
"Dasar perempuan murahan. luar nya saja menolak tawaranku. dalamnya pasti menginginkan nya. pasti dalam hatinya menyesal. dramamu sangat bagus sekali. Tapi tidak dengan diriku" Dion memandang kepergian Luna yang tak terlihat lagi
mendengar hinaan majikannya kepada istrinya, pembantunya menggeleng-gelengkan kepala.
"Apa kesalahan Nyonya Luna hingga dibenci seperti ini oleh Tuan. sejauh mata memandang dan mengenal Nyonya Luna dia orang yang baik ramah dan sangat ceria. Dia juga tidak memandang rendah kepada pembantunya dan kepada orang lain".
" ya Allah kuatkan Nyonya Luna menghadapi cobaanmu.berikan kekuatan pada nyonya Luna perempuan yang sabgat baik ini, Meski aku baru sebentar mengenalnya. kami sudah sayang dan jatuh cinta pada nyonya luna dengan sikap yang baik ramah dan ceria kepada semua orang di sini" batin Bibi yang di penuh harap doanya cepat dikabulkan oleh yang maha kuasa.
Dion bingung dengan dirinya sendiri. setelah diobati bibik tanpa menyentuh makanan tersaji yang dibuatkan Bibi di meja makan. nafsu makannya tidak enak kali ini. karena Luna terus saja membantah untuk membuatkan makanan untuk dirinya.
" Tuan makanannya ini bagaimana?" tanya pembantu memberanikan diri melihat majikannya pergi tanpa memakan masakan yang dibuat oleh dirinya.
__ADS_1
" buang saja kalau tidak berikan kepada orang yang mau memakannya. nafsu makanku sudah hilang" jawab Dion tanpa menoleh dan terus berjalan.
" Dasar perempuan murahan. dirimu sudah membuat nafsu makanku berantakan hari ini. lihat saja balasan yang akan kau dapat" gumam Dion keluar dari rumah menuju ke perusahaannya.
kini Luna telah tiba di sebuah perusahaan tempat diri nya mengajukan lamaran kerjanya di posisi karyawan biasa. entah bagaimana dia sendiri juga bingung. Bagaimana bisa dia dipanggil interview dengan lulusan SMA.
Luna mencoba berpikiran positif. mungkin ini sudah rezekinya dan takdirnya setelah menghadapi ujian hidup selama ini. semua mata karyawan menatap remeh kepada Luna yang memakai kemeja putih pendek dan rok di atas lutut dengan menggunakan sepatu yang trepes. rambutnya sengaja dibiarkan tergerai.
" selamat pagi Pak. saya Luna kemarin yang sempat dapat email dari HRD untuk interview kerja hari ini " ucap Luna dengan ramah.
kini Luna telah berada di ruang interview. setelah diberi arahan semua pertanyaan dijawab dengan benar dan tepat oleh Luna. atasan tersebut kaget Bagaimana bisa Lulusan SMA bisa menjawab pertanyaan sarjana S1 itu. sedangkan Luna bukan lulusan S1.
__ADS_1
" Apakah benar Kamu lulusan SMA? "tanya manajer yang penasaran sejak tadi. Bagaimana Luna bisa menjawab semua dengan benar tanpa ragu.
" Iya Pak seperti tertulis di CV saya. aku hanyalah lulusan SMA" jawab Luna ikut Bingung kenapa tiba-tiba Bapak manajerbertanya seperti itu ya
" ya suduh..... Saya sudah melihat CV kamu. tapi bagaimana bisa kamu menjawab dengan tenang dan benar semua pertanyaan dariku. banyak pelamar yang gagal dengan pertanyaan ini. Bahkan mereka bergelar sarjana bukan lulusan SMA seperti dirimu" jelas Bapak Manager
" semua ini sudah Kehendak di atas. kita sebagai umatnya hanya bisa mengikuti apa yang sudah diatur. begitu juga yang Bapak katakan tadi mungkin saja ini bukanlah rezeki mereka tetapi ini rezeki saya " jawab Luna dengan bijaknya.
" kamu bukan hanya cantik. tapi juga pintar dan juga sangat bijak. Saya yakin suami kamu sangatlah beruntung memiliki istri seperti dirimu " Puji bapak personalia tersebut.
Luna hanya tersenyum tanpa membalas pujian Bapak tersebut. Karena semua itu tidaklah benar sama sekali. tak ada kata-kata beruntung bagi keduanya meski itu dari luna atau pun dari Dion. yang ada hanyalah sebuah penyiksaan penghinaan dan penderitaan. yang selalu Luna rasakan bersama Dion.tidak ada kata bahagia di dalam pernikahan nya.
__ADS_1