
ucapkan terus menarik paksa intan yang terus memberontak tak ingin keluar dari kantor Dion. melihat amarah Dion semakin memuncak intan yang susah diisi membuat mereka kewalahan. mereka habis akal menangani intan.
tidak memiliki cara lain yang satpam tersebut memanggil satpam yang lainnya untuk membantu mengusir wanita keras kepala ini dari kantor Adi jaya.
setelah mendapat bantuan barulah mereka berhasil mengusir intan dari kantor Adi jaya. meskipun membutuh kan perjuangan keras karena intan terus memberontak seakan dirinya lagi dilecehkan oleh mereka semua.
Rendy mengingat jelas ucapan yang dikatakan oleh intan. apa benar hubungan Dion dan intan sudah sejauh itu. bagaimana dengan pernikahan mereka apa hanya mereka anggap permainan saja. sampai saat ini dan belum mengetahui perkataan yang terjadi dalam pernikahan sahabatnya itu..8-
"apa yang terjadi sebenarnya. kenapa sama seperti teka-teki. bukannya selama ini selalu mencari intan. kenapa di saat dia berada di depannya dia menjadi kayak begini? " gumam Rendy bingung dengan apa yang ada di depan matanya itu.
di luar kantor adijaya intan kesal di pelabuhan buruk oleh Dion dan juga satpam satpamnya yang gila itu. dandanan tapi dan pakaian indahnya seketika menjadi buruk sekali seperti gelandangan.
"lihat saja apa yang akan aku perbuat padamu Dion. bencimu dapat kubuat menjadi sangat mencintaiku seperti dulu " janji intan serius dengan merapikan pakaian yang berantakan karena satpam yang menarik paksa dirinya.
para satpam atas jijik wanita yang ditarik paksa oleh mereka. siapa pantai yang dihadapannya tidak memiliki urat malu meski berulang kali diusir tetap saja ngeyel tidak mau pergi.
"jangan kalian menatapku dengan mata murahan kalian seperti itu. aku melihat kalian merasa sangat bodoh karena mau diperintahkan lelaki seperti Dion " lalu intan berjalan meninggalkan para satpam yang menetap menatap dirinya dengan tajam.
"dasar wanita gila dia hanya saja yang murahan sudah diusir pak Dian bukannya pergi malah terus memberontak dan ngeyel tidak mau pergi dari kantor Adi jaya " kata seorang satpam tersebut memandang kepergian intan.
suasana kantor yang sempat ramai mendadak hening seperti tak berpenghuni lagi. Dian kembali masuk ke dalam bilik tersembunyi dengan memijit keningnya yang sangat pusing dengan semua yang terjadi hari ini.
belum satu masalah selesai sudah datang lagi masalah yang baru lagi yaitu intan yang datang ke kantornya.
tempat lain Luna duduk anteng di ruang saat ini semua karyawan belum mengetahui jika dia adalah adik dari Amar. sengaja menahan amal untuk tidak memberitahu kepada mereka semua kalau dia adalah adiknya. dia hanya ingin semua tetap seperti ini tanpa ada yang mengetahui identitas dirinya yang sebenarnya.
jam makan siang telah Luna tidak bersemangat ke kantin mengingat dirinya akan melanjutkan pendidikannya di seketika itu juga dirinya malas melakukan apapun karena mengingat hal tersebut. hati Luna merasa berat meninggalkan mereka semua yang ada di sini.
"Luna kita ke kantin yuk. aku sudah lapar nih " ajak Alfi.
__ADS_1
"aku lagi males ke kantin. kamu sendiri saja yang ke kantin. aku males kali melakukan apapun salah hari ini " tolak Luna yang lagi malas melakukan apapun termasuk pergi ke kantin.
"tumben kamu malas pergi ke kantin. emang ada apa sih. kalau kamu ada masalah cerita saja kepada diriku. jangan kau simpan sendirian "ucap Alfi kepada Luna.
"aku tidak ada masalah apa-apa. aku males saja pergi ke kantin hari ini. karena aku tidak lapar sama sekali " ucap Luna kepada Alvin.
