
Hari ini intan dan Satria akan segera terbang ke Paris. setelah dua bulan mengikuti Tahap demi tahap audisi. akhirnya dia menang dan sekarang Dia memiliki job ke Paris.dari desainer terkenal di kota Paris meminta Intan untuk mewakili mempromosikan gaun-gaun mereka. keahlian mereka yang merancang dan produksi gaun tidak dapat diragukan lagi. semuanya sangat sempurna dan tidak ada kesalahan sedikitpun
"Iya bawel.Kenapa kamu tidak ikut membantu biar cepat selesai. Emangnya dengan kamu memerintah dan ngomel semua akan cepat beres? tidak akan nona Intan " tekan Satria pada kata nona.
" ya biarin. kamu aja yang terlalu lelet " balas Intan.
" sudah sana siap-siap Kalau tidak ada niatan untuk membantu jangan ngerecokin saja.nanti kita akan ketinggalan pesawat karena omelan kamu terus-menerus.kamu mengganggu aku berkemas-kemas saja " kata Satria mengusir Intan.
"ngusir nih maksudnya? kalau begitu aku akan pergi.bye.... bye....." ucapka sambil berjalan meninggalkan Satria tanpa berniat untuk membantu berkemas barang bawaan yang akan di bawah nanti.
satu bulan setengah Satria dan Intan akan kembali ke Indonesia.namun dua bulan kemarin tidak ada kemajuan sama sekali dari intan.
apa dia membalas perasaannya atau tidak? Satria belum mendapatkan jawabannya. keberadaan dan kebersamaan mereka Selama dua bulan seperti perangko saja.Selalu lengket dan selalu barengan ke mana saja. sehingga membuat banyak orang salah paham tentang hubungan mereka. bahkan selama beberapa minggu kemarin Banyak gosip tentang hubungan mereka. yang dikabarkan menjalin hubungan pacaran atau dengan kata lain kekasihnya.
sebenarnya Satria senang dengan kabar yang berada di media massa. yang mengabarkan mereka adalah sepasang kekasih. tapi di sisi lain Satria tidak enak dengan Intan. takut ada perasaan tidak nyaman Intan kepada dirinya. jadi membuat dia risih dan mendadak menjauhkan dirinya di dekat Intan.
" semoga setelah balik ke Indonesia kita akan tetap seperti ini nantinya. Aku berharap tidak ada yang berubah dari kamu yang sekarang ini. jika nanti kamu kembali bersama Dion. lelaki yang kamu cintai " gumam Satria sendu menatap kepergian intan masuk ke dalam kamarnya.
" aku sadar siapa kamu dan siapa diriku. sampai kapanpun Kamu tidak akan pernah mencintaiku. cinta kamu sepenuhnya hanya untuk dia seorang. tidak ada laki-laki lain yang berada di posisi Dion saat ini. meskipun diriku ini adalah teman lama kamu "
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
di kamar Intan sudah berpikir. bagaimana reaksi Dion melihat kesuksesannya sudah menjadi model terkenal. apa Dion bangga dengan dirinya atau sebaliknya
namun dengan kepercayaan Intan yang tinggi dan begitu besar. dia yakin dion tidak akan marah pada dirinya. Mungkin dia akan bangga pada prestasinya.
" Tunggu aku sayang. setelah ini tidak ada penghalang lagi antara hubungan kita. aku janji akan menebus semua yang telah terjadi. termasuk pembatalan pernikahan kita berdua saat itu " ucap Intan menatap lekat layar ponsel nya.
__ADS_1
Intan berkata dengan menatap foto Dion yang berada di layar ponsel nya. sesekali dia menyodorkan bibir mencium layar ponselnya yang menampilkan wajah tampan Dion.
satu jam setengah kemudian. setelah bersiap dan mengemasi barang-barang yang wajib dibawah selama berada di sana. sekarang intan dan Satria sudah berada di dalam bandara.
