
"Apa Bapak sudah yakin dengan keputusan bapak. saya baru tiga hari bekerja di sini. Bagaimana bisa memberikan kepercayaan yang begitu besar kepada saya " ragu luna.menerima semua ini. Dirinya sadar kalau dia belum pantas untuk menerima kepercayaan yang begitu besar.
"kenapa kamu ragu. apa wajah saya kelihatan bercanda" tanya amar.
" bukannya begitu pak.saya merasa tidak pantas menerima kepercayaan sebesar ini. bapak bisa memilih yang lainnya.jangan saya pak" tolak halus luna.
" ini adalah keputusan saya. tidak bisa diganggu gugat lagi" perintah amar tanpa mau di bantah.
Luna mendengar atasannya sudah memberi Ultimatum kepada nya.mau tak mau dia harus mengiyakan atasan nya itu dari pada di pecat.
Karena sekarang susah mencari pekerjaan kantoran hanya dengan bermodalkan ijazah SMA.semua perusahaan rata-rata memilih karyawan yang bermodalkan ijasa sarjana semua.
" Baik Pak saya akan melakukannya" jawab Luna lagi tidak dapat menolak dan mengiyakan perintah Amar.
" Ya sudah sekarang kamu boleh keluar. nanti saya kirim email apa saja yang harus kamu lakukan. Oh ya besok kita akan ada meeting dengan klien. siapkan semua proposal yang kita butuhkan. Jangan sampai ada kesalahan sedikitpun sedikitpun. karena klien kita yang kali ini bukan orang sembarangan" ucap Amar memperingati Luna.
" Baiklah kalau begitu. apa ada hal penting lagi yang Bapak mau sampaikan kepada saya Sebelum saya pergi" tanya Luna memastikan sebelum meninggalkan ruangan CEO nya.
Entah mengapa Luna merasa sangat nyaman berada di dekat Amar. entah perasaan Apa itu dia sendiri juga tidak tahu.yang dia tahu sekarang berada di dekat amar membuat dia bisa lepas melakukan apa saja yang dia inginkan.bahkan dia tidak sungkan untuk bertanya.
jika biasanya Luna sedikit Canggung dengan atasannya atau dengan orang baru yang dia kenal. tapi kali ini berbeda Luna tidak merasakan hal itu semua.
" tidak ada. sekarang kamu boleh keluar" jawab amar.
__ADS_1
perjalan menuju ruangannya Luna berpikir Kenapa dia sangat nyaman dengan Atasan nya yang baru dia kenal itu. naksir atau apa ya.amar memiki tinggi badan175 cm.mata yang bulat berwarna biru kecoklatan.hidung yang sangat mancung dan rambut yang acak-acakan seperti model Korea zaman sekarang.
perempuan mana yang tidak akan jatuh cinta dengan ketampanan yang dimiliki oleh Amar. sudah kaya,ganteng, mandiri juga. dia juga anak dari pemilik perusahaan ini.
Luna belum tahu setajir apa Atasannya itu. dia hanya mendengar dari karyawan lain kalau Amar orang asli Indonesia. karena ada masalah mereka memutuskan untuk tinggal di AUS dan menetap di sana.
kedatangan keluarga Edison ke Indonesia adalah untuk membangun perusahaan Alfa Edison. mereka hanya ingin mengembangkan perusahaannya lagi.yang akan dikenal oleh kalangan masyarakat dan rekan bisnisnya.
" Kenapa dengan diriku ini. sadar Luna kamu sudah menikah. Jangan memikirkan pria lain sebelum kamu benar-benar berpisah dengan pria Arogan itu" gumam Luna yang menyadarkan diri nya sendiri. semua karyawan menatap Luna yang berbicara sendiri. mereka berpikir pasti Luna baru saja dimarahi Atasannya itu.
Luna sangat bingung kenapa semua karyawan melihat dirinya. Apakah ada yang salah dengan dirinya atau dengan penampilannya. Perasaan dari tadi tidak kenapa-napa Masa sih sekarang berubah.
