
"Ini saya Amar. siapkan surat pembatalan kerja sama di alfi dan antarkan sekarang juga ke ruangan saya" perintah Amar dengan nada yang tegas tanpa ingin dicela ataupun dibantah Kenapa alasan tersebut bisa mendadak.
"Baik Pak saya akan saya kerjakan sekarang juga " Jawab tuna yang mengiyakan tanpa ingin bertanya lagi.
"Baik saya tunggu di ruangan saya sekarang juga " ucap amar sebelum menutup telepon nya.
Luna bingung menggaruk garuk kepala nya yang tidak gatal. Kenapa dengan Pak Amar mendadak berubah jadi dingin seperti ini. tadi pagi biasa-biasa saja dan aman-aman saja sebelum dia pergi untuk rapat. kenapa sekarang secara mendadak berubah seperti bunglon yang cepat berubah-ubah dalam hitungan menit.
"apa yang terjadi dengan Pak Amar? apa ada masalah dengan rapatnya hari ini? kenapa bukan meminta dokumen kontrak kerjasama? ini malah meminta dokumen pembatalan kerjasama. Sungguh aneh sekali dengan jalan pikiran yang ada dalam kepalanya Pak Amar saat ini " ucap Luna geleng-gelengkan kepala dengan pertanyaannya sendiri.
sekarang Luna menuju ke ruangan kerja Alfi. Dia meminta dokumen sesuai perintah Pak Amar. langkah kaki Luna berjalan menuju ke depan dengan pikiran masif berkecamuk memikirkan alasan pembatalan kerjasama yang saat ini belum dia ketahui.
"ada masalah apa ya Pak Amar dengan klien-kliennya tadi? Kenapa secara mendadak membatalkan kerjasama dengan mereka " batin Luna bertanya-tanya kepada dirinya sendiri.
sebuah karyawan melihat aneh kepada Luna yang tidak fokus pada jalan di depannya. hampir saja Luna menabrak karyawan lain karena pikirannya yang kini masih saja terus memikirkan masalah yang dihadapi oleh Amar dan bertanya-tanya kepada dirinya sendiri.
Luna Rita sadar kalau saat ini dirinya menjadi pusat perhatian semua karyawan lain. pikirannya dipenuhi pertanyaan-pertanyaan yang belum bisa dia jawab. Namun saat mendengar teguran seseorang karyawan yang hampir dia tabrak. Luna langsung sadar dan bila mau minta maaf atas kecerobohan dia berjalan tanpa melihat di depannya ada siapa.
ntar gini Luna telah sampai di ruangan kerja Alfi.
"tumben kamu datang ke sini. Emang ada apa? " ucap Alfi menautkan kedua alisnya penasaran atas kedatangan Luna.
__ADS_1
Ada angin apa Anda ke ruangan saya nona cantik. jika tidak ada sesuatu yang penting silakan kembali ke ruangan anda. saya masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan hari ini juga " ucap Alfi lagi yang terkesan lebay di telinga Luna.
"Idih Apaan sih kamu Al. alay banget deh. geli aku mendengar kata-kata kamu itu. mending tadi kembali deh kata-katamu tadi " protes Luna meminta Alvi menarik kata-katanya kembali. Perkataan alaynya itu yang membuat Luna menjadi.
"nggak mau aku. Ngapain kamu ke sini pasti? jangan ngajak-ngajak aku ngerumpi dulu. sekarang aku harus kerjakan dokumen ini sebelum jam makan siang. kalau kita Pak Amar akan ngamuk kalau dia tahu aku belum menyelesaikan tugas-tugas aku " jelas Alfi kepada Luna.
"Maksud kamu kalau Pak Amar ngamuk itu serem banget ya. seperti hantu gitu " ucap Luna menyimpulkan apa yang dia dengar dari perkataan Alfi.
Luna dibuat semakin penasaran sama penjelasan Alfi yang setengah-setengah menurutnya. Alfi menatap Luna yang berubah serius dengan tatapan keingintahuan. Alfi mendapat ide untuk mengerjai Luna.
