
Perasaan Luna mendadak sakit.begitu bencinya dion pada diri nya.hingga tidak menganggap penting sebuah pernikahan mereka. Tapi apa yang bisa dilakukan luna selain menerima pernikan ini juga tanpa adanya cinta. jika diteruskan akan bertambah sakit hatinya.
" Iya..... Semoga saja kamu tidak terlibat dalam masalah ini. Jika kamu terlibat akan Aku pastikan dirimu mendapatkan balasan berkali-kali lipat dari perbuatanmu.yang telah kau lakukan kepada ku dan intan" ancam Dion meremas gelas minuman hingga pecah. tanpa peduli rasa sakit di tangannya.
berbeda dengan Luna. Dirinya menjadi khawatir dengan apa yang terjadi. tangan dion sudah dipenuhi darah yang mengalir dan menetes ke lantai.
Luna meninggalkan Dion mencari kotak obat di laci. Setelah menemukan kotak obat dirinya kembali menemui Dion. awalnya Dion berpikir Luna pergi karena malas mendengar ocehannya lagi. Ternyata dugaannya salah. Luna Pergi mengambil kotak obat untuk mengobati tangannya yang terluka dan berdarah.
" berikan tanganmu. bisa infeksi jika tidak segera di obatin" Luna menarik paksa tangan Dion. Dengan sikap tarikan itu di tepis dengan kasar.
" Jangan pernah menyentuh diriku dengan tangan kotor mu itu. Bukannya sembuh nanti tambah infeksi lebih parah " hinaan Dion tak didengarkan oleh Luna dan dia pun tetap memaksa mengobati tangan Dion.
" marah ya marah Luna tak peduli niat dia hanya satu mengobati tangan Dion meski terus ditolak. Dia akan lebih keras kepala kali ini. Semua nya demi keselamatan Dion bukan dirinya.
__ADS_1
Luna terus memaksa tangan Dion semakin mengeluarkan darah. Jika dibiarkan lebih lama bisa infeksi. dia tidak peduli bahkan kebaikan Luna yang ingin mengobatinya mentah-mentah ditolak dengan kasar.
" apa dirimu budek " teriak Dion.
" Sudah kubilang jangan sentuh diriku dengan tangan kotormu itu " lanjut Dion melihat Luna dengan rasa muak.
" kenapa dirimu sangat keras kepala sekali.Jika sekarang tanganmu sedang terluka buang gengsimu. Jangan sakiti diri sendiri hanya karena emosi " balas Luna melihat Dion dengan rasa kesal.
" diriku tak akan pergi sebelum mengobati luka di tanganmu. Terserah dirimu mau bilang apa terhadap diriku. aku tidak peduli sama sekali " bentak Luna keras kepala tanpa memikirkan dirinya sendiri.
" semakin kamu memaksa semakin diriku rasa jijik dengan sentuhan tanganmu. Stop berlaga baik ataupun keras kepala. Karena itu tidak membuatku berubah pikiran tentang dirimu. Perempuan murahan tetap menjadi perempuan yang tak tahu diri tidak akan pernah bisa berubah. Jadi hentikan harapan kamu yang ingin dinilai baik" hinaan Dion tanpa berpikir katanya sangat pedas sebatas cabai.
" kamu bebas ngomongin aku dengan mulutmu itu. Aku tidak pernah salah kan itu. tapi Sekali Ini Saja biarkan diriku mengobati kamu. jika ini dibiarkan ini akan bisa infeksi. lihat darah kamu terus keluar " jelas Luna dengan lembut menunjukkan darah yang terus keluar dan menetes di lantai.
__ADS_1
" berikan kotak obat itu pada bibi. Aku tidak mau kamu yang ngobatin diriku " ucap Dion menoleh pada bibi yang sudah paham maksud akan majikannya itu.
Pembantu tersebut mendekati Luna mengambil kotak obat yang diletakkan di atas meja makan.
" kalau begitu saya izin pergi dulu " pamit Luna langsung pergi dari hadapan Dion.
belum jauh melangkah kakinya berjalan terdengar suara teriakan. siapa lagi kalau bukan pria Arogan itu.
" berhenti kamu.Siapa yang menyuruhmu pergi dari sini " teriak Dion yang sangat keras.
jika kebaikanku terus ditolak. Bagaimana dengan kejahatan yang kau lakukan kepadaku. batin Luna sambil ngelamun.
seketika badan Luna merespon ucapan dion. Berhenti tepat mendengar teriakan Dion. Luna langsung berbalik menghadap Dion dengan tatapan bertanya-tanya kepada Dion.
__ADS_1
ada apa dia memangil ku dan menyuru diri ku balik lagi.