Bukan Istri Penganti

Bukan Istri Penganti
penyelidikan Rendy


__ADS_3

" jadi istrinya Dia bekerja di sini dengan jabatan sekretaris CEO. lumayan baik juga perusahaan sebesar ini dengan mudah mendapat posisi yang lebih tinggi. Apa hal ini sudah diketahui oleh Dion? tapi kayaknya tidak mungkin buktinya saja Dia menyuruh Aku mencari tahu Jadi dia belum tahu tentang ini semua " batin Rendy.


orang tersebut melihat jamnya Rendy langsung menyapa


" Bapak kenapa? apa sudah membuat janji dengan ibu Luna? " tanya ulang resepsionis itu.


" Aduh saya lupa belum membuat janji dengan ibu Luna. tadi Saya melihat ibu Luna datang Jadi saya buru-buru mengikutinya. Kalau boleh tahu pria yang datang bersama ibu Luna itu tadi siapa? " Rendy hati-hati dalam berkata tidak ingin orang yang ada di hadapannya itu curiga.


" kalau begitu Bapak harus membuat janji terlebih dahulu dengan ibu Luna. baru bisa menemui Ibu Luna. untuk hal tersebut yang Bapak tanyakan tentang pria yang berhubungan dengan ibu Luna adalah adik dari CEO perusahaan ini " jelasnya membuat Rendy tidak bisa berkata apa-apa lagi.


Tunggu Luna luar biasa dengan mudah berbau dan akrab dengan adik CEO. tahu aku tidak mudah dan gampang bagi semua orang di luar sana dapat akal seperti Luna apalagi saat ini orang yang dekat sama Luna adalah orang terpandang di kalangan pembisnis Indonesia.


pikiran Yudha sudah bercabang antara memuji dan lainnya tentang semua yang dilihat dan didengar dia saat ini.


Baru kali ini dia melihat langsung adik dari Amar Edison. selama ini dia hanya melihat dari media dan televisi saja ternyata asinya lebih tampan dan menarik. pantas saja dirinya tak mengenal Arya secara langsung semua itu karena perbedaan asli dan media online sungguh sangatlah berbeda jauh.


" apa bapak ingin membuat janji ketemu atau ada lagi yang ingin ditanyakan? " tatap resepsionis itu melihat trendy yang diam entah apa yang dipikirkan dirinya. membuat dirinya bingung tidak tahu harus berkata apa.


melihat tidak ada reaksi perasaan orang tersebut resepsionis itu Melambaikan tangannya.


" halo apakah Bapak baik-baik saja? " tanya resepsionis itu dengan bingung. Kenapa setelah mendengar berita seorang di hadapannya menjadi terdiam.


" ah Maaf Bu. Apa ada yang Ibu katakan tadi? " tanya Rendy yang sejak tadi dia melamun karena semua informasi yang dibutuhkan sudah dia temukan


melihat orang di hadapannya terlihat aneh. tapi jika dilihat dari fisiknya semuanya baik-baik saja Apa ada gangguan di otaknya. itulah yang saat ini berada di dalam pikirannya.

__ADS_1


" tidak saya hanya sedang memegang pesan yang harus saya sampaikan langsung ke ibu Luna dari suaminya " bohong Rendy


" Jadi benar Ibunya sudah memiliki suami. Jika boleh tahu suaminya bekerja apa dan di mana? " kepo orang tersebut yang sudah lama mendengar gosip jika Luna sudah memiliki suami. Tapi masih belum saya karena tidak ada bukti yang membenarkan omongan Luna saat itu.


kirain dia mendengar perkataan resepsionis yang tidak kenal suami Luna mengurutkan kening. bagaimana mereka tidak tahu. apa Luna tidak pernah memberitahu siapa dia sebenarnya atau siapa suaminya itu. semua sungguh aneh sekarang. sekarang yang dipikir Rendy dengan penyidikannya yang terasa rumit dari apapun yang pernah dia bayangkan.


