarang cari tahu informasi karena selama tinggal di sini tidak ada kecelakaan atau masalah servis dari kehidupan rumah tangga anak dan menantunya itu.
hingga akhirnya Mami Sheila memiliki sebuah ide untuk mengorek ke informasi dari pembantunya. tidak mungkin seorangpun dari mereka tidak ada yang tahu.
"bibi "panggil mami Sheila
__ADS_1
"iya nyonya. ada apa memanggil saya "sahut pembantu tersebut saat tiba di hadapan majikannya.