"kamu istirahat saja.Nanti kalau sudah sampai aku akan membangunkan dirimu " kata Satria menuju bahunya untuk dijadikan sandaran tempat sandaran Intan.
melihat wajah Intan yang sangat ngantuk. Satria menjadi tidak tega hingga dia menawarkan diri. hal itu bagus menurut Intan untuk tidak menolaknya. mumpung tubuhnya lelah. kurang bertenaga setelah kemarin seharian mengurus dan menandatangani kontrak kerja sama. sehingga dia lupa untuk istirahat.
pesawat yang ditumpangi Satria dan Intan sudah lepas landas dari bandara. Satria segera membangunkan Intan. Dia menepuk pelan pipi Intan.
" Hai bangun kita sudah sampai " ucap Satria sambil menepuk pelan pipi Intan.
" hmmmmhmm " dehem Intan Belum sadar sepenuhnya dari Mimpi indahnya.
" ayo bangun. kita harus segera turun " ucap Satria sambil menatap lekat Intan yang sedang mengucek kedua matanya menghilangkan rasa ngantuk nya.
Satria memandang lekat wajah intan Yang Belum sepenuhnya sadar. Ucapannya yang masih ngelantur.
sekarang mereka sudah turun dan berada di dalam taksi. keduanya saling mengobrol tentang persiapan pemotretan intan beberapa minggu ke depan.
...****************...
Luna pagi ini akan kembali bekerja. dia merias wajahnya agar terlihat lebih segar. setelah menyesuaikan make up nya dengan wajahnya dia tidak lupa menggunakan lipstik di bibir tipisnya. menambah kecantikan tersendiri di wajahnya.
Dia Berpenampilan seperti biasa. namun saat ini berbeda. Luna menggunakan kalung yang selama ini dia sembunyikan sejak kecil. entah apa alasannya itu dan Apa arti kalung tersebut hingga baru sekarang dia memakainya.
" cantik " gumam Luna menatap pantulan kaca pada meja rias.batapa cantik nya dia saat ini
__ADS_1
saat Luna ingin mengambil tas. Mama Sheila tiba-tiba masuk. sontak hal tersebut membuat Luna sangat kaget. tidak ada tanda-tanda ataupun yang lainnya. kedatangan Mama Sheila seperti hantu tepatnya seperti setan.
"astaghfirullahaladzim " istighfar Luna mengelus dada.
"kamu kenapa melihat mama seperti melihat hantu saja ?" bingung Mama Sheila melempar pertanyaan melihat reaksi menantunya barusan seperti yang melihat hantu saja.
" tidak mi. Luna hanya kaget saja. mendadak Mami berada tepat di hadapan Luna " jelas Luna kepada Mami Sheila.
" Oh begitu ya. Maafkan Mami tidak bermaksud membuat kamu kaget seperti itu. nggak sengaja Tadi Mami lewat kamar kamu. jadi mami berfikir untuk menjenguk kamu. bagaimana keadaanmu sekarang sudah baikan atau belum " balas nya.
" dan ini lagi. Kenapa pakaian kamu sudah rapi begini ?" tetap Mami Sela melihat penampilan Luna yang sudah rapi.
" Oh ini Mi. Luna mau berangkat kerja " jawab Luna.
" kamu serius nggak lagi bercanda kan? apa Kondisi kamu sudah membaik? kalau belum sehat tidak usah dipaksakan. nanti kamu tambah sakit " khawatir mami Sheila kepada Luna.
" Mami Tenang aja. Luna sudah sembuh. kalau belum sembuh nggak mungkin Luna berangkat bekerja sekarang "
" kamu nggak lagi bohongin Mami kan? apa ini ada sangkut pautnya dengan atasan kamu itu. mungkin atasan kamu marah-marah saat kamu minta izin" tebak Mami Sheila tanpa bukti.
" tidak ada kok Mi. atasan lunas sangatlah baik sekali. dia tidak mungkin berkata seperti itu "
" Mami jadi penasaran. selama ini Mami tahunya kamu bekerja di sebuah perusahaan. tapi Mami tidak tahu tempat kamu bekerja " kata mami Sheila penasaran.
sejak awal Mami Sheila belum sempat bertanya. meski sudah kepikiran untuk bertanya kepada Luna. selalu saja dia lupa hingga sekarang dia teringat lagi.
bukan hanya Mami Sheila saja. tapi Papi Roni juga sama penasaran Apa nama perusahaan menantunya bekerja itu. berulang kali ini bertanya bersama-sama tetapi selalu saja gagal..
__ADS_1