Bukan Istri Penganti

Bukan Istri Penganti
saling memuji


__ADS_3

saat Luna menginjak kan kaki nya di ruangan keluarga Betapa terkejut nya dia melihat kedua mertua nya berada di rumah ini.


"mereka sudah tiba di sini? Bukan nya tadi pagi belum ada di sini? " pikir Luna tersenyum mendekati kedua mertua nya.


sebalik nya mereka menatap Luna berdiri di depan pintu. mereka menatap Luna yang pulang Entah dari mana.tapi pakaian nya saat ini seperti orang kerja kantoran yang baru pulang kerja saja.


"ini Pi yang mami cari dari tadi. Mami ngerasa ada yang kurang di rumah ini. Ternyata menantu cantik Mami yang belum berkumpul bersama kita "ujar Mami Sheila baru mengingat hal yang mengganjal di hati nya.


"sini sayang duduk di sebelah mami " suruh Mami sheila mempersilahkan Luna untuk duduk dan bergabung dengan mereka untuk mengobrol.


"baik Mi Luna akan duduk.permisi mi" ucap Luna.dia mengikuti suruhan mertuanya dan langsung duduk di samping Dion.


Luna terpaksa duduk di samping Dion atas permintaan Mami sheila.mau tak mau Luna hsrus mengikuti dan duduk dengan tenang di sebelah Dion.dia mau menolak kayak nya tidak lah mungkin. Nanti mereka bisa bisa curiga dengan masalah rumah tangga yang tidak biasa dan tidak harmonis ini.


"Kamu dari mana saja sayang? kenapa baru pulang jam segini? " tanya Mami Saila Penasaran melihat Luna baru pulang jam segini


"Luna baru pulang dari kerja mi " jawab Luna dengan enteng nya seperti tidak ada beban.


sontak mendengar jawaban itu keluar langsung dari umur Luna kedua orang tua Dion sangatlah terkejut sekali.


"apa....kamu bekerja? Emang kenapa kamu bekerja? " ucap ulang Papa Roni bertanya kepada Luna.

__ADS_1


"Iya Pi Luna bekerja. ini saja Luna baru pulang dari kerja " jawab ulang Luna. Dia bingung dengan reaksi kedua mertuanya itu.


"Kenapa mereka kaget sekali mendengar Aku bekerja? Apa mereka tidak tahu masalah ini semua nya?" pikir Luna dengan pertanyaan-pertanyaan memutari kepalanya yang membuat diri nya merasa pusing.


melihat reaksi kedua orang tua nya kaget Dion berusaha tenang agar tidak dicurigai oleh orang tuanya dengan masalah Luna yang bekerja.


"Dion.... Apa kamu bisa jelaskan semua ini kepada kami? Kenapa Luna bisa bekerja?" tanya serius papi roni tidak menyukai kalau menantu nya itu bekerja di luar rumah.


mau bilang apa Kalau rekan bisnis nya sampai tahu menantu dari keluarga Adi Jaya bekerja. tapi papi Roni Tak habis pikir sama anak-anak dan menantu nya itu. Apa mereka tidak berpikir terlebih dahulu sebelum bertindak dan mengambil keputusan.


"Papi Luna bekerja itu un...." perkataan Luna langsung dipotong oleh Dion.hal tersebut membuat Luna bingung.apa sebenarnya maunya Dion. kenapa dia harus memotong ucapanku tadi.


"Papi Dion bisa jelaskan semua ini.Jadi papi tenang dulu jangan emosi kayak gini" ucapan Dion menenangkan Papi Roni.


"Iya Pi. ini Dion mau jelaskan semuanya kepada Papi. tapi Papi sabar dulu dong jangan kayak gitu " balas Dion.


