Bukan Istri Penganti

Bukan Istri Penganti
perhatian Amar kepada Luna


__ADS_3

Tak Ingin beradu pendapat semakin panjang Luna memutuskan untuk naik dan langsung tidur.meladeni Dion hanya buang-buang waktu saja.besok dia harus bekerja dan bertemu Pak Amar untuk meminta maaf atas ketidak sopanan nya karena dia tidak mengangkat telepon dari nya


bukan karena sengaja tidak mengangkat telepon dari Amar. melainkan semua karena Dion yang suka mencari masalah dengan satu tujuan Semata. agar luna di marahi atasan nya dan akhir nya dipecat dan menjadi pengangguran lagi.


Luna tertidur pulas di kasur yang sangat empuk milik Dion. kasur yang berbeda dengan kasur yang selama ini dia tempati dan tiduri.


Dion menyadari Sunyi nya ruangan ini langsung menoleh ke arah kasur melihat Luna Sudah terlelap. sekarang bisa saja Luna sudah berada dalam alam mimpi. entah itu mimpi buruk atau kah mimpi baik yang dialami Luna.


Dion berharap mimpi Luna sangat buruk sekali. mimpi buruk yang pantas untuk orang jahat seperti Luna. biar seimbang dengan kejahatan yang sudah dilakukan nya.


satu jam sudah Dion menghadap laptop. akhir nya pekerjaan kantor nya telah selesai semua nya.


"Akhir nya selesai juga pekerjaan ku " sambil merentangkan kedua tangan nya lebar-lebar merasa sangat lega pekerjaan nya sudah selesai.


Dion berdiri menghirup udara di malam hari. angin sepoi sepoi malam menambah dingin cuaca yang sudah dingin menjadi lebih dingin sekali.


dia meletak kan laptop nya pada meja dan melangkah masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri seperti biasa nya sebelum dia tidur.


Dion sudah terbiasa dari kecil selalu membersihkan diri sebelum dia tidur. Jika dia belum bersihkan diri dia tidak bisa tidur.


setelah selesai bersih-bersih Dion melangkah menuju tempat tidur. dia memandang Luna yang tertidur begitu pulas. wajahnya saat tertidur begitu damai seperti orang baik tanpa dosa. cantik, natural.wajah alaminya Luna saat tertidur tampak jelas di mata Dion terus memperhatikan wajah Luna.


"Sungguh kamu sangat cantik " satu kata keluar dari mulut dia tanpa dia sadari.


"Dia sangat cantik kalau sedang tidur. Kenapa saat bangun Dia sangat menyebalkan sekali. Seandainya kamu tidak memiliki dua kepribadian pria manapun gampang jatuh cinta kepada dirimu " ucap Dion lagi.

__ADS_1


Dion menjatuhkan Badannya pada kasur dengan mata lekat menatap Luna. tangannya mengelus pipi cantik Luna dengan lembut. Entah kenapa mendadak dia melakukan sesuatu yang tidak pernah dia lakukan.


"maaf jika aku sangat kasar kepada dirimu selama ini dan selalu menyakiti kamu " ucap Dion sambil mengusap lembut rambut atas Luna.


...****************...


tanpa terasa dengar Jalannya waktu penuh dengan drama kehidupan pernikahan. ini pernikahan Dian dan Luna sudah genap 2 bulan.


2 bulan bukan waktu Sebentar dan bukan hal yang mudah untuk dilalui mereka berdua. terutama bagi Luna. melalui banyak lika-liku kehidupan yang sampai sekarang masih dia hadapi. banyak tetes air mata sebagai bukti penderitaan yang dialami oleh Luna.


Selama 2 bulan hidup bersama Dion tidak ada sikap baik yang ditunjuk kan Dion kepada Luna. hal tersebut membuat Luna yakin dan percaya tidak ada gunanya terus-menerus mempertahan kan pernikahan ini. jika terus dipaksakan akan ada hati yang tersakiti dan terluka


" Kamu pasti bisa Luna. Ayo kita bangkit. kita harus akhiri pernikahan ini. jangan biarkan ini berlanjut atau Kamu sendiri yang akan lebih hancur dari ini " ucapnya menyemangati dirinya sendiri.


dia melihat nama penelepon di layar ponselnya. tidak butuh banyak waktu lunas segera mengangkat teleponnya dan menekan tombol hijau ke tengah.


