Bukan Istri Penganti

Bukan Istri Penganti
tawa lepas Luna dan Alfi


__ADS_3

Jelas dion mengigat kan kepada pembantu nya agar tidak ceroboh. dia tidak ingin sampai kedua orang tua nya tau.tentang kisah rumah tanggah nya hancur lebur tidak tersisa bagaikan butiran debu jalanan yang


"baik tuan.saya mengerti "jawab para pembantu mengiyakan perintah dari Dion.


"kalau papi dan mami bertanya kenapa luna bekerja.bibi jawab saja luna kesepian dan bosan berada di rumah ini sendirian. saya juga sudah mengizin kan luna untuk bekerja" ucap Dion lagi.


" baik Tuan. apa ada lagi yang ingin anda sampaikan kepada saya. untuk jaga-jaga jika Tuan tanyanya besar bertanya kepada saya " tanya pembantu itu memberanikan diri.


pembantunya takut akan salah bicara kepada tuan dan nyonya besarnya besarnya. jika mereka bertanya kepada dirinya tentang hal lain di luar yang tidak dijelaskan oleh Dion.


" pipi hanya perlu diam saja dan tidak usah menjawab pertanyaan Mami dan Papi " jawab Dion dengan entengnya.


Luna menunggu bisnya penuh. Luna merasakan kepalanya semakin sakit . panasnya kota S sangatlah menyengat. apa lagi di bis kota yang di dalamnya penuh sesak. seperti lagu yang sering dinyanyikan pengamen di dalam bis. salah satu untuk mengurangi kepanasan di dalam bus adalah membuka jendela bis lebar lebar. angin mulai masuk ke dalam bis kota sehingga tidak terlalu membuat gerah.


bis kota yang ditumpangi Luna melaju membelah jalanan kota S yang cukup macet di pagi hari.


pikiran Luna tidak berhenti untuk berbicara. Seandai nya aku tidak berada dalam keadaan yang terjepit seperti sekarang . mungkin akan sangat menyenang kan bisa jalan-jalan di pasar malam yang terkenal dengan jajanan murah nya. di sana Luna akan menyibuk kan diri dan juga main permainan di sana.melupa kan sejenak yang telah terjadi pada dirinya belakangan ini dan akan perbanyak shopping


Luna mahela nafas yang panjang membuat dirinya semakin gundah Gulana. pikirannya telah kembali tersadarkan pada keadaan nya saat ini. Bagaimana caranya terbebas dari pernikahan tanpa cinta ini.


25 menit menelusuri kota S akhir nya tiba juga.luna segara turun dari bis kota lalu Dia berjalan memasuki area kantor. seperti biasa Luna tidak memperdulikan mereka yang memandang rendah kepada dirinya. sekilas mereka seperti memperhatikan model yang baru lewat saja.

__ADS_1


" Haduh Akhirnya sampai juga di kantor " Luna menjatuhkan tubuhnya di atas kursi kerjanya .


Luna lebih nyaman di kantornya Daripada di rumah Dion. jika Luna boleh memilih dia akan memilih mengginap di kantor ini dengan tumpukan berkas daripada harus pulang di rumah Dion yang penuh dengan penderitaan lebih tepat disebut neraka.


" Hai Luna....... kamu baru nyampe kantor " Sapa Alfi yang baru datang dan menghanpiri Luna yang duduk termenung menatap ke arah jendela.


" Hai juga Alfi. Iya aku baru nyampe " siapa balik Luna mendongak menatap kepada Alfi.


" Bagaimana dengan keadaanmu? Apa sekarang kamu sudah lebih baik? " tanya Alfi yang masih khawatir dengan kondisi Luna saat ini.


" seperti yang kamu lihat sendiri. aku sudah lebih baik daripada yang kemarin. Bahkan aku merasa lebih baik jika berada di sini daripada di rumah suamiku " jawab Luna tanpa sadar mengeluarkan keluh kesahnya bosan berada di rumah yang seperti neraka.