" Ada apa dengan mereka. Mengapa mereka melihatku seperti itu. seolah-olah mereka menghina diriku" batin Luna bertanya-tanya.
Luna melihat setiap arah Di mana semua karyawan yang masih setia melihat dirinya.
diri nya bingung Kenapa sejak dia keluar dari ruangan Pak Amar semua karyawan memandang dirinya terus dengan aneh. sehingga Luna tidak nyaman berada dalam situasi seperti ini.
" apakah dirimu habis Dimarahi Pak Amar? " Tanya balik karyawan tersebut.
" dimarahin? tidak kok Mbak " ucap luna sambil mengerutkan kedua alisnya. Dia bingung apa yang dimaksud orang tersebut.
"iya kan. Kamu dipanggil Pak Amar ke ruangannya pasti dimarahin. tidak mungkin kan dia memuji karyawan lulusan SMA seperti dirimu" hina karyawan tersebut kepada Luna.
__ADS_1
Luna hanya diam saja mendengar hinaan karyawan tersebut. Dia sadar apa yang mereka katakan memang benar ada nya. namun Bukan berarti semua lulusan SMA itu bodoh.
dari kejauhan Alfi melihat Luna yang sedang di hakimi. semua karyawan terus memandang rendah kepada Luna yang hanya seorang lulusan SMA saja.sedang kan mereka semua adalah lulusan sarjana tanpa terkecuali.
" apa-apaan kalian semua. kita di sini di gaji untuk bekerja. bukan ngegosip atau mojokin karyawan lain seperti ini " tegur Alfi pada mereka semua.yang tiba-tiba datang di dekat Luna dan menceramahi mereka semua.
" dan kamu ya" Tunjukkan Alfi kepada karyawan yang tadi menghina Luna.
" kamu kira kamu sudah hebat apa di sini. Emangnya kamu sudah menjadi bos sampai merendahkan lunas seperti itu. apa hanya karena dia lulusan SMA saja? asal kamu tahu saja ya.kepintaran Luna di atas rata-rata gak sebanding dengan diri mu yang lulusan sarjana.luna diterima bekerja disini dengan jabatan lebih tinggi dari pada diri mu.sekarang suda jelas luna lebih pint**ar dari pada diri mu" ucap Alfi penuh penegasan. dia secara tidak langsung menghina balik karyawan itu.
"palingan luna ada main mata dengan pak amar.maka nya dia diterima disini dengan jabatan yang tinggi" ucap karyawan itu lagi.
Bukannya dia diam karyawan itu Semakin menjadi jadi omongannya dengan pembelaan alfi kepada luna.
"ada main mata Gimana maksud kamu hah? Apa kamu pikir Luna wanita murah seperti dirimu. tiap malam mencari kesenangan dengan banyak lelaki di luar sana" skak mati alfi kepada karyawan tersebut.
karyawan tersebut diam berpikir bagai mana Alfi tahu semua itu. apa Alfi selalu mengintai diri nya sehingga tahu kelakuannya yang begitu tidak baik untuk di lakukan.
tubuh nya mendadak lemas. dia ketakutan kalau kelakuan nya terbongkar. banyak pasang mata yang berbalik menatap diri nya setelah mendengar perkataan Alfi.
keringat dingin bercucuran keluar dari wajah nya. Bagai mana tidak? selama ini dia sudah bermain dengan sangat cantik. semata-mata hanya agar tidak ada orang yang tahu kelakuannya
" kenapa kamu diam? apa kamu takut ketahuan dan malu?jika diri mu tidak ingin ini semua semakin runyam dan panjang.kamu juga akan malu sebaiknya kamu pergi dari sini" ancam Alfi penuh dengan penekanan.
__ADS_1
mendengar ancaman Alfi karyawan tersebut langsung pergi dari hadapan mereka. dia melarikan diri mencari amal agar dia tidak lebih dipermalukan lagi.
"baru di acam saja sudah kabur. dari tadi ke mana aja Bu? apa harus dibongkar dahulu rahasianya baru bisa pergi " ucap Alfi sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. melihat karyawan tersebut seperti seseorang yang dikejar-kejar setan.