" Halo Kak. Ada apa Telepon Luna " sapa Luna pada penelpon yang menghubungi dirinya.


" Halo Luna. Bagaimana keadaan kamu sekarang? apa sudah lebih baik sekarang? kalau belum segera Periksa ke rumah sakit sekarang juga" ucapnya melempar banyak pertanyaan setelah Luna mengangkat sambungan telepon darinya.


orang yang menghubungi Luna adalah Amar. setelah 2 bulan berlalu hubungan amar dan Luna semakin dekat. bahkan banyak yang mengira mereka menjalin hubungan asmara.Tapi semua itu hanyalah sebuah gosip saja.


"Kak Bagaimana Luna mau menjawab. kalau kakak melempar banyak pertanyaan seperti ini " kata Luna menggeleng-gelengkan kepalanya dengan perlakuan Amar yang berlebihan menurut dia.


" maaf... Kakak khawatir saja sama kamu. sekarang bagaimana keadaan kamu? apa sudah lebih baik atau perlu Kakak Antar kamu Periksa ke rumah sakit sekarang? " tanya Amar lagi.

__ADS_1


dia masih belum mendapatkan jawaban yang dia inginkan dari mulut Luna di seberang telepon.


" Kakak tenang saja. Luna sudah radak mendingan. besok bisa masuk kerja. jadi nggak usah terlalu khawatir yang berlebihan kepada Luna seperti itu "


"kamu ini. Kakak khawatir bukannya senang malah dikatain berlebihan. Lain kali nggak mau Aku khawatir sama kamu lagi " ngambek amar kepada luna.


"cieh...cieh. kamar ngambek nih yeeh " kode Luna tertawa puas mendengar suara embel-embel Amar sangat lucu menurutnya saat ini.


" kamu ini. Kakak ngambek bukannya merayu. ini tambah ngejek. suka kamu kalau kakak ngambek lama-lama kayak gini? " tanya kamar kepada Luna.


" tidak kakakku sayang. Luna hanya bercanda saja. nggak usah dimasukin hati segala. Luna sayang sekali sama Kak Amar " ucap lunas spontan mengucapkan kata sayang kepada Amar.


mendengar Luna mengucap kata sayang kepada dirinya. hati Damar berubah menjadi tidak karu-karuan. Entah kenapa hatinya panas dingin bergejolak satu kata dari Luna sesaat membuat perasaan Amar berdebar tak menentu. kamar saat ini dia sudah menyayangi Luna. entah itu sebatas adik atau lebih. hanya Amar yang bisa sadar dengan hatinya sendiri.


" Halo Kak. Apa Kakak mendengar suara Luna? Kenapa Kakak diam saja? " teriak Luna bingung. Kenapa mendadak tidak mendengar suara Amar lagi.


"iya....iya Luna. Kakak mendengar semua apa yang kamu katakan " balas sama dengan gugup.


" ya sudah. sekarang kamu lanjutkan saja istirahatmu. jaga kesehatan dirimu. jangan lupa makan yang banyak dan minum obat biar cepat sembuh " kata Amar mengingatkan lunas di seberang telepon yang senantiasa mendengar nasehatnya dan sekaligus orang yang dia sayang. entah batas Kakak atau lebih.


perasaan Luna saat ini sama seperti Amar bimbang menentukan perasaan cinta dan sayang mereka hanya sebatas kakak beradik atau lebih dari itu semua.


" Iya kakakku. jangan lupa makan yang teratur Jangan sampai sakit nanti nyusahin Keluarga kakak malahan" sahut Luna balik mengingatkan Amar untuk makan.


" siap sayangku. aku akan menuruti semua perintahmu " ucapan Mas semangat mendadak hilang karena tidak ada balasan dari Luna lagi.

__ADS_1


__ADS_2