
Kenapa harus terjadi kepada kehidupanku bukan kepada yang lain saja" sadar Dion mengcak-ngacak rambutnya dengan frustasi
Dion membanting semua benda yang ada di dekatnya tanpa terkecuali. mendengar bunyi yang keras berasal dari kamar Dion Luna kaget mendengar suara keras itu. dia yang saat ini berada di dapur untuk memasak makan malam.
" apa yang telah terjadi? suara apa itu barusan? " kaget Luna mengelus datanya. hampir saja minyak panas mengenai tangan mulus nya kalau dia tidak cepat-cepat menghindar.
" kayaknya suara itu berasal dari kamar Tuan Nyonya " ucap pembantu tersebut.
"dari kamar dion. apa yang terjadi dengannya diri nya " gumam Luna bertanya masih bisa di dengar oleh pembantu nya.
" apa Nyonya ingin melihatnya ke atas " ucap pembantu itu memberikan saran kepada Luna.
" tidak.... Saya tidak mau berurusan lagi dengan nya. Biarkan saja dia melaku kan yang dia suka. saya tidak peduli " balas Luna yang sudah muak.niat baiknya selalu dinilai buruk oleh dion. Jadi sekarang terserah dia mau apa. Luna tidak memperdulikan nya lagi. walaupun jika Dion terluka itu bukan urusan Luna lagi.
Dion hanya menganggap Luna seorang penumpang tidak lah lebih. jadi untuk apa Luna peduli sama orang yang tidak pernah menganggap dirinya ada meski itu hanya sedikit saja.
Luna hanya berharap dan berdoa semoga kak Intan segera ditemukan. agar kebenarannya segera terungkap. agar dia cepat terbebas dari masalah ini semua.
Luna dan pembantunya melanjutkan memasak tanpa memperdulikan bunyi keras pecahan dari kamar dion. entah apa yang terjadi mereka tak peduli. Bukannya tidak khawatir tapi mereka malas berurusan dengan dion.dia selalu menyalah artikan kebaikan seseorang yang tulus kepada dirinya.
kini kamar Dion beruba seperti kapal pecah. bahkan bisa disebut sebagai penampungan sampah. banyak barang yang pecah berserakan di mana-mana.
tidak mempedulikan itu barang mahal ataupun murah. semuanya pecah dibanting oleh Dion tanpa tersisa ataupun bisa diperbaiki kembali. kini hanya ada emosi dan amarah yang menguasai dirinya. harapan dan cita-cita yang diimpikan membangun keluarga yang bahagia Semuanya hancur dan sirna tanpa celah.
__ADS_1
" Kenapa harus aku yang merasakan semua ini. kenapa juga kamu hadir dalam hidupku dan menghancurkan semua impianku yang sudah kunantikan sejak lama. Apa salahku kepadamu Luna. hingga kau tega melakukan ini semuanya padaku " teriak Dion membanting semua barang yang ada di depan meja riasnya.
Luna sangat kaget mendengar namanya disebut oleh Dion.
" Kenapa kamu terus menyalakan aku atas sesuatu yang tidak pernah aku lakukan? Kenapa kamu terus berprasangka buruk kepada diriku? apa tidak ada sedikit pun pikiran baik tentang diriku. Apakah begitu jahatnya aku di mata dirimu " batin Luna sedih dia menghentikan aktivitas memasaknya.
saat ini Luna sedang mengiris bawang. langkahnya terhenti saat mendengar umpatan marah dion menyalakan Luna atas semua yang telah terjadi. para pembantu mendengar tuannya menyalakan nyonya menjadi Iba.