Mama Sheila lebih memilih untuk diam. dia menyimak saja pembicaraan suami nya dan anak nya itu.karena suami nya sudah bergerak terlebih dahulu.dia juga sama kaget nya dengan suami nya.dia juga penasaran dan bingung apa yang terjadi sama Luna hingga dia lebih memilih untuk bekerja Daripada di rumah menunggu suami nya pulang. keluarga adi jaya tidak pernah kekurangan uang sama sekali. tinggal sebut saja nominal dan apa saja keinginan Luna semua akan dipenuhi dalam hitungan detik.


setelah mendengar alasan bohong yang diberikan oleh Dion kepada Papi dan maminya akhirnya mereka percaya saja kepada anaknya itu.


Sekarang berada dalam kamar. Saat Luna ingin beranjak masuk ke dalam kamar tamu Dion segera menarik.Dia terpaksa melakukan semua itu karena saat ini Papi dan maminya masih memperhatikan mereka berdua dari ruang tamu.

__ADS_1


mau tak mau dia harus melakukan drama itu untuk meyakinkan kedua orang tuanya. jika pernikahan mereka baik-baik saja.


Luna bingung harus melakukan apa. dia merasa tidak nyaman berada di ruangan yang sama dengan Dion.


kenangan dan peristiwa beberapa minggu yang lalu masih tersimpan lekat di lubuk hati dan dipikiran Luna. tidak mudah untuk Luna melupakan semua kejadian dengan mudahnya dan menghapus itu semua secara permanen dari kehidupannya. Kelakuan buruk Dion bukan hanya sekali saja terhadap dirinya tetapi berulang-ulang kali Luna disiksa dan disakiti oleh Dion.


"Kenapa kamu duduk di sini? " tanya Dion melihat Luna duduk di tepi ranjang bikin size-nya.


"aku sedang duduk. Apa kamu tidak melihatnya" tanya Luna bertanya balik kepada suaminya.


"aku bertanya baik-baik kepada dirimu. Kenapa kamu menjawab seperti itu.Apa kamu bisa menjawab tanpa bertanya lagi?" Dion melihat tajam Luna yang tidak menoleh ke arahnya.hal itu malah membuat Dion merasa terhina sekali dan diabaikan.


Dian merasa terhina dengan sikap Luna malas menatap ke arah dirinya.Tanpa aba-aba dia menarik kasar Luna hingga wajah cantik Luna terlihat dengan jelas oleh Dion.


cukup lama mereka saling memandang satu sama lain. tanpa sadar keduanya saling berucap memuji dalam hatinya masing-masing.


"Kenapa perempuan murahan ini jika dilihat dari dekat sangatlah cantik juga. tapi sayang kenapa wajah cantiknya dia gunakan untuk menipu. Seandainya kamu tidak melakukan ini semua aku yakin kamu akan bahagia bersama diriku" batin Dion melihat Intens wajah Luna begitu dekat dengan wajahnya.


"kamu sangatlah tampan.Kenapa kelakuan mu sangatlah buruk kepada diri ku? Apa kesalahan yang telah aku perbuat kepada diri mu?Jika saja kamu memberi kesempatan kepada pernikahan ini aku yakin kita akan bahagia. Aku juga ingin sekali memperbaiki dan mempertahan kan pernikahan ini hingga maut memisahkan kita berdua Dan menua bersama" batin Luna sedih dengan keadaan pernikahan nya.


meski Luna sering diperlaku kan kurang baik oleh Dion.hal itu tidak membuat Luna membenci diri nya.bagai mana pun juga Dion masih suami nya saat ini. dia menghindar dari Dion bukan karena dia benci melainkan dia menghindar dari perdebatan yang akan ditimbulkan oleh Dion sendiri dan pastinya Luna yang akan disakiti nya lagi.

__ADS_1


"kenapa kamu melihatku seperti itu? " tanya Dion yang masih dengan posisi awal mereka berhadapan.


berbeda dengan Dion kelihatan santai meski jarak wajah mereka sangat dekat. di sisi lain Luna sangat gugup dan sangat canggung dengan keadaan ini. dia ingin sekali mengabaikan Dion dan menoleh.Tapi itu semua tidak bisa dia lakukan.


__ADS_2