
"sial kenapa aku nggak sadar Kalau Pak Amar dari tadi di sini.kalau sudah begini matilah diriku " batin Alfi menyesal sudah mengarang cerita bohong kepada Luna.
niat Alfi awal nya hanya ingin mengerjain Luna.malah dia Kena batu nya dari hasil kebohongan nya sendiri mau ngerjain sahabat nya sendiri.
memang benar kata orang-orang jika semua di awali dengan kebohongan atau apapun itu yang niat nya sudah tidak jujur akhir nya akan mendapat balasan setiap dari kelakuan atau ucapan nya sendiri.
"Kenapa kalian diam? Ayo dilanjutkan lagi ngerumpin nya. Saya ingin mendengar Pendapat kalian tentang diriku.mungkin saya bisa berubah setelah mendengar pendapat kalian selama bekerja di sini tentang saya " ucap Amar meminta Alfi untuk melanjutkan ucapan.
Luna tidak tahu tentang apapun ini. dia menjadi bingung mengurutkan kening nya. Ada apa ini semua? Kenapa mendadak Alfi diam ketakutan dan Pak Amar dingin seperti kulkas.
"Ada apa ini kenapa sekarang aku berada di posisi terjepit seperti ini. posisi yang tidak menyenangkan dengan situasi aneh penuh dengan Hawa yang sangat dingin seperti di kulkas" batin Luna menjadi takut berada di tengah-tengah Hawa dingin ini.
...****************...
Dion sibuk mengurus tugas yang pernah dia tunda karena perubahan suasana hati yang disebabkan oleh luna saat ini di hidup nya.
"Semua ini karena perempuan murahan itu. Seandainya dia tidak pernah masuk ke dalam kehidupan ku.aku yakin saat ini semua nya tidak akan seperti ini. pekerjaanku tidak akan menumpuk seperti gunung "umpat Dion kesal kepada Luna..
Lagi Dan Lagi Dian menyalakan Luna yang tidak ada sangkut paut nya dengan masalah pekerjaan dia kerja menumpuk itu adalah kesalahan diri nya sendiri. Kenapa dia melempar kan itu semua menjadi kesalahan Luna.Tidak ada sekecil benang kebaikan mengenai Luna Apakah begitu rendah dan buruk nya Luna di mata Dion? sehingga terlihat sekali benang saja tidak ada artinya.
"perempuan itu harus menanggung semua ulah dan perbuatannya.karena dia saat ini aku harus bekerja ekstra keras. karena dia juga aku menolak ajakan Papi dan Mami untuk pulang " ucap Dion mengepal keras kedua tangannya.
Alfi masih saja Diam seribu bahasa. tidak ada kata-kata yang bisa dia Jadikan untuk pembelaan membela dirinya. selain diam mengunci mulut itu jalan yang terbaik dan jalan satu satunya.
"Alfi kenapa kamu diam " Panggil Amar menatap dengan Aura dingin dan mengintimidasi yang ditunjuk kan nya.
Luna hanya mendengar kan.dia ingin berbicara tapi dia bingung harus berkata apa.wajah Amar sangat menakut kan.dinginnya AC kalah dengan Hawa dinginnya Aura Amar sekarang.
"Iya Pak. Ada apa? " sahut Alfi. dia tak berani melihat wajah Amar. dia masih tertunduk ketakutan.
__ADS_1
"kenapa berhenti? apa kamu tidak berniat untuk melanjutkan nya lagi? " ucap Damar
yang tadinya dia sudah kesal ditambah kekesalan mendengar Alfi menjelek-jelek kan di hadapan Luna. Jika saja kepada orang lain dia tidak peduli lagi. Tapi itu kepada Luna perempuan yang kini membuat isi hati nya bimbang atas rasa cintanya dan perasaan nya.
"Maaf Pak.saya tidak bermaksud **be**gitu kepada bapak.tadi saya hanya bercanda ingin ngerjain Luna. tidak lebih dan tidak ada maksud lain "ungkap Alfi jujur menjelaskan kepada Atasan nya itu.
" Beneran kamu? apa itu semua bukan alasan kamu saja untuk membela dirimu dan menyelamatkan dirimu saja ? " tanya Amar memastikan. bisa saja itu alasan Alfi untuk membela dirinya.
"saya serius pak. Saya berani bersumpah demi apapun itu " ucap Alfi serius tidak terlihat kebohongan dari perkataan dan juga matanya.
