
" Iya iya aku akan ikutin semua perintah kamu. Kapan lagi kamu dapat sahabat sekaligus karyawan yang baik dan penurut seperti aku. aku rasa gak bakalan ada yang mau. mana ada yang betah sama sikap semena-mena kamu " kata Rendy lalu tertawa sendiri dengan ucapannya sendiri.
" berani sekali ya kamu menghina atasan kamu " kesal Dion dengan hinaan Rendy.
" Lah kenapa kamu marah kalau itu tidak pernah? " tanya Rendy sedikit menahan tawa melihat reaksi wajah kesal Dion.
" rasain Makanya jadi orang jangan sesuka hati perintah orang. Kamu pikir aku sini robot kapan saja kamu suruh selalu siap dan selalu. makan tuh kesal " batin Yudha tertawa.
" sana cepat keluar siapkan dirimu. kerjakan seperti apa yang aku katakan tadi " ulang Dion sebelum Rendy meninggalkan ruangannya.
" Iya Iya bawel banget sih kamu. lama-lama kamu sama seperti perempuan cerewetnya pakai minta ampun " pusing Rendy mendengar ocehan Dion. tidak apa-apa dia terus mengingatkan dirinya.
" Rendy sekali lagi kamu bicara seperti itu siap-siap kamu menjadi pengangguran " ancam Dion
mendengar ancaman terkecil yang sudah sangat besar dengan ejekannya dari tadi janji langsung melarikan diri daripada lebih marah lagi mending dia menyelamatkan diri mencari aman saja.
Maaf Kak saya lebih dari 3 hari ini tak bisa update karena saya dan anak saya lagi sakit. mohon maaf kalau saya tidak bisa update setiap harinya. Terima kasih Kakak sudah mau mendukung karya saya dan mau membaca novel saya terima kasih banyak
" kurang ajar makin hari Rendy semakin berani saja sama aku " ucap Dion bingung kenapa Rendy seberani ini kepadanya. bahkan tidak ada rasa takut sedikitpun pada dirinya.
setelah kepergian Rendy dari ruangannya Dian kembali fokus pada dokumen kerja nya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
" Kak Intan" kaget Luna melihat orang tersebut yang memanggil namanya adalah Intan wanita yang kabur dari dari pernikahannya hingga akhirnya menjadi korban dari perbuatan dirinya.
" kamu ngapain di sini dan Ibu ini siapa? " tunjuk Intan yang memandang penampilan menarik Ibu dari atas hingga bawaan barang yang dikenakan sangat mewah dan mahal.
" Oh iya..... Luna lupa kasih tahu. semenjak Kakak kabur dari pernikahan" Sindir Luna menekan kata kabur.
Intan mendengar kata sinis yang diucapkan Luna menjadi kesal.
" kurang ajar Sudah berani sekarang dia sama aku. Oke kamu sudah salah cari lawan Luna " batin Intan yang sangat kesal dan membenci Luna dari awal orang tuanya mengadopsi Luna saat itu.
" hehehe... maaf karena kakak kamu jadi pengantin pengganti kakak. tapi sekarang semua itu tidak perlu lagi Kakak sudah kembali di sini. jadi kamu bisa lepaskan Dion sekarang " balas Intan tanpa malu meminta kembali seperti Dion itu barang belanjaannya yang salah dibeli olehnya.
Luna mendengar jawaban tanpa dosa dan enteng keluar dari mulut kita menjadi bingung. Kenapa tidak ada rasa bersalah sedikitpun dari kakaknya itu. apa sekarang Dia tidak memiliki urat malu sama sekali. ini bahkan meminta balik Dion seperti barang dagangan saja.
menatap bintang dengan penuh pertanyaan di dalam hatinya Luna kembali membuka suara membalas perkataannya.
