Bukan Istri Penganti

Bukan Istri Penganti
pembatalan kerjasama


__ADS_3

setelah beberapa menit kepergian Amar dari Cafe, Dion pun datang.dia memandang segala arah tidak melihat tanda-tanda adanya klien dari perusahaa Edison. Dion berpikir jika klien mereka saat ini mempermainkan mereka saat ini.


salah paham antar kedua belah pihak bisa terjadi di luaran sana. entah itu sengaja atau pun tidak. secara tidak langsung itu menambah musuh karena penilaian yang satu ke yang lain nya. tanpa mengetahui kebenaran yang telah terjadi.


"kurang ajar aku telah dipermainkan oleh mereka. Aku tidak akan membiarkan ini semua " marah dion menggebrak meja yang sudah dipesan nya.


Dion sangat marah sudah susah payah meluangkan waktu untuk rapat hari ini. Lihat lah sekarang ini. Sekarang semua percuma saja di sini tidak ada seorang pun meski itu utusan atau pun yang lain nya.


Dion terus aja mengomel kesal jika tahu begini dia tidak akan datang. susah payah dia menolak ajakan kedua orang tua nya untuk makan siang di rumah dengan alasan ada rapat yang penting dengan klien. tapi sekarang apa? semua sudah berantakan.alasan dia kini menjadi alasan palsu.janji palsu dari klien nya yang munafik yang kini telah dinilai buruk oleh Dion.


tidak ingin berlama-lama berada di cafe itu Dion langsung pergi dari tempat itu dan langsung melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang untuk kembali ke kantor nya.di sana masih ada berkas-berkas yang harus dia tandatangani dulu. Dion tidak ingin karena masalah ini suasana hati nya menjadi hancur. meski sekarang suasana hati nya sudah hancur dia tidak ingin menambah lebih parah lagi.


"Rendy kamu ke ruangan saya sekarang juga nggak pakai lama " perintah dion. saat tiba di kantor dia langsung menuju ke ruangan nya.tanpa basa-basi Randy langsung mengekor di belakang Dion.


Rendy merasakan Aura yang tidak beres dari cara bicara Dion. dia yakin kalau ada masalah dengan rapat hari ini dengan klien. Lihat lah sekarang suasana hati nya sudah terlihat jelas seperti harimau yang seakan-akan ingin menerkam mangsa nya.


" Ada apa lagi ini. Kenapa aku yang harus terkenah imbas nya kalau suasana hatinya yang rusak. sungguh parah Dion ini selalu menjadikan aku sebagai pelampiasan amarahnya saja " batin Rendy memandang kepergian Dion menjauh dari ruangan nya.

__ADS_1


meski begitu Rendy selalu menuruti perintah nya. sekarang Rendy sudah berada di ruangan Dion. sekarang Dion sudah duduk di kursi nya sambil mengangkat kaki kiri nya memangku pada kaki kanan di atas paha nya.


wajah Dion terpancar jelas kesal dengan muka yang di tekuk-tekuk seperti kanebo kering. tidak ada semangat untuk hidup.entah Kenapa dan dengan siapa saat ini Dion kesal rendi juga tak tau.


ada sih sob? wajah kamu kok ditekuk-tekuk kayak begitu " tanya Rendy tanpa basa-basi. saat ini Rendy tidak ingin bercanda dengan suasana hati Dion yang tidak mendukung sama sekali.


Dion menatap Rendy dengan tajam. dia belum juga menjawab untuk apa menyuruh Rendy kemari. jika tidak ada yang penting ngapain nyuruh ke sini buang-buang waktu saja. Masih banyak pekerjaan yang harus Rendy kerjakan selain berdiri seperti ini hanya ditatap tidak jelas oleh Dion.


" ngapain kamu melihat diri ku seperti itu. kamu dengar nggak sih aku ngomong apa. ngapain kamu menyuruh aku datang ke sini. kalau nggak ada yang penting lagi aku mau balik ke ruangan ku. masih ada banyak pekerjaan yang harus aku urus " ucap Rendy yang jengkel Terus dilihat oleh Dion tanpa berniat sedikit pun mengucap kan sepatah kata pun dari mulut nya.


"batalkan semua pekerjaan yang berkaitan dengan perusahaan Alfa Edison sekarang juga tidak ada tapi- tapian " tegas Dion seketika membuat Rendy terkejut mendengar ucapan Dion barusan.


"Kenapa harus dibatal kan semua nya? Emang ada masalah. bukan nya hari ini kamu ketemu sama mereka? " tanya Rendy tidak sanggup menahan keingintahuan nya.marah ya marah silakan dia tak peduli kalau Dion marah dengan keinginan tahuan nya dia yang berlebihan.


" perusahaan mereka telah membohongi dan mempermainkan kita " ucap Dion mulai mencerita kan semua yang telah terjadi hari ini.


Rendy kaget dengan apa yang diceritakan oleh Dion.

__ADS_1


"parah banget mereka. kalau tidak berminat kerjasama atau tidak niat untuk datang kan bisa ngabarin. Apa susah nya ngabarin gitu aja.ini bukan lagi tidak profesional, tapi mereka sudah meragukan kualitas kinerja Perusahaan kita " kata Rendy. dia bukan nya menjelas kan atau menenang kan secara baik kepada Dion tetapi ini malah menambah permusuhan. kini amarah Dion semakin meledak.


"iya saya tahu itu. maka nya saya menyuruh kamu untuk membatal kan semua kerjasama dengan mereka dan kirim langsung data-data nya ke mereka" balas Dion.


"Ya sudah aku keluar dulu mau mengurus berkas-berkas yang kamu minta tadi " kata Rendy cepat.dia ikutan kesal mendengar cerita dari Dion tadi. sekarang dia tahu seperti apa yang dirasa kan oleh Dion tadi.


...****************...


di perusahaan Alfa Edison semua orang sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing. tanpa melihat raut wajah Amar yang tiba memasuki kantor dengan wajah yang kesal penuh amarah. waktu nya Tidak Dianggap berharga bagi perusahaan Adi Jaya. apa mereka pikir karena perusahaan mereka terbesar dan terpandang di Indo. mereka bisa semena-mena dan seenak nya sendiri dengan klien.amar benar-benar tidak terima dengan semua yang terjadi pada hari ini. dia merasa dihina secara tidak langsung.


dreettt.... dreeettt.... drettt... dreeettt


telepon kantor pun berbunyi. saat ini Luna lagi membuat laporan yang diminta Amar tempo hari. untuk dokumen kerja sama dengan klien yang akan menjadi kolega kerja mereka untuk beberapa tahun ke depan.


"halo iya dengan saya sendiri Luna sekretaris Pak Amar dari perusahaan Alfa Edison " ucap Luna dari ujung telepon secara formal lengkap tanpa kurang satu kata pun.


" ini saya Amar. siapkan surat pembatalan kerja sama di Alfi dan antarkan sekarang juga ke ruangan saya" perintah Amar dengan nada yang tegas tanpa ingin dicela ataupun dibantah Kenapa alasan tersebut bisa mendadak.

__ADS_1


Luna mendengar perintah pimpinan perusahaan begitu penuh penekanan tidak berani bertanya. Luna baru pertama kali mendengar nada Amar begitu tegas. tidak seperti biasa nya yang dia mendengar saat masuk kerja sebelum nya menjadi takut.


__ADS_2