Bukan Istri Penganti

Bukan Istri Penganti
mencari intan


__ADS_3

" Kenapa kamu terdiam?apa perkataanku itu salah?Apakah kamu sebelumnya belum pernah mendengar kata seperti itu? " Dion melihat Luna seperti orang kebingungan.


"owh.....tidak....." ucap luna yang bingung harus menjawab apa. Jujur dia tidak tahu harus senang dengan perubahan dion.


" bagus...... kamu harus bisa membedakan mana yang akting dan mana yang nyata. karena itu yang aku lakukan saat Aku berbicara denganmu "


Luna bingung dengan apa yang dikatakan oleh Dion barusan maksudnya apa. membedakan akting atau yang nyata. semua kata-kata itu memutari pikiranku. mencerna apa yang dikatakan oleh Dion. Luna semakin pusing saat memikirkan kata-kata itu.


" Maksudnya bagaimana ini? Aku nggak ngerti? " bingung Luna menatap Dion.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


luar negeri Intan sama sekali tidak memikirkan Dion. pikirannya hanya tertuju pada karir yang mulai dia Rintis.


Intan yakin kalau dia akan sukses menggapai cita-citanya. Menjadi seorang model terkenal dan papan atas. meski dia harus berada lama di luar negeri intan siap. tujuannya hanya satu yaitu sukses sebagai model.


" Intan jangan lupa, Sebentar lagi kita akan ke studio untuk casting. Aku harap kamu yang akan terpilih"


" Terima kasih banyak. Aku tak tahu harus berkata apa selain berterima kasih. kamu sangat baik kepadaku dan selalu mendukung semua cita-citaku. Aku harap kamu jangan sekali kali untuk berubah"


" itu tidak akan. aku akan menjadi Satria yang sama seperti kamu kenal dulu tidak akan pernah berubah" ucap satria langsung memeluk erat intan.


Meski hati nya terasa nyeri saat ucapkan kata itu. kalau itu memang demi kebaikan intan, satria akan lakukan apapun itu demi intan.


" Ya sudah sekarang kamu harus siap-siap Iya nanti tidak lama-lama menunggu kamu "


" Aku mandi dulu ya. Jangan kangen sama diriku. aku tidak bisa menanggungnya ketika dirimu kangen"


" nggak usah kepedean. Mana ada aku kangen dengan dirimu. yang ada itu kebalik kamu kangen dengan diriku "

__ADS_1


" maaf aja ya. aku gak suci kangen dengan dirimu. tiap hari saja aku melihat dirimu mulu"


" sudah sana masuk. Kapan gantinya kalau kamu ngomong terus"


" baik bosss... cerewet amat sih kamu. kamu kayak emak-emak yang lagi milih sayur di Abang jualan sayur"


" Kamu pikir aku tuh abang-abang penjual sayur apa?"


" bisa jadi sih. cinta tertawa sambil masuk ke dalam kamarnya dan meninggalkan Satria jengkel karena ejekan barusan"


di kamar Luna merasa sangat sedih. dia lagi dan lagi tertipu Oleh Dion dengan mulut manis Dion. yang mengerjai dirinya. sok baik dan manis hanyalah kamuflase untuk mengerjai Luna.


" kenapa aku sangat bodoh bisa percaya dengan kata-katanya. mana bisa lelaki seperti itu gampang berubah. kenapa aku itu gampang percaya sama lelaki. ucapan Luna merutuki kebodohan nya. yang mempercayai lelaki seperti Dion.


Awalnya aku percaya saja. tapi kepercayaan itu harus hilang karena semua itu hanyalah pura- pura. ke pura-puraan hampir saja membuat aku menjadi Bimbang.batin luna.


Luna pun masih meratapi kebodohan nya. yang gampang percaya sama cowok arogan dan kejam seperti Dion. lelaki tak berhati berwujud manusia dengan kelakuan yang seperti iblis.


Bagaimana dirinya memutih kebutuhan dirinya sendiri kalau dia hanya berdiam diri di rumah saja. Luna tidak ingin membebani kedua orang tuanya. dia sadar kalau sekarang bukan tanggung jawab mereka.