"ya sudah kalau begitu aku akan pesan makanan nanti saja. aku akan menemanimu di sini. kita bareng-bareng saja di sini "kata Alfi tanpa menanyakan pendapat Luna lalu berjalan meninggalkan luna.
Luna duduk termenung dengan mamangku dapurnya di kedua tangannya. dia mata dinding ruangan kerja dengan pikiran yang melayang keluar tanpa menyadari berulang kali pintu diketuk dari luar sana..
tidak ada jawaban dari pemilik pintu sama berisiatif langsung masuk saja. ternyata orang yang diharapkan untuk menjawab lagi termenung. entar dia sedang memikirkan apa Amar sendiri tidak mengetahuinya. Amar berjalan mendekati Luna.
"Luna kau sedang memikirkan apa. dari tadi dipanggil tidak ada jawaban dari kamu "panggil Amar saat tiba di depan luna. namun tidak ada balasan dari sama sekali. Amar kembali memanggil Luna berulang kali.
"Luna..... Luna..... Luna apa kau mendengar ucapan" panggil ulang Amar menaikkan satu oktaf suaranya.
"kamu lagi mikirin apa Luna. kenapa melamun nggak jelas kayak begini sehingga panggilanku tidak kau dengar dan jawab "
"Luna tidak memikirkan apa-apa kak. Luna hanya tidak dengar panggilan ke Amar saja " terpaksa berbohong kepada kakaknya.
"kamu serius tidak memikirkan apa-apa. apa kamu tidak lagi berbohong sama kakak kan " tanya Amar lagi menaikkan satu alisnya.
"serius kakak ku yang paling tampan dan baik hati seluruh dunia "ucap Luna.
saat yang persamaan Alvin datang dan mendengar penggalan kalimat Luna yang ditujukan kepada Amar.
"apa aku tidak salah dengar ini. Luna bilang kepada pak Amar kalau dia sangat tampan. apa mereka memiliki hubungan yang spesial. tapi bagaimana bisa Luna kan sudah memiliki suami. apa luna selingkuh dengan pak Amar. bagaimana kalau suaminya tahu " gumam Alvi berpikir bingung dengan apa yang didengar barusan.
"oh tidak Luna apa yang kamu perbuat itu salah kenapa bisa melakukan hal ini semua " ucap Alfi lagi.
__ADS_1
kini Alvi berpikir melayang dengan apa yang didengar dan dilihatnya tanpa mencari tahu yang didengarnya itu benar atau tidak tentang penggalan yang tak lengkap didengarnya itu.
"hmmm...hmmmm "deheman Alfi.
Luna yang melihat kedatangan tapi segera menormalkan situasi dan kondisi nya sekarang.
"kamu sudah datang fi "tanya Luna basa-basi melihat kedatangan Alfi.
"seperti yang kamu lihat sekarang nggak mungkin kan hantu yang datang "tanya balik Alfi yang kesal dengan pertanyaan Luna barusan.
Luna mengerutkan keningnya bingung ada apa dengan Alfi. kenapa dia menjadi jutek anu seperti ini. apa dia salah makan atau gimana sih?
mama merasa suasana menjadi berubah Anis sekali dan dia berpamitan untuk undur diri.
"Luna..... Alfi saya pamit duluan. lanjutkan lagi perbincangan kalian " ucap Amar meninggalkan mereka berdua.
itulah kepergian Amar Alfi langsung memojokkan Luna dengan beribu pertanyaan.
"jawab jujur Luna kamu dan pak Amar ada hubungan khusus apa. jawab Luna jangan diam saja " introgasi Alvi memicingkan matanya curiga kepada Luna.
"kamu apa-apaan sih fi. nggak jelas banget deh pertanyaan kamu itu. nggak baik suudzon kepada orang lain "
"siapa yang suuzon. aku sudah melihat bahkan mendengarkan semua percakapan kamu dan pak Amar. jelaskan semuanya kepadaku "
"*kamu mendengar apa? kamu juga melihat apa? kamu nggak usah sembarangan ngomong "
"kenapa sih kamu masih saja mengelak. padahal Bukti sudah ada di depan mata kamu "
"bukti apaan sih fi. aku serius gak ngerti apa yang kamu kamu omongin. maksud hubungan spesial itu kayak gimana*? "
__ADS_1