" Ternyata semua yang aku pikiran tidak semudah yang ku bayangkan Kenapa banyak hal yang membuatku kaget dengan kehidupan Luna. semakin banyak mencari tahu semakin banyak aku dikejutkan. sungguh istri yang penuh dengan teka-teki" gumam Rendy menggelengkan kepala.


" Bapak barusan berkata apa? Saya tidak mendengarnya "


" Ah tidak saya hanya Sedang berpikir bagaimana bisa kalian tidak tahu suami Ibu Luna. padahal suaminya orang terpandang dan terkenal di Indo dan di luar negeri "


" Apa maksud Papa suami Bu Luna orang penting di dunia pembisnis? " tanya resepsionis itu memastikan dengan apa yang didengar barusan.


mendengar pernyataan yang mendengar katanya dengan kenyataan tak biasa ternyata suami Ibu Luna yang selalu mereka bicarakan sebagai jalan ternyata dia adalah istri dari orang terpandang di negeri ini.


melihat reaksi orang dihadapannya mendadak perubahannya Yudha menaikkan alisnya. dia pun bertanya kepada resepsionis itu.


" apa Ibu tidak percaya dengan apa yang saya katakan tadi? Saya punya buktinya Ibu bisa melihat sendiri " tunjuk Rendy pada bukti foto saat acara resepsi Dion dan Luna.


orang tersebut melihat di gambar wajah Luna dan Dion yang begitu jelas. keringat dingin tak tahu harus kata apa lagi selain berubah sikap dari sekarang daripada terlambat.


" mampus gue kenapa baru tahu sekarang kenapa tidak tahu dari dulu saja. Biarkan saja sekarang gue sudah tahu Lagian belum terlambat juga untuk berubah daripada tidak sama sekali " tadinya lagi menenangkan pikiran agar tidak menyesal karena saat ini belum terlalu jauh untuk berubah.


" apa Ibu sudah percaya sekarang? " tanya Rendy melihat wajah bingung Entah kenapa dia sendiri juga tidak tahu.

__ADS_1


" tidak Pak Apa ada yang ingin bapak sampaikan untuk ibu Luna biar nanti saya sampaikan kepada beliau " sarannya menawarkan diri


" tidak Nanti saya akan langsung menghubungi dia saja. kalau begitu saya permisi dulu " kata Rendi pamit undur diri.


persamaan dengan kepergiannya Arya keluar menuju parkiran karena ponselnya tertinggal di mobil.


Luna lari menyusul Arya Kenapa saya tidak tertinggal di dalam mobil melainkan berada di ruangan yang tanpa sengaja terselip di ujung sawah saat mereka berbincang bertiga.


"ka ar " teriak Luna


banyak pasang mata melirik Luna yang memanggil adik CEO dengan panggilan aneh menurut mereka. Luna masih belum sadar dengan keadaan sekarang meski terus dipandang oleh aneh oleh karyawan lain Luna tidak peduli semua karena efek tidak sadar buru-buru.


" ka ar berhenti sebentar " teriak pulang Luna hampir tiba di dekat Arya


Tanpa mereka sadar saat itu Rendy juga berada di dekat mereka.


Rendy bingung dengan nama panggilan istri Dion kepada adik CEO. seharusnya Luna memanggil dengan sebutan Pak Kenapa memanggil dengan sebutan Kak ar. Apa itu nama kesayangannya. pikir Rendy yang menganalisa dengan apa yang didengarnya barusan.


" apa Luna juga sama seperti mantan Dion si wanita gila itu. Kayaknya aku harus lebih dalam menyelidiki dia. Luna banyak menyimpan rahasia dan teka-teki" tebak Rendi dengan mata terus lekat memandang Luna yang menghampiri Arya.


Luna tidak mengenal Rendy sekalipun. Randy pun berada di di hadapannya.


Luna Tata menghampiri Arya dan menyerahkan ponselnya.


" Astaga ternyata ponselnya sedang bermain petak umpet dengan diriku " kata Arya mengulur tangannya menerima uang selalu mengajak ngajak kecil rambut Luna seperti seorang anak kecil

__ADS_1


__ADS_2