" Maksud kamu apa Luna. Kenapa kamu berkata seperti itu kepadaku? dia tidak mencintai dirimu. dia hanya mencintai kakak. kamu harus sadar itu. Jangan memaksa sesuatu yang tidak mungkin terjadi dalam hidupmu "
mendengar perkataan Intan Luna terdiam aku. dia juga bingung dan membenarkan ucapan Intan itu. meski Dion menolak keras perceraian ini dia tidak tahu. Apa karena merasa bersalah atau sudah mulai ada hati dengan dirinya.
Luna tidak bisa membalas semua perkataan Intan. melihat perdebatan yang serius Arya yang sejak tadi dia memantau jarak jauh segera berjalan mendekati mereka.
" Ada apa ini? " tanya Arya meminta penjelasan kepada Luna.
__ADS_1
Luna yang dilirik dengan tatapan tanya dia langsung berkata santai.
" biasa Kak. orang yang tak bertanggung jawab yang rela kabur demi impian dan menjadikan seseorang yang menanggung dari hasil perbuatannya itu. setelah tercapai impian dan cita-citanya dengan enak Dia datang meminta balik seperti barang dagangan saja " Sindir Luna tanpa menatap seorang Intan.
mendengar sindiran Luna memalukan dirinya seperti itu membuat dirinya sangat kesal kepada Luna.
" dasar kamu tidak tahu malu. sudah dibesarkan bukannya Terima kasih Sekarang makin melunjak. apa kamu berpikir setelah menikah atau mendapatkan pria kaya akan bisa sombong seperti ini " maki Intan dengan menaikkan sedikit suara hingga membuat mereka menjadi bahan tontonan orang yang berada di sini.
" Luna sangat sadar diri. bahkan sangat sadar sekali. jika Luna tidak sadar tidak mungkin Luna menggantikan posisi Kakak sekarang. apa Kakak lupa saat itu banyak tamu undangan dari kedua belah pihak. Apakah kau tidak memikirkan itu semua. Apakah kakak tidak berpikir bagaimana malunya keluarga kita jika pernikahannya itu gagal "
" malu kata kamu. Sebenarnya kamu yang malu Luna sudah berada di posisi yang tidak seharusnya kamu berada sekarang " balas Intan.
" kenapa harus Luna yang malu? coba Kakak pikir ulang semua yang kakak perbuat. mungkin Kakak lupa saking pusing ingin balik sama Dion " ajak Luna senyum puas dapat membungkam mulut cerewet Intan tidak tahu malu itu.
Intan malu karena perkataan Luna didengar jelas banyak orang yang berada di sini. sebelum pergi meninggalkan Luna dia menatap tajam dan berkata mengancam.
" kau akan menyesal dengan semua yang telah kau lakukan kepadaku dan kau katakan hari ini " kata Intan lalu berjalan meninggalkan Luna yang diam mendengar ancaman Intan yang dianggap angin lalu itu.
" putriku siapa wanita itu. ibu dengan kamu memanggilnya dengan sebutan kakak? Kenapa juga dia membawa kata tidak tahu terima kasih? apa dia anak dari orang tua angkat kamu? " ibunya menatap Luna dengan rasa penasaran dan dengan semua yang baru saja terjadi.
Luna mengiyakan semua perkataan ibunya itu benar.
" Kenapa dia bisa seperti itu sama kamu? apa sudah Jogja lama seperti itu. dari sudut pandang yang Kakak perhatikan sejak tadi Dia terlihat tidak menyukai dirimu. apakah itu benar? " tanya Arya memastikan semua perkataannya itu benar.
__ADS_1
" tidak mungkin. mungkin itu hanya perasaan kakak saja. Kak Intan bukan orang seperti itu. aslinya baik mungkin berubah karena Luna menikah dengan calon suaminya itu " bohong Luna tidak ingin mereka tahu kebenarannya. biarkan semua tetap seperti ini Lagian dia akan pergi dan untuk jangka waktu yang lama.
" Oke Jelaskan semua nanti saat kita pulang. sekarang lanjutkan belanjanya. sekarang kakak akan temanin kamu dan ibu. kakak tidak ingin hal seperti ini terjadi lagi pada kalian "