
Intan sendiri bingung entah apa yang dia harapkan dari penjelasan satria. kenapa mendadak mendengar penjelasan satria suasana hati intan menjadi kacau.
intan banyak menyimpan pertanyaan di benak nya. kemana arah perasaan nya yang sesungguh nya.dia pun tidak tahu. apa sepenuh nya milik Dion atau sudah terbagi menjadi dua. di sisi lain Intan tidak mau kehilangan Dion dan di sisi lain dia juga tidak ingin kehilangan Satria.
bukan nya hal itu sangat lah egois. Bagai mana bisa mengingin kan dua pria sekaligus. seperti ingin membeli permen saja.
...****************...
luna berusaha keras melupakan akan kejadian malam itu. ketika pagi dia menyadari kalau diri nya sudah tak seperti dulu.setelah kejadian semalam dia berusaha menjelas kan kepada dion berhenti untuk menyalakan diri nya dan menilai buruk tentang dirinya. Dion tidak menghiraukan perkataan Luna.lantaran benak nya sudah terisi otak nya dengan hal-hal yang negatif kepada Luna.
seperti hari-hari sebelum nya dion selalu bersikap kasar kepada Luna. bahkan kali ini lebih parah dari sebelumnya. Dion melampiaskan semua amarahnya yang terpendam kepada Luna.
setelah dirinya puas mencaci maki dan menghina Luna Dion juga mengukir luka lebam di sekujut tubuh indah Luna. sekilas dapat dilihat di pipi luna bekas tamparan dan telapak tanggan akibat benturan kuat ke dinding.
Luna sekarang tertunduk lemas di atas tempat tidur. air matanya tumpah berjatuhan. dia tidak tahu harus berbuat apa.selain berdoa meminta kesabaran hati nya, mental nya dan juga kesehatan dan juga kesabaran agar kuat menerima kekejaman kehidupan yang sedang mengujinya.
" Ya Allah berikan hambamu ini kesabaran untuk menjalani cobaan mu dan juga berikan hambamu ini kekuatan untuk menghadapi segala ujianmu. Jangan biarkan hambamu ini untuk menyerah Di tengah perjalanan. bukan nya aku tidak ingin kalah. Aku hanya ingin membuktikan semua tuduhan nya selama ini hanya sebuah tuduhan palsu yang tidak terbukti kebenarannya. berikan hambamu ini ridho dan Restu agar semua masalah ini cepat terselesaikan " doa Luna penuh harapan.
setelah memanjat kan permintaan dan doa kepada yang kuasa Luna Pun bangun dari atas tempat tidur nya dan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya untuk berangkat bekerja.
setelah mandi Luna bersiap siap dan sedikit memoles diri nya dengan make up di wajah cantik nya. untuk menutupi beberapa bekas luka yang kelihatan bisa di lihat oleh orang lain. Luna tidak ingin banyak orang berpendapat aneh tentang kehidupan nya.cukup hanya dia saja yang tahu. jangan sampai orang lain
tau bahkan sahabat nya Alfi selaligus.
__ADS_1
Setelah selesai berkutat dengan alat make up nya Luna keluar kamar nya menuju meja makan. di sana dia disambut hangat oleh para pembantu nya yang bekerja di rumah ini.
" pagi nyonya. mau langsung sarapan atau mau nunggu Tuan dulu " tanya pembantu nya dengan sopan.
" pagi juga langsung saja bi. saya harus segera berangkat kerja " balas luna.
" Nyonya Mau minum apa? Susu, jus atau air putih saja " tanya pembantu nya sebelum menyiap kan makanan di meja'.
" susu saja Bi. lagi banyak butuh energi untuk bekerja. kalau jus diminum kalau siang " sahut luna.
"baik nyonya. tunggu sebentar. saya akan membuatkan nya dulu " pamit pembantunya meninggalkan Luna di meja makan sendirian.
