
Sebenarnya, hari ini di kampus tempat zidan mengajar sedang ada acara bazar tahunan, zidan memang ingin memperkenalkan istrinya dan kebetulan hari ini waktu yang tepat untuk hal itu.
Zaskia terlihat cantik dengan abaya hitam di padukan dengan pasmina menutup dada, umurnya sudah menginjak kepala 3, tapi dengan tubuh kecil dan mungilnya Zaskia terlihat seperti wanita berusia 20 Tahunan, Zaskia juga memakaikan abaya mungil untuk putri kecilnya, tidak lupa pasmina serupa dengan ukuran kecil. Zidan juga mengenakan warna serupa seperti anak dan istrinya, tidak lupa kacamata yang bertengkar di hidung mancungnya.
Zaskia berdiri di depan cermin menatap penampilan nya, sebenarnya Zaskia ragu untuk ikut ajakan zidan, tapi pria itu selalu menyakinkan Zaskia hingga Zaskia mengiyakan .
"sudah cantik ko, Ki" zidan berdiri di ambang pintu depan tangan terlipat di depan dada"
"Zi, aku nggak usah ikut aja ya zii" Zaskia masih setia memandangi dirinya di depan cermin, mendengar permintaan istrinya yang kembali ia dengar, zidan melangkah mendekati Zaskia, ia pegang kedua bahu wanita itu, matanya ikut memandangi pantulan diri sang istri dari cermin di depan nya
"Kenapa, Hem. bukannya tadi malam sudah setuju?"
"a--aku cuman belum siap aja zi, kita menikah cukup lama, dan ini kali pertama kamu ngajakin aku ke acara kampus, semuanya terlalu baru untuk ku zi" Zidan berubah sayu, ia jadi ingat. dulu pernah membentak Zaskia karena minta ikut ke kampus tempat nya mengajar saat di Korea.
flashback on
"Zi, aku bosen di rumah terus, aku ikut kamu ke kampus yaa" Zaskia sumringah mengutarakan keinginannya pada zidan yang asik memasang dasinya, pria itu tidak memberi respon apapun
"zii, boleh yaa, siapa tau aku dapat kenalan, atau ada orang Indonesia yang aku kenal di sana" zidan memberikan tatapan dingin pada Zaskia yang berdiri di belakangnya melalui pantulan cermin, Zaskia menggigit bibir bawahnya menahan takut, akan mendapatkan amukan dari zidan lagi
"Kenalan?, oh iya aku lupa kamu kan sekarang memang suka bergaul, beda sama Zaskia yang ku kenal dulu" zidan tertawa remeh
"Jangan aneh-aneh kamu, ngapain aku ngajak kamu ke kampus, kalo bosen sana pergi jalan sendiri, bukannya pergi sendiri sudah jadi kebiasaan buruk kamu , yaa" lanjut zidan
"Lo ko ngomong gitu zii, kenapa jadi ngebahas masa Lalu ku, aku kan cuman mau di ajak jalan aja, kalo gak mau ya ga usah atuh, kita bisa jalan ke sungai Han, kapan kapan"
"AKU KAN SUDAH BILANG, KALO MAU PERGI, YAA PERGI SENDIRI, SANA CARI TEMAN YANG MAU DI AJAK PERGI, JANGAN MAKSA AKU, AKU GAK MAU NGAJAK KAMU, WANITA YANG SULIT DI ATUR" Zaskia mundur mendengar suara lantang zidan, matanya mulai berkaca-kaca
"zidaan, bisa gak sih, sehari aja jangan bentak aku, sehari aja zii, sakit tau di bentak terus menerus kaya gini, aku cuman ngajak, iya maaf, kalo cara ku salah, aku minta maaf, aku gak akan minta di ajak ke tempat kerja kamu lagi, aku janji" Zaskia tidak bisa menahan air matanya, ia lebih memilih keluar dengan menghapus air matanya menggunakan punggung tangan
Zidan mengusap wajahnya kasar.
flashback off