
pertanyaan mana sangat sulit untuk dijawab oleh Dion. meski terdengar mudah saat dikatakan tapi beda untuk yang ditanyakan. terlihat sulit untuk dia menjawabnya.
melihat diamnya Dion guna dapat menebak tanpa butuh ucapan dari mulutnya.
" kami tak usah menjawab aku sudah tahu. terlihat jelas dari wajah Diam kamu. sudah berikan jawabanmu sekarang juga" kata luna
Dion diam tak bisa membalas perkataan Luna.
" Ya sudah kalau gitu aku harus segera kembali ke kantor " pamit Luna bangun dari duduknya. Luna langsung ditahan oleh Dion dengan memegang tangannya.
Luna menoleh melihat Dion memegang tangannya segera menepis namun Semakin ditepi Semakin erat pegangan tersebut. hingga akhirnya Luna menyerah juga.
" Ada apa lagi kamu mencegah aku. bukannya semua sudah selesai. sekarang aku harus kembali ke kantor"
" aku minta maaf kepadamu" ucap Dion hanya dapat mengatakan satu kata yaitu maaf.
" maaf atas semua kesalahanku padamu. dan juga pertanyaan yang tak bisa aku jawab "
" Aku sudah memaafkan dirimu. untuk yang tadi itu adalah hak kamu mau menjawab atau tidak. Dari dulu aku sudah tahu hatimu akan selalu milik Kak Intan "
" semua tidak tidak benar " Banta Dion tidak setuju dengan perkataan Luna barusan.
" sekarang hati ini bukan milik wanita siluman itu. Bahkan aku merasa jijik pernah mencintai dia Begitu dalamnya "
" semua yang terjadi tidak perlu disalin lagi. karena semua yang lalu akan tetap seperti ini. tidak akan pernah bisa diubah lagi. yang perlu diubah adalah bagaimana kita berubah menjadi lebih baik dari yang kemarin-kemarin "
__ADS_1
diantar dia mendengar perkataan bijak yang dikatakan oleh Luna barusan. semua memang benar apa adanya.
" aku permisi dulu masih banyak yang harus aku urus di kantor "
Lagi dan lagi Dion menahan Luna.
" Aku tahu aku salah kepadamu. saat ini mungkin hatiku belum bisa menghapus sepenuhnya nama Intan dari hatiku. tapi aku berjanji akan segera menghapus dirinya dari hidupku. aku hanya membutuhkan waktu saja "
" Aku akan memberikanmu waktu. segera selesaikan masalahmu dengan Kak Intan. jika masih belum selesai jangan temui aku sebelum semua benar-benar selesai "
" Maksud kamu apa Luna? masalah apa lagi? Aku dan wanita ular itu sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi. semua sudah selesai bahkan kami sudah tidak ada hubungan sama sekali saat ini "
" kamu bisa menganggapnya sudah selesai. tapi tidak dengan Kak Intan. semua tidak mudah seperti apa yang kita bayangkan. bahkan sesuatu yang kamu katakan tidak mungkin orang tersebut akan berkata sama dengan dirimu. setiap orang memiliki perbedaan dalam berpendapat dan berpikir. bahkan tidak semua orang memiliki selera yang sama. misalnya dalam berpenampilan dan juga makanan. Aku harap kamu bisa berpikir bijak dan logis dengan sesuatu yang kamu hadapi sekarang"
" iya... iya. aku berjanji akan urus semuanya dengan Intan. Aku mohon jangan lakukan apa yang kamu katakan tadi kepada diriku "
lihat kebugaran Luna meninggalkan tempat itu Dion tidak lagi menahan. Semua ini karena Intan. Kenapa harus menjadi penghalang di antara hubungan yang sedikit lagi membaik ini.
" ah sialan. Kenapa harus ada Intan di tengah-tengah kami. Kenapa juga Luna harus bertanya seperti itu kepada diriku. bodohnya lagi aku kenapa tidak bisa membaca situasi apa yang akan dikatakan oleh Luna. baru saja senang diberi kesempatan dan sekarang jadi sangat berantakan " kesal Dion tiba-tiba ponselnya berdering.
ternyata pesan masuk tersebut dari Luna. wajah Dion mendadak berubah berseri-seri kembali setelah membaca pesan tersebut.
