
1 bulan berlalu semua masih baik-baik saja. hingga suatu hari tanpa mereka sadari ada perampokan di kediaman rumah Edison. perampok tersebut adalah suruhan saingan bisnis keluarga Edison. mereka merasa dijatuhkan dengan meroketnya perusahaan Edison di kalangan pembisnis.
ibu amar sangat terpukul atas kejadian itu. dia menangis histeris tidak terima dengan semua yang menimpa keluarga kecilnya. kenapa harus anak nya yang jadi imbas dari aksi balas dendam antar pembisnis. kenapa bukan yang lain saja. hingga setahun lebih ibu amar depresi atas kehilangan bayi yang sangat dinantikan itu.
setelah kejadian tersebut keluarga Edison memilih pindah dari indo dan tinggal di luar negeri. mengingat kondisi ibu amar kurang baik jika terus berada di indo. dia akan terus teringat Putri kesayangan keluarga Edison.
sebelum kejadian perampokan tersebut ibu Amar sudah mengalungi kalung di leher Putri kesayangannya itu. kalung tersebut bukan kalung sembarangan karena hanya ada beberapa di dunia ini.
ibu amar sengaja memakaikan kalung kepada putrinya agar dapat dikenali banyak orang suatu saat nanti kalau ada yang menyakitinya
~Flash _ on ~
luna terdiam menyimak penjelasan ibu Amar. mendengar semua nya terasa berada di alam mimpi.dia menggeleng kepala tidak percaya tapi kalung tersebut sudah menjadi bukti yang kuat.
mendengar penuturan ibu Amar bahwa kalung tersebut terbatas di dunia. Luna merasa yakin tapi hati kecilnya juga sedikit takut.entah kenapa itu. dia tidak ingin terlalu berharap yang lebih. karena takut kecewa saat terbukti dia bukanlah anak yang hilang tersebut.
Amar shock tidak percaya. selama ini rasa sayangnya bukan karena cinta melainkan rasa sayang terhadap adiknya.pantas sejak awal bertemu sudah merasa kenal dan dekat ternyata semua karena ini. mereka berdua adalah kakak adik.
amar juga sempat berpikir selama ini hatinya sulit dijangkau tentang perasaan apa yang dirasakan. kini semua telah terjawab semua.
"maaf kan ibu putriku.ibu nggak bisa melindungi kamu.ibu telat menemukan mu " ucap ibu Amar menangis bahagia akhirnya bisa bertemu Putri kecilnya kembali.
"ayah juga putriku. jangan membenci kita. Percayalah ayah dan ibu sudah kerja keras mencari kamu. bahkan kami sudah memerintahkan detektif termahal hasilnya tetap saja tidak ditemukan. hingga sekarang takdir mempertemukan kita kembali. di tempat seperti ini "
Luna tak bergeming tanpa sepatah kata. dia mendengar penjelasan dan permohonan minta maaf dari orang tua Amar. apa benar dia anak dari pak Alfa dan ibu Della. berarti dia adik dari kak Amar. Luna kembali merenung pantas saja selama ini selalu merasa nyaman di dekatnya. ternyata ini jawaban dari semuanya.
__ADS_1
"putriku " panggil ibu della melihat tak ada balasan atau reaksi dari Luna.
"hey.... Luna "amar memegang pundak luna hingga tersadar dari lamunannya.
"hmm.... ada apa kak Amar? " luna tidak mendengar perasaan mereka sebelumnya.
"kamu lagi mikirin apa? kenapa kamu termenung seperti ini? apa kamu tidak percaya dengan semua ini. apa kamu nggak mau menjadi adik kecil kakak? " tatap Amar memandang Luna terdiam membeku.
"sebelumnya Luna mohon maaf bukannya tidak percaya. tapi Luna tidak mau membuat ibu Della dan pak Alfa kecewa kalau semua itu tidak sesuai dengan yang diharapkan. hanya karena sebuah kalung yang kalian maksud ini " kata Luna mengungkap isi pikirannya itu.