"Baiklah saya percaya. Lain kali kalau ingin membicarakan saya langsung saja di depan saya. jangan di belakang saya seperti ini. karena itu semua tindakan seorang pengecut dan pecundang saja " ucap Amar bicara dengan nada pedasnya kepada Alfi.
Luna mendengar ucapan tajam Amar kepada Alfi sontak membuat dirinya terkejut. ternyata mulut Pak Pak Amar tajam juga kalau sedang emosi. dia baru menyadari dan mendengar langsung hari ini ucapan Amar yang sedang emosi.
"Iya Pak. Saya janji tidak akan mengulangi nya lagi " janji Alfi serius dapat mengerjain Luna dengan bahan gosip atasannya sendiri.
"hemmm" Amar hanya membalas perkataan Alfi dengan Deheman saja.
"ini Pak saya ingin proses menjalankan perintah Pak Amar " jawab Luna.
"lain kali jangan ngerumpi atau ngegosi di jam kerja " ucap Amar memperingati Luna. hal itu sontak membuat Alfi kaget sekali.
"reaksi nya Pak Amar hanya begitu saja? pikirku tadi Pak Amar akan marah-marah ternyata tidak seperti yang aku bayangkan " batin Alfi.
Kini Alfi mempunyai banyak pertanyaan di benaknya saat ini. Apa benar dugaan nya kalau Pak Amar menyukai Luna. tapi luna nya biasa-biasa saja belum sadar kalau Pak Amar suka dengan dirinya.
saat ini Alfi hanya bisa berbicara pada batinnya sendiri. Bagaimana bisa atasannya ini menyukai perempuan yang berstatus istri orang.
kehidupannya sangat miris sekali. banyak perempuan yang cantik dan masih lajang bukan istri orang.bosnya lebih memilih perempuan yang sudah memiliki suami.
__ADS_1
" Iya Pak saya juga minta maaf. Saya tidak akan mengulangi hal ini lagi " ucap Luna menatap wajah Pak Pak Amar yang menampilkan sikap dinginnya.
" Baik saya terima Maaf Dan Janji mu itu. Jangan pernah kamu ulangi lagi " balas Pak Amar. sekali lagi hal tersebut membuat Alfi malongo terkejut tidak percaya.
saat Alfi berkata seperti Luna Amar hanya membalas dengan deheman saja. sekarang Pak Amar malah menjawab Luna dengan lembut. pantas saja umurnya yang sudah memasuki kepala tiga belum juga punya pendamping hidup. ternyata ini salah satu alasannya untuk melajang.
" dasar atasan plin-plan sekali. kalau tahu kamu kayak begini mending tadi aku jelek-jelekin lebih parah lagi " batin Alfi.
...----------------...
2 jam sudah Dion berkutat dengan dokumen Akhirnya selesai juga. Dion segera menghubungi Rendy.
" kamu ke ruanganku sekarang juga. jangan lama-lama " perintah Dion tegas lalu mematikan panggilan teleponnya tanpa mendengar balasan dari Rendy di seberang sana.
" dasar Dion. kebiasaan sekali mematikan telepon begini. apa dia tidak ingin mendengar jawabanku sebelum matikan teleponnya secara sepihak " kerutu Rendy kesal kepada Dion.
baru saja beberapa jam dia bisa tenang kembali ke ruangannya untuk melanjutkan kerjanya lagi yang sempat tertunda karena Dian mendadak memberikan tugas baru pada dirinya.
namun sekarang Lihatlah dia sudah dipanggil oleh Dion. entah apalagi yang akan disuruh Atasannya itu. Rendy sudah siap dan ikhlas. karena tidak ada jalan lain selain mengiyakan dan mengikuti perintah Atasannya itu.
" ya Allah apalagi yang akan diperintahkan oleh Dion. dia nggak bisa apa lihat aku tenang sedikit dalam satu hari saja" batin Rendy yang kesal kepada Dion.
" Ada apa lagi Kamu memanggil diriku " tanya Rendy saat tiba di ruangan Dion.
" ini Ambilah dan kerjakan" Dion menyodorkan dokumen kepada Rendy.
" Ini apaan? Kenapa kamu kasihkan kepada diriku" tanya Rendy yang bingung lihat disodorkan dokumen dari Dion. tapi dia belum terima.
" buka dan lihatlah sendiri " perintah Dion kepada Rendy.
__ADS_1
Rendy yang awalnya penasaran sekarang menjadi geregetan ingin segera tahu isinya. penasaran sudah mendarah daging kental di pikirannya. setelah dipanggil dan dikasih dokumen yang tidak dia ketahui isi di dalamnya itu apa.