Bukan Istri Penganti

Bukan Istri Penganti
bangkitnya Dion dari keterpurukan


__ADS_3

Papi Roni melihat Arah pandangan istrinya tahu jika saat ini dirinya sedang berdoa dalam hatinya. dia juga sama saat ini butuh adalah batinnya tentang kebahagiaan putranya itu.


meski sekarang Dian bisa kembali ceria Tapi semua tidak menjamin bertahan lama. apa mendengar keputusan Luna Dion akan bisa menerima atau sebaliknya. harapan mereka saat ini Dian kuat apapun keputusan Luna saat ini. karena kecil harapan mereka saat ini untuk Luna menerima dan memberi kesempatan setelah yang diperbuat oleh Dion kepada Luna.


" mi..... apa Mami memiliki nomor baru Luna? " tanya Dion di sela-sela dia mengunyah makanan di mulutnya.


" nomor baru? " pulangnya tidak mengerti nomor baru apa.


" iya nomor baru. Nona sudah mengganti kontaknya makanya aku tidak bisa menghubunginya lagi " jelas dia menatap serius maminya yang tidak tahu soal ini.


" Mami tidak tahu soal itu. Dari mana kamu tahu Luna mengganti nomornya?" Mami penasaran dari mana dia tahu kalau selama ini saja hubungan mereka sangat renggang.


Dion diam dan menjawab kembali pertanyaan Maminya.


" menebak saja Mi" jawab enteng Dion.


mereka menggeleng-gelengkan kepala dengan jawaban anaknya. percakapan dia suka menebak menebak. biasanya juga selalu mencari bukti terlebih dahulu.


" ini keburukan kamu Bang titik jangan kebiasaan untuk menebak. biasakan untuk mencari bukti terlebih dahulu biar tidak jadi fitnah nantinya " nasehat Mami Sheila agar dia dapat menghilangkan perilaku buruk yang dapat Merugikan dirinya sendiri.


" Iya Mi akan Dion lakukan " ucap Dian sambil menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


" Nanti Mama akan coba menghubungi Luna untuk membuktikan perkataan kamu "


" Iya Mi... semoga tebakanku benar jika tidak berarti Luna telah mengganti nomornya" dia tidak dapat berkata lagi menyampaikan isi pikirannya itu kepada orang tuanya.


"hush... sudah Jangan berpikir negatif lagi. kita harus berpikiran positif thinking saja "


" tapi aku sudah melakukan itu mi. Pikiranku terus mengarah ke situ saja. berusaha mencoba tetap saja tidak bisa "


" itulah keburukan kamu Bang. sekarang cobalah Meski perlahan tapi pasti"


" benar benar apa kata mami kamu itu Bang. perlahan tapi pasti seperti papi dulu sama Mami juga kayak begitu " Papi Roni membenarkan perkataan istrinya.


" jadi dulu papi juga sama seperti Dion " tanya Dion mematikan dengan apa yang didengarnya barusan.


" kan Papi sendiri tadi yang bilang Kenapa mendadak seperti menarik lagi semua perkataannya "


" bukan menarik tapi membenarkan perkataan Papi"


" Sudah gitu saja ditempatkan kayak kata topik lain saja. Papi juga udah tua bukannya mengalah tapi tetap saja ngotot " ceramah mami Sheila pusing melihat perdebatan tak jelas anak dan suaminya.


...****************...

__ADS_1


pagi hari seperti biasa Dion sudah bersiap berangkat bekerja. berangkat tidak lupa dia menyantap sarapannya.


hari ini Dion menggunakan jas setelan berwarna merah marun dengan rambut tidur ke samping seperti kayak Oppa Oppa Korea.


kemudian tidak mudah lagi kini usianya sudah menginjak 30 tahun meski di usia kepala tiga ketampanannya masih terlihat jelas di wajah bagi siapa orang yang melihatnya itu


" Bang jangan terlalu diforsir kerjanya. waktu istirahat Langsung istirahat Jangan menunda-nunda nanti kamu sakit. kepentingan yang paling utama adalah kesehatan " nasehat Mami Sheila melihat dandanan rapi Dion yang ingin segera berangkat setelah sarapan itu.


" Iya Mi " sahut Dion mengiyakan nasehat Mami Sheila.


" bank hari ini ada klien dari luar negeri yang akan datang ke perusahaan kita. berikan yang terbaik untuk mereka jangan mengecewakan mereka.meski perusahaan Adi Jaya besar " Papi Roni mengingatkan Dion agar tidak lupa diri dan besar kepala dengan apa yang dimilikinya sekarang.


" Iya Pi. Dian akan selalu ingat itu semua"


" Ya sudah sana berangkat nanti kamu terkena macet lagi dan terlambat untuk bertemu dengan klien " usir Mami Sheila.


" jadi Mami usir Abang nih " tanya Dion dengan wajah cemberut.


" Mami tidak usir Abang. Mami tidak mau Abang terkena macet nanti kasihan kliennya menunggu lama kalau mereka sudah datang terlebih dahulu "


"" jadi maksud Mami klien lebih penting daripada Dion itu? " tanya dia memastikan perkataan Maminya yang ditangkap dari penjelasannya.

__ADS_1


" bukan begitu bang. sudah kamu langsung berangkat saja Mami pusing menjelaskan sama kamu. kamu nggak paham-paham juga " Mami menyerah pasrah menjelaskan beribu kali juga Hasilnya sama bikin pusing kepala saja.


__ADS_2