" kasihan Nyonya Luna selalu disalahkan atas sesuatu yang tak pernah dia lakukan. Ya Allah tunjukkan kebenaran kepada Tuhan dion. Berikan dia kesadaran Bahw semua yang terjadi bukan lah salah nyonya luna. malahan salah mantan calon istrinya sendiri yang kabur dari pernikahannya "
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Intan duduk di balkon memandang indah nya langit malam. akhir-akhir Ini Intan sibuk dengan kompetesinya. Entah kenapa Sedetik pun dia tidak pernah memikirkan Dion yang berada di Indonesia. dia yang selalu berpikir keras untuk Mencari keberadaannya. Bahkan dia menyewa detektif untuk Mencari keberadaannya.
intan dan Satria semakin hari semakin dekat saja. begitupun juga dengan perasaan Satria yang semakin besar karena hari - hari nya dia jalani berdu dengan intan. namun tidak dengan Intan. dia masih sama seperti dulu menganggap Satria sebagai sahabatnya tidak lebih.
" ngapain malam-malam melamun. tidak baik untuk anak gadis. nanti kesambet Kunti lo " ucap Satria mengagetkan Intan.
" Ya Allah Satria kamu ngagetin saja" teriak Intan kaget. sejak tadi pikiran Intan tidak ada di tempatnya. Melainkan dengan banyak cabang yang di pikirkan nya.
saat satria masuk Intan tak menyadari
keberadaan Satria karena dia terlalu fokus dengan lamunannya. Satria memandang Intan diam sejak tadi dia datang menghapiri nya. hal itu sungguh membuat Ika terkejut.
__ADS_1
" habisnya ngapain kamu lama-lama ngelamun. bukannya tidur tambah malah ngelamun tidak jelas. Ingat besok jadwal kamu sangat padat. mending sekarang kamu istirahat saja" kata Satria memperingati Intan untuk tidak terlambat seperti kemarin.
" Iya Iya. bawel banget sih kamu. seperti emak-emak yang lagi narik uang kontrakan kepada anak kosnya "
" habisnya kamu sudah malam bukannya tidur malah ngelamun. apa kamu kepikiran sama Dion hingga seperti ini " tanya Satria penasaran. Apa yang membuat Intan sampai melamun.
" Nggak jelas banget deh kamu. ini tidak ada sangkut pautnya dengan Dion. Aku lagi mikirin bagaimana caranya aku memberikan yang terbaik untuk kompetisi bukan yang lainnya. Sekarang bukan waktunya untuk memikirkan Dion. yang terpenting sekarang Bagaimana menjadi juara " balas Intan.
mendengar penjelasan Intan ya tidak memikirkan Dion membuat Satria menghela nafas yang legah. ternyata saat ini Intan tida lagi memikirkan dion melainkan yang lain nya. Apakah Intan sudah melupakan Dion atau bagaimana? itu sekarang yang menjadi pertanyaan di benak Satria. hal itu yang terus aja memutari sekarang otaknya.
" kenapa kamu diam saja " tatap Intan lihat Satria diam setelah mendengar penjelasan nya.
" tidak aku hanya lega saja " ucap Satria keceplosan.
"lega kenapa" tanya Ita Intan membikinkan kedua alisnya meminta penjelasan kepada Satria.
" itu lho" pikir satria binggung harus menjelaskan bagai mana.
" Aku senang kamu bisa memikirkan apa-apa selain kompetisi kamu " kata satria setelah mendapatkan ide dengan memutar kerasa otak nya untuk meyakinkan Intan untuk percaya kepada kebohongannya ya dia buat.
" beneran begitu" tanya intan.
" Iya beneran. Emang kamu Pikiran apa " tanya Satria yang juga penasaran. Emang apa yang dipikirkan oleh Intan hingga Curiga dengan perkataannya.
__ADS_1
" bukan apa-apa. gak usah dibahas sudah lewat. Bukannya kamu sendiri yang menyuruh Aku istirahat tapi kenapa kamu masih di sini. sekarang aku mau istirahat silakan kamu untuk keluar " intan beranjak dari kursi nya lalu mengusir satria dan mendorong kuat keluar dari kamar nya.
intan sendiri bingung entah apa yang dia harapkan dari penjelasan satria. kenapa mendadak mendengar penjelasan satria suasana hati intan menjadi kacau.