Luna kini sudah kembali berada di dalam kantor. kejadian tadi membuat dirinya menjadi bahan beberapa anak sebagai karyawan perusahaan yang melihat dirinya bersama Dion tadi.
Luna menganggap obrolan mereka seperti angin lewat saja. Berbicaralah sepuas yang mereka mau jika bosan juga pasti berhenti sendiri.
__ADS_1
Luna melewati mereka dengan senyum sebagai balasan dari arti tatapan mereka. dia tak sedikitpun membalas perkataan mereka dengan balasan tajam juga.
saat masuk di ruang kerja betapa kagetnya Luna melihat kedua sosok pria duduk anteng di sofa menatap kedatangan dirinya,
" Kakak kenapa ada di ruanganku? bukannya berada di ruangan kalian sendiri? " tanya Luna berjalan mendekati kedua Kakaknya itu.
" Kami khawatir tidak menemukan keberadaan dirimu di ruangan kerja. setiap ruangan sudah kami cari tapi tidak juga menemukan dirimu. Hingga tidak sengaja ada salah satu karyawan memberitahu kepada Arya. Jika kamu jalan berdua dengan suami Brengsek kamu Dion " jelas Amar memandang Luna yang kini sudah duduk di sampingnya.
" Iya Kak tadi Luna berbicara dengan Dion di cafe sebelah kantor. tidak enak berbicara di depan kantor. semua mata karyawan terus memandang kami dan hal itu tidak nyaman bagi Luna. sehingga Luna mengajak ngobrol Dion di tempat lain "
" ngapain dia datang menemui kamu? dari mana dia tahu kalau kamu berada di sini? "
" Luna juga tidak tahu soal itu. karena Luna tidak bertanya kepada Dion. tapi yang Luna tahu kedatangannya kemari untuk meminta kesempatan memperbaiki semuanya "
mendengar kata kesempatan amar dan Arya kompak berkata" jangan diberi kesempatan lagi " tolak keras memberi kesempatan kepada Dion.
Luna mendengar kata yang kompak dalam ucapan kedua Kakaknya langsung memandang bergantian.
" Kenapa kak amar dan Kak ar kompak kayak begini? apa salah Luna memberi kesempatan kedua kepada Dion? Jika dia tidak secara baik kesempatan yang luna berikan Luna tidak akan memberi kesempatan lagi kepada Dion "
" jangan dan akan selalu jangan " lontong lagi kedua kompak.
" Ayolah Kak Apa salahnya memberikan kesempatan kedua kepada Dion. Semua orang berhak mendapatkan kesempatannya. Tidak ada manusia yang bersih akan kesalahan. Semua orang pasti melakukan kesalahan. tapi hal yang membedakan adalah cara dalam melakukan kesalahan itu yang berbeda "
" kakak tahu itu tapi Dion tidak pantas diberi kesempatan kedua. setelah Apa yang dilakukan Dion terhadap dirimu tidak bisa ditoleransi lagi kan? kenapa kamu begitu mudah memberi kesempatan kepada Dion. apa saja yang dia katakan kepada dirimu Hingga tercuci dan begitu mudah termakan omongannya "
__ADS_1
" tidak ada kak. Dion tidak mencuci otak Luna. tapi Luna hanya mencoba berpikir apa salahnya memberi kesempatan kepada Dion. bukannya semua manusia berhak mendapatkan hal itu. jika ada seseorang yang benar-benar ingin berubah "
" tetap kakak tidak setuju dengan pendapatmu. apa yang akan kamu lakukan jika memberi kesempatan kedua kepada Dion? besok juga kamu akan meninggalkan Indonesia dan melanjutkan pendidikanmu di Paris. jika Kakak berpikir tidak perlu memberi kesempatan kedua Tetaplah seperti ini. cari pria lain saja. Dion tidak pantas untuk kamu yang baik dan cantik seperti ini