Bukan Istri Penganti

Bukan Istri Penganti
menemukan orang tua kandungnya


__ADS_3

"kenapa aku tidak bisa percaya sama omongan Luna. kenapa aku sangat bodoh hingga bisa dibutakan dengan cintanya intan " batin dion.


"arrkkkkhhaaaas " teriak Dion frustasi.


bisa-bisanya dia menjadi pria bodoh karena mencintai seorang wanita begitu besar.


Dian berjanji pada dirinya untuk tidak mencintai wanita begitu besar. dia tidak ingin hal ini terjadi untuk kedua kalinya sudah cukup menjadi pria bodoh yang saat itu. sekarang tidak lagi.


Dian kembali berpikir bagaimana caranya meminta maaf kepada Luna. bagaimana juga kemarin dia sudah salah menuduh bakal menyiksa hingga berulang kali hingga Luna terluka.


"apa yang harus aku perbuat. apa dia akan memaafkan diriku. setelah aku meminta maaf apa sebaliknya aku mencoba memperbaiki rumah tangga kami " ucap dion.


"sial kenapa serumit ini. kenapa dari dulu aku tidak percaya sama perkataan Luna. kalau jadi begini aku sendiri yang pusing. aku tidak tahu cara meminta maaf kepada Luna yang sudah menyakit dia begitu dalam" Dion mengajak kasar rambutnya lalu mengusap wajahnya dengan gusar.


saat ini perasaan diam berada di persimpangan jalan. dia bingung harus memilih satu jalan yang dia tuju dan lalui.


jika waktu bisa diputar kembali ingin rasanya dia mempercayai ucapan Luna daripada cintanya yang tak jelas seperti ini.


Dion menata gambar yang berada di ponselnya. di gambar layar terdapat sepasang mempelai pria dan wanita. Dion mengusap lembut foto wanita tersebut.


ya wanita itu adalah Luna Daniel pasangan prianya adalah dirinya.


"maafkan aku selama ini telah menyakitimu begitu dalam. maaf tidak pernah percayai ucapanmu. maaf juga untuk semua keburukanku kepada dirimu " usap Dion pada foto itu dengan penyesalan yang sangat teramat.


...****************...


Luna dan amar telah berada di restoran. keduanya duduk berbincang kecil sambil menunggu kedatangan keluarga Amar.


10 menit kemudian orang tua amar datang. ibu Amar sangat anggun meski usianya sudah tidak mudah lagi. kecantikannya masih setia melekat di wajah ibu Amar. begitu juga dengan papa Amar sangat wibawa dan tegas. terlihat dari raut wajahnya yang sangat pemimpin. tidak salah dengan semua yang dimiliki. dilihat dari tampang wajah sudah terlihat pemimpin pasti orang kaya.


Luna membatin tajuk melihat kedatangan orang tua amar. entah kenapa hatinya merasa aneh.


"assalamualaikum. sudah lama menunggunya "salam dan juga sapaan kedua orang tua amar bersamaan.


"waalaikumsalam. baru juga sampai " sahut keduanya bersamaan juga.


mata ibu amar langsung tertujuh menatap aneh kepada Luna. entah kenapa merasa pernah kenal. kenapa sekali melihat merasa begitu dekat.

__ADS_1


melihat reaksi istrinya terus memandang Luna dari ujung kaki hingga rambut seperti sedang merendahkan gaya penampilan nya. suaminya langsung menegur istrinya.


"sayang ada apa " tepuk sang suami menyadarkan istrinya.


" *eh...iya*tidak ada apa-apa kok " kagetnya karena tepukan dari sang suami.


"ibu kenapa menatap luna seperti itu? apa ada yang salah dengan penampilannya? " tanya Amar yang tidak suka dengan cara pandang ibunya seolah merendahkan luna.


"jadi namanya Luna "


" iya bu namanya Luna "jawab Amar.


setelah mengetahui namanya ibu Amar tidak berkata lagi. matanya tak sengaja tertuju pada kalung yang digunakan Luna di lehernya.