"kamu tenang saja putriku kita bisa lakukan tes DNA untuk membuktikan agar kamu percaya. bahwa kamu adalah Putri ibu dan ayah yang hilang puluhan tahun lalu"
"kata ibu benar Luna kita bisa lakukan tes DNA sekarang juga biar semuanya jelas"ajak Amar agar semua cepat terbukti dan selesai.
"Amar benar. apa kita tes DNA sekarang? apa luna mau ? " tanya ayah Alfa Luna berharap dia menjawab iya
"kamu tidak usah gelisah seperti itu luna. semuanya akan baik-baik saja. percaya sama kakak "amar menggenggam erat kedua tangan Luna memberi keyakinan dan ketenangan agar tenang.
...****************...
Dion dan Rendy duduk di sebuah cafe sambil menyantap makanan. suasana hati dia masih belum membaik. makanan yang dipesan hanya diaduk-aduk saja dan memainkan tanpa selera memasukkan ke dalam mulutnya.
rendy melihat sahabatnya terus memainkan makanannya di piring dia mengerutkan kening nya menandakan dia bingung.
"hay sob kenapa itu makanan terus diaduk-aduk saja? kalau nggak mau makan sini gue habisin " ucap Rendy kepada Dion.
__ADS_1
"ini makan saja dari pada nanti dibuang " sodor dion tanpa banyak berkata lagi.
"terima kasih banyak. kapan lagi makan gratis seperti ini ""ucap Rendy lalu tertawa.
"hmm...iya "hanya deheman balas Dion.
"kalau ada masalah cerita jangan dipendam sendiri. siapa tahu aku bisa bantu atau kasih saran dan solusi "
" tidak ada sama sekali "ucap singkat Dion.
"kamu nggak bisa bohongin aku Dion. kita sudah sahabatan dari lama luar dan dalam aku paham betul tentang bagaimana kamu. jadi percuma saja kamu bohongin aku nggak bakalan mempan "kata Rendy yakin dia memiliki masalah hingga terus diam dan suasana hatinya tidak seperti tadi pagi sangat bahagia. dia mendadak berubah.
"iya aku lagi memikirkan sesuatu. entah kamu bakal katain aku setelah mendengar cerita ini atau tidak aku nggak tahu dan nggak peduli. tapi satu hal yang aku sangat yakin kamu pasti akan katain dan ketawain aku " ucap dion yakin.
"tergantung ceritanya apaan dulu. nggak mungkin asal kata tertawa. nanti dibilang orang-orang nggak waras alias sinting"
Dian langsung menceritakan semua yang terjadi saat menemui intan yang sedang melakukan permainan ranjang yang menjijikan itu. bahkan dia juga menceritakan semua rencana yang dilakukan kepada intan.
Dion juga menyesal sudah menyiksa orang yang tidak bersalah selama ini. bahkan pernah menodai secara paksa mengambil mahkota berharga tanpa kelembutan sama sekali.
mendengar semua curhatan Dion rendy ketawa terpingkal-pingkal. bahkan tawa nya tak bisa ditahan lagi. kebodohan dia melebihi anak TK tapi jika dipikirkan anak TK masih jauh lebih pintar. Dion terlalu naif atau asli bodoh soal percintaan.
bisa-bisanya menyiksa wanita yang jelas sudah mengetahui tidak ada sangkut-pautnya dengan intan. Rendy berhenti tertawa dan memandang betapa dion merasa bersalah saat ini.tidak pernah Rendi melihat ini sebelumnya.
Rendy salut baru sekali ini melihat Dion begitu menyesali apa yang telah diperbuat bahkan bisa merasa bersalah.
__ADS_1
seumur hidup mengenal Dion rendi mengenal Dion yang malas tau tidak pernah menyesal atas semua tindakan yang dilakukan meski sekalipun itu salah satu merugikan orang lain.