Bukan Istri Penganti

Bukan Istri Penganti
perdebatan antara Luna dan Mami Sheila


__ADS_3

"siap sayang ku.aku akan menuruti semua perintah mu "ucap amar semangat mendadak hilang karena tidak ada balasan dari Luna lagi


Luna Diam seribu bahasa.Baru pertama kali dia mendengar kata sayang dari seorang lelaki.


Sayangku kata kata itu terus menari dengan jelas di pikiran Luna. seperti gangsing yang terus berputar dengan sekali putaran.Kini Luna diam dan Amar yang bertanya balik kepada diri nya.


" Luna kenapa kamu diam? ada apa? Apa ada yang salah dengan ucapan ku barusan ? " tanya Amar menggaruk-garuk kepala di seberang sana. dia bingung kenapa mendadak Luna terdiam tak seperti tadi banyak bicara.


"Tidak ada apa-apa Kak " balas Luna bingung harus menjawab apa kepada Amar.


"baiklah kalau kamu baik-baik saja. sekarang istirahat sana Ini sudah malam. Kakak tutup dulu teleponnya " kata pamit sebelum menutup sambungan teleponnya.


" Iya Kak. Selamat istirahat juga.bye....bye kak. Assalamualaikum " salam Luna di seberang sana langsung mematikan sambungan teleponnya.


setelah panggilan putus Luna memegang dadanya yang berdetak tak karu-karuan. dia bingung dengan perasaan apa yang sedang dia rasakan saat ini. berada di dekat amat Terasa sangat nyaman. jika jauh dengannya terasa kangen ingin selalu dekat dengan dia.


Apa itu Jawaban dari pertanyaan bimbangnya. Apa memang dia beneran mencintai Amar? apa tidak berdosakah mencintai pria lain di saat dia masih berstatus sebagai istri orang lain.


" ya Allah jika perasaan ini benar cinta. maka Tunjukkan jalan terbaik untukku. bimbinglah aku akan dapat bahagia" batin Luna memegang erat ponselnya yang ditempelkan di dadanya.


" jika ini cinta berikanlah petunjukmu. jika ini sekedar persinggahan perasaan saja maka jauhkanlah. Aku tidak ingin kembali terluka lebih dalam untuk kedua kalinya " batin Luna lagi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


hari ini Luna izin tidak masuk kerja karena kondisi tubuhnya kurang sehat. sama beberapa hari belakangan dia disibukkan dengan tumpukan berkas-berkas.

__ADS_1


tok.......tok.....tok....


ketukan pintu terdengar mengartikan seseorang berada di depan pintu kamar Dion. Luna bangun segera membuka pintunya


" mami..... ada apa Mih " ucap Luna melihat mertuanya berada di depan pintu kamarnya.


" Iya ini Mami. tidak ada apa-apa. Kamu pikir siapa yang masuk? apa suami kamu? Dia sedang ke luar negeri. apa sakitmu ini karena kangen sama sama Dion " Koda Mami Sheila kepada Luna.


" tidak mi. Luna kaget aja. Kenapa Mami pakai Ketuk pintu segala kan bisa langsung masuk saja ke dalam kamar Luna" balas Luna kepada Mami Sheila.


Kangen? mana ada kata-kata itu. Luna sangat senang dengan ketidakadaan Dian di rumah ini.


selama satu minggu kemarin dia mendapatkan tugas yang tidak bisa dilihat tunda maupun menolaknya. ini sangat darurat mau tidak mau dia harus mengiyakan untuk pergi ke luar negeri selama 2 minggu.


Sekarang sudah hari ke-12. dua hari lagi Dion akan balik ke Indonesia. Luna bertekad untuk menggugat cerai Dion dalam waktu dekat ini.