Akhirnya belum pernah mendapatkan ide terbaik bagi dirinya untuk dapat memenuhi kebutuhannya Selama masih menjadi istri Dion.


Luna berjanji pada diri sendiri. dia tidak akan menerima uang sepeserpun dari Dion. dalam bentuk apapun itu juga. dia tidak mau direndahkan sebagai perempuan mata duitan. yang hanya bisa memanfaatkan uangnya dan harta kekayaan Dion saja. meskipun dia adalah suaminya.


" apakah lebih baik aku menjadi pacar saja? tapi pekerjaan apa yang bermodalkan ijazah SMA." tanya Luna apa dirinya sendiri.


besok kerjanya dia memikirkan balas dendam bagi perempuan kampung yang agar Kapuk dengan kejahatannya.


Dian pun menyuruh orang kepercayaannya untuk mencari informasi dimana keberadaan Intan.

__ADS_1


Dion pun ingin segera menemukan Intan. jika memang benar dugaan yang selama ini, dia tidak akan mengampuni Luna.


pembalas akan terjadi jika memang ia benar-benar terbukti akan lebih parah lagi.


" segera temukan calon tunangan saya Saya tidak mau mendengar kata-kata gagal dalam pencarian kalian. jika ingin nyawa kalian selamat. saya akan memberikan waktu kalian selama satu bulan dari sekarang. dalam waktu tersebut jika kalian belum juga menemukan tunangan saya download kalian bisa melihat dunia ini lagi setelah ini " perintah Dion lewat sambungan teleponnya dan langsung mematikan teleponnya Setelah dia bicara tanpa menunggu lawan bicaranya menjawab.


" Kamu di mana sayang. Kenapa mereka belum juga menemukan dirimu. Semoga kamu di sana baik-baik saja. jika terjadi sesuatu hal yang buruk kepadamu aku tidak bisa memaafkan diriku dan perempuan tidak berguna itu. aku berjanji akan menceraikan gadis kampungan itu setelah diriku Menemukanmu. Aku hanya mencintaimu tidak ada wanita lain di hatiku. Aku berharap kamu tidak akan marah setelah kamu tahu semua


ini " kapan bulan dalam hati sambil memandang foto Luna yang ada di ponselnya.


Dion Menatap jam di layar ponselnya. ternyata sekarang sudah menunjukkan pukul 02.30. Pantas saja cacing yang berada di dalam perutnya demo untuk segerah meminta diisi.


"Kenapa Bibi tumben tidak memanggil diriku,tidak biasa nya. apa Bibi lagi sibuk. tapi biasa nya Sesibuk apapun bibi selalu memanggil diri ku".batin dion merasa ada keanehan dengan pembantu nya.


Dion bangun dari duduknya. Dia pergi meninggalkan ruang kerjanya dan melangkahkan kakinya ke meja makan.


" ke mana Bibi? Jam segini kok belum menyiapkan makan malam "tanya Bian kepada dirinya sendiri.


"Bibi......bibi......bibi......bibi"


dion memanggil pembantunya dengan sebanyak mungkin tapi belum juga menunjukan batang hidung nya.


membuat Dion semakin marah. perut sudah demo minta untuk segera diisi.tapi ini apa makan malam masih saja kosong.bagaimana mau di isi,jika tidak ada satu makanan pun di meja untuk di makan.


" apa saja yang dikerjakan bibi, sehingga jam segini belum juga menyiapkan makan malam. Apa dia sudah tidak mau bekerja lagi. kalau memang benar, aku akan langsung memecatnya dan mencari yang lebih baik dari dirinya" marah Dion. menelusuri setiap ruangan untuk mencari para pembantunya. tidak hasilnya tetap sama tidak ada.


"luna......luna....luna " teriak Dion semakin kencang memanggil istri nya.


" Ada apa Kamu memanggilku tengah malam begini dan dengan berteriak-teriak"

__ADS_1


nafas luna ngos-ngosan karena berlari menghampiri Dion. memanggil dirinya seperti ada di hutan saja.


__ADS_2