"kalung itu? bagaimana ada di gadis ini? siapa sebenarnya dia? kenapa memiliki kalung yang tidak mungkin di miliki oleh orang lain di luaran sana " batin ibu Amar


ibu amar bernama Della almi Edison dan suaminya bernama Alfa Ariesta edison.


tidak ingin semakin penasaran mommy Della membuka suaranya.


"silakan saja Bu. saya akan menjawab sebisa saya " jawab Luna dengan spontan.


"kalung itu kamu dapatkan dari mana? dan apa boleh Tante lihat kalungmu itu ? "ucap ibu Amar.


Luna bingung untuk apa ibu Amar bertanya seperti itu. kenapa sampai meminta melihat segala.apa sangkut pautnya pertemuan ini dengan kalung yang dipakai. pikir Luna binggung.


" tapi untuk apa Bu? " tanya balik Luna sebelum mengiyakan permintaan ibu Amar.


"tidak. saya hanya ingin melihat saja. apa boleh? "


"iya Bu boleh " balas Luna segera melepaskan kalungnya.lalu di terimah oleh ibu amar.


mata ibu Amar menatap melekat kalung itu dengan mata yang berbinar-binar. tanpa sadar buliran bening pun menetes.


"sayang kenapa kamu menangis. ada apa "panik ayah Alfa.


"yah lihatlah kalung ini " tunjuk mommy kepada suaminya menunjukkan kalung Luna.

__ADS_1


reaksinya juga sama seperti istrinya setelah melihat kalung itu.


"kenapa setelah melihat kalung luna reaksi ayah dan ibu seperti itu.ada apa sebenar nya "binggung amar mengaruk garuk rambutnya yang tidak gatal.


kedua nya tidak menjawab mereka saling melihat dengan tersenyum.


"Luna apa boleh Tante bertanya sesuatu kepada kamu "


"boleh bu. emang mau tanya apa? " bingung Luna melihat reaksi aneh orang tua Amar melihat kalungnya itu.


" apa kalung ini milik kamu dari sejak bayi " tanya ibu Amar berharap mendapatkan jawaban iya dari Luna.


"iya Bu. kata orang tua angkat saya kalung ini sudah ada saat Luna ditemukan di tumpukan sampah depan rumah " jawab Luna dengan sedikit sedih.


mendengar perkataan Luna bahwa dia ditemukan ditumpukan sampah depan rumah orang tua angkatnya wajah sepasang suami istri itu mendadak menjadi lesu.


Luna bingung dengan perubahan mendadak orang dihadapannya ini. tadinya senyum sekarang berubah menjadi lesu.


" maafkan saya "lirik ibu Della sendu.


"maaf ? maaf untuk apa ya Bu ? " bingung Luna.


ibu Amar tidak melanjutkan lagi ucapannya. dia terdiam memandang wajah Putri kecilnya. berpuluh-puluh tahun hilang diculik saingan bisnis yang iri hati atas kesuksesan perusahaan dalam waktu singkat.


~flashback~


saat keluarga Edison merintis usaha perusahaan Alfa Edison naik drastis dalam jangka waktu 1 tahun. hal tersebut banyak pembisnis lain iri hati kepada perusahaan Edison.


hingga suatu hari saat persalinan ibu Amar yang sangat dinanti anggota keluarga Edison berkumpul tak sabar menanti putri kecil kesayangan di keluarga Edison.


mendengar tangisan bayi dari dalam telah lahir dengan selamat. semua mengucap rasa syukur atas kelancaran persalinan ibu dan anak itu.


"Alhamdulillah sayang. terima kasih sudah berjuang melahirkan Putri kita. Lihatlah Putri kita sangat cantik seperti kamu "ucap Alfa mencium kening istrinya.


"iya yah. Putri kecil kita sangatlah cantik. terima kasih sudah memberikan kebahagiaan kepada aku dan juga kedua anak kita. dan sekarang sudah bertambah satu lagi. sudah lengkap keluarga kecil kita "senyum Della. tubuhnya yang masih lemas karena persalinan.


"iya sayang. sekarang kita sudah memiliki dua putra dan 1 Putri. aku tidak ingin kamu kesakitan lagi. sudah aku putuskan tiga anak sudah cukup "kata Alfa yakin kita ingin melihat kesakitan sang istri melahirkan buah hati mereka

__ADS_1


__ADS_2