Luna hanya membatin dan menggeleng-geleng kepala. dia bingung sama mami Sheila. Kenapa dia sok tahu sekali. Mana ada dia rindu sama suaminya. penghuni neraka yang selalu menyiksa dirinya tanpa ampun dan belas kasihan kepada dirinya. bahkan Luna sebaliknya dari pemikiran Mami Sela yang sok tahu itu. dia bahagia seperti menang undian berhadiah jutaan dolar. kalau dia tidak ada di rumah itu.


"Mami Sheila kenapa pacarnya diri sekali. Siapa juga yang rindu berat sama pemilik rumah neraka ini " batin Luna memandang bingung Mami Sheila.


" kenapa kamu diam Sayang. Jangan pikirkan suami kamu lagi. besok lusa juga dia bakal pulang dan kamu akan puas bersamanya lagi. Jadi sekarang banyaklah istirahat. Mami nggak mau tunggu terlalu lama. saat Dion balik dari luar negeri kamu dan dia harus segera memberi Mami dan Papi kabar bahagia" kata mami Sheila mendadak merubah wajah Luna menjadi tak menentu.


"Apa maksud Mami Sheila tadi. Kabar baik Apa itu. apa dia ingin sekali mempunyai cucu? " batin Luna.


saat ini Luna benar-benar berada dalam posisi yang membingungkan. tidak mungkin dia hamil dengan satu kali melakukan hubungan suami istri. tapi tidak ada jaminan juga kalau yang kuasa sudah berkehendak lain. pasti semua akan terjadi.

__ADS_1


mengandung anak yang tidak pernah terpikir di benak Luna. Dion pria Arogan bermulut sadis Bagaimana dengan nasib anak-anaknya nanti mempunyai Papa seperti Dion.


Gen anak-anak pasti akan lebih dominan pada Sang Bapak daripada sang ibu


Luna tidak bisa memikirkan Bagaimana nasibnya anak-anaknya Jika benar mengikuti jejak Dion. Bisa-bisa orang-orang di luar sana sakit hati mendengar ucapan dari mulut sadisnya itu.


" Aduh amit-amit cabang bayi. apa yang sedang aku pikirkan. Bagaimana bisa berpikiran mempunyai anak dari pria Arogan itu " batin Luna menolak keras lamunannya itu.


melihat Luna terdiam lagi Mami Sheila kembali menyadarkan Luna dari lamunannya.


"Kamu kenapa lagi. Mami merasa bicara sendiri.apa di pikiranmu hanya memikirkan Dion saja.hingga banyak diamnya sejak tadi "kata mami Sheila lagi.kali ini sudah dengan tingkat kepercayaan diri yang tinggi.


"astaghfirullahaladzim. Kenapa mempunyai mertua tingkat kepedeannya yang tinggi. apa nggak capek membayangkan hal-hal yang tidak bisa terjadi. Bagaimana jika harapannya itu tidak terwujud dan hanya ada di angan-angannya saja "batin luna.


Luna memandang bingung kepada Mami Sheila. Apakah dia tidak lelah berkata seperti itu terus. Luna saja yang mendengarkan itu sangat malas sekali.


"Sayang kenapa kamu menatap Mami seperti itu " menyadarkan Luna dari lamunannya. Apa yang dipikirkan Mami Sheila tidak lah tau.


" Iya Mi ada apa" sahut Luna asal. dia tidak mendengarkan apa yang dikatakan oleh mertuanya itu.


" Apa yang sedang kamu pikirkan? Ayo berbagi dengan mami. jangan dipendam sendiri. nanti kamu akan tulis kepikiran. nanti kamu bisa tambah sakit dari pada sembuh " kata mami sheila.


" Luna nggak apa-apa Mi. ini efek dari kata Luna yang kurang sehat " ucap Luna berbohong kepada Mami Saila


...----------------...

__ADS_1


di luar negeri Dian sibuk dengan mengerjakan tugas-tugasnya dari kantor. Bahkan dia Jarang Emang istirahatkan tubuhnya.yang di pikir kan saat ini.Bagaimana caranya agar semua ini cepat selesai dan dia bisa kembali ke indonesia


__ADS_2