" sebentar.....sebentar, Maksud kamu gimana? lebih nyaman di kantor Daripada di rumah sendiri? " tanya Afi dengan kaget.


alfimerasa kalah Luna wanita yang sangat aneh dan dia teristimewa di muka bumi ini. perempuan langka yang memiliki pemikiran yang tidak dimiliki banyak perempuan di luar sana. dia Sempat berpikir kalau Luna bukanlah lulusan SMA. kepintaran Luna membuat banyak orang yang mengenal dirinya menjadi ragu kalau dia tamatan SMA.


bahkan kecerdasan Luna di atas rata-rata perempuan yang bekerja di sini. Alfi harus banyak belajar kepada Luna untuk menjadi perempuan yang cerdas dan alfi harus belajar juga dari nya menjadi perempuan yang kuat. agar menjadi wanita yang tidak lemah. yang mau ditindas oleh lelaki brengsek di luaran sana.


" oh tidak . lupakan saja. kamu ada apa datang ke sini ?" tanya Luna mengalihkan pembicaraan nya.


" kebiasaan deh kamu sukanya mengalihkan pembicaraan " kesal Alfi kepada Luna. dia belum Mendapat jawaban dari perkataan Luna tadi.

__ADS_1


"iya.... iya aku minta maaf. kita lupakan saja ya masalah itu. kamu datang ke sini ada keperluan apa Besti? " tanya Luna dengan sopan,lembut dan juga senyuman yang manis.


" nggak usah seperti itu Luna. aku masih normal tidak akan tergoda dengan dirimu " ucap Alfi lalu tertawa.


Luna pun tidak bisa menahan tawanya dengar perkataan Alfi tadi. akhirnya dia pun tertawa dengan lepas. mereka tertawa dengan senangnya melepas perasaan yang sedih dan sakit. mereka mengisi kebahagiaan itu walaupun sebentar. Tetapi mereka pernah merasakan kebahagiaan itu walaupun secuil.


tanpa sengaja Amar melewati ruang kerja Luna. dia melihat Luna tertawa dengan lepas. senyuman manis yang mengembang di bibirnya tidak hilang dari wajah cantiknya itu. mendadak ada rasa bahagia melihat senyuman lepas Luna.


" kenapa aku bahagia melihat senyuman di wajahnya itu " batin Amar.


" Kenapa dengan diriku ? apa aku bahagia melihat tawa lepasnya Luna. Apakah aku suka benar-benar jatuh cinta kepada dirinya. bagaimana bisa aku mencintai perempuan yang sudah memiliki suami "gumam amar. duduk di kursi ke besaran nya.


amar sendiri bingung dengan perasaan nya. apa dia perlu mencari tahu tentang kehidupan rumah tangga Luna. Bagaimana kalau dugaannya itu salah. Apakah dia harus maju untuk merebut Luna dari tangan suaminya. Amar menggeleng-gelengkan kepalanya.membuang jauh jauh pikiran jahat dari kepalanya. bagaimana bisa dia mempunyai pikiran sejahat itu.belum melakukan saja dia sudah yakin merasa kalah dengan keluarga besar nya.


Alfi dan Luna terus saja mengobrol dan sesekali mereka tertawa. entah apa yang mereka bicarakan hingga melupakan jam kerjanya kini telah menunjukkan pukul 08. 13 WIB.1


drettt..... dreeett.... dreettt.....


bunyi telfon kantor . Alfi dan Luna menghentikan perbincangan mereka dan saling menatap satu sama lain. Alfi menaikkan dagunya bertanda dia tidak tahu. ya menyuruh Luna untuk mengangkat teleponnya siapa tahu itu hal yang penting.


" Halo Selamat pagi .bisa saya hantu. sini Luna lunassekretarisnya Pak Amar disini " ucap Luna secara formal sopan dan lembut.

__ADS_1


" Luna ini saya. segera kamu ke ruangan saya. bawa juga berkas buat meeting hari ini " perintah Amar yang sedikit marah.


jangan lupa mampir di novelku yang satunya yang berjudul istri di atas kertas. untuk pelayanan Terima kasih sudah mau mau membaca dan komen di novelku terima kasih banyak


__ADS_2