Luna menunggu pembantunya untuk menghidangkan sarapan untuk disajikan kepada diri nya.Luna mengotak-atik ponselnya mengisih kejenuhan nya. dia selalu bosan saat berada di rumah itu.
" Haduh kenapa aku semakin bosan berlama-lama berada di rumah ini " gumam luna yang ingin segera pergi dari rumah itu. karena di rumah itu terisi dengan kenangan yang sangat buruk di setiap sudut ruangan tanpa terkecuali. Luna teringat akan penyiksaan Dion kepada dirinya Tanpa Rasa belas kasihan dan iba.
"nyonya.... nyonya makanan nya keburu dingin " Panggil pembantu nya lagi. melihat tidak ada pergerakan dari majikannya tersebut.
" nyonya.... Ada apa nyonya " panggil pembantu nya lagi sambil memegang pundak Luna hingga dia tersadar dari lamunannya.
" Astagfirullah. Bibi ngagetin saya saja" Luna mengelus dada nya karena dia kaget. karena ada tangan tiba-tiba menyentuh pundaknya.
pembantu tersebut merasa tidak enak karena telah mengagetkan nyonya nya. niat awalnya hanyalah ingin menyadarkan nyonya dan memberitahu kalau makanannya sudah siap.
__ADS_1
" Maafkan saya nyonya. tadi bibi sudah memanggil Nyonya tapi tidak ada sahutan sama sekali " kata pembantu tersebut sambil menunduk.
" tidak apa-apa bi. ini semua juga salah saya. bibi tidak perlu takut dengan saya "
balas Luna yang tidak enak hati membuat pembantunya merasa takut seperti itu.
Setelah dia selesai menyantap makanan pagi nya luna langsung berangkat kerja. dia malas berlama-lama di rumah itu. karena itu akan merubah suasana hati nya menjadi hancur jika bertemu dengan Dion.
" bi Saya berangkat kerja dulu. Assalamualaikum " salam luna. lalu dia beranjak pergi.
setelah 10 menit kepergian Luna dion turun ke bawah menuju meja makan untuk sarapan pagi.
hari ini dia ada pertemuan penting dengan kliennya yang baru beberapa bulan membuka perusahaan yang kini sudah berkembang pesat. tetapi masih di bawah naungan perusahaan Dion.
" BI hari ini saya hanya mau makan roti coklat dengan selai kacang dan juga jus alpukat saja " perintah Dion yang Segera di laksana kan pembantu nya
Dion melihat ke kiri dan ke kanan di setiap sudut rumah nya.Entah kenapa ada sesuatu yang mengganjal di hatinya. namun dia tidak tahu apa itu sebenarnya.
Dian merasa kejadian semalam tidak pernah terjadi. mengingat betapa sadisnya Dion menyiksa Luna.hal tersebut tidak lah membuat diri nya merasa terbebani atau pun merasa bersalah. Dia pikir Luna pantas mendapatkan itu semua.
memakan hidangan pagi dengan roti coklat di beri selai kacang dan jus alpukat memberi energi kepada Dion untuk berangkat kerja.
sedikit pun dion tidak mencari Luna. tidak peduli dengan rasa benci menjadi satu. menyebut nama nya saja dion tidak mau apalagi membahas tentang dia.dion menutup mulut nya agar dia tidak mengatakan sepatah kata pun tentang Luna.
__ADS_1
"bi apa papi dan mami akan pulang hari ini.saya harap jangan ada yang mengatakan semua yang terjadi selama ini. dan satu lagi pindah kan barang-barang Luna ke dalam kamar saya. jangan sampai ada barang yang tersisa di dalam kamarnya. Saya tidak ingin mereka tahu dan mencurigai
kejadia dirumah ini " jelas dion mengigat kan kepada pembantu nya agar tidak ceroboh. dia tidak ingin sampai kedua orang tua nya tau.tentang kisah rumah tanggah nya hancur lebur tidak tersisa bagaikan butiran debu jalanan yang sangat halus.