"Iya Luna. Pak Amar kalau sudah ngomong seperti singa yang kelaparan. bukan seperti singa kelaparan dan lebih parah dari hantu genderuwo yang ngamuk " ucap Alfi berbohong.
"rasain kamu. Siapa suruh kepo kepada Pak Amar "Alfi memandang Luna yang kini mulai kemakan sama perkataan bohong nya.
"tapi kenapa selama ini aku nggak pernah tahu " tanya Luna lagi dengan sifat Amar yang sebenar nya.
"Kamu ini gimana sih Luna. apa kamu lupa kalau kamu masih satu minggu di sini. jadi gimana kamu tahu sifat asli nya Pak Amar " jawab Alfi berbohong lagi.
"Terus kenapa aku tidak pernah mendengar gosip-gosip tentang Pak Amar dari karyawan lain " Luna mengorek-ngorek informasi tentang Pak Amar.
alfi terus menakut-nakuti luna dengan menjelek-jelekkan pak amar.Luna karyawan baru hanya bisa mengangguk percaya semua perkataan Alfi tanpa ragu.tanpa tahu jika dia sedang dibohongin Alfi mentah-mentah.
__ADS_1
Amar yang sudah menunggu lama Luna belum juga menemui dirinya di ruangan kerjanya. Kini dia menjadi bingung kenapa Luna sampai sekarang belum datang. apa ada masalah di ruangan Alfi. apa mereka lagi asik ngobrol.
Amar bangun dari kursi kebesaran nya dan langsung keluar dari ruangan.lalu dia mengecek keruangan luna.namun di sana dia tidak menemukan luna di tempatnya. lalu dia ke ruangan Alfi dan ternyata benar saja Luna berada di sana.
Tanpa mereka berdua sadari Amar menatap mereka dengan diam. dia mendengar dan melihat mereka yang belum menyadari keberadaannya. dengan santai dan Gayanya yang cool yang Amar miliki. dia melipat kedua tangannya lalu dia mengangkat sejajar pada dada tubuhnya. telinganya dipasang dengan seksama mendengar perkataan Alfi terus saja menjelek-jelekan dirinya dengan tujuan untuk menakuti Luna.
" jadi kamu harus hati-hati dengan Pak Amar. Jangan pernah melakukan kesalahan apapun atau kamu akan tahu sifat asli Pak Amar seperti singa yang Meraung " kata Alfi tidak menyadari kalau Amar berdiri di depan pintu memasang muka yang dingin menatap mereka berdua.
" ehem ehem. apa sudah selesai ngerumpinya? " tanya Amar mengagetkan Alfi dan Luna.
tiba-tiba tubuh Alfi gugup. Bagaimana tidak semua kebohongan yang niatnya untuk mengerjai Luna menjadi Boomerang untuk dirinya sendiri sekarang.
Afi bingung harus menjawab apa pada Amar. mulutnya mendadak menjadi kaku. Alfi yang biasanya sering mengoceh sepertinya mulutnya diam seribu bahasa jadi patung tak bersuara.
" Apa kalian sudah puas jelek-jelekkan atasan kalian sendiri. apa sudah selesai tugas kalian? " tanya tanya Amar melempar tatapan tajam dan dingin kepada Alvi dan Luna seakan-akan mengatakan Ayu ulangi lagi ucapan kalian. Kenapa harus berhenti.
bukannya setiap perempuan hobinya ngerumpi dan menjelek-jelekkan orang. Terus kenapa saat orang yang diomongin muncul di hadapannya kalian mendadak berhenti dan dia seperti manusia manekin.
" Maafkan saya Pak Amar. bukan maksud saya untuk menjelek-jelekkan anda Pak Amar " ucap Alfi tunduk ketakutan melihat wajah Amar saja dia tidak berani sama sekali di mana yang lainnya.
" sial kenapa aku nggak sadar kalau Pak Amar sejak tadi di sini. kalau udah begini matilah aku " Fatin Alfi menyesal sudah mengarang cerita bohong kepada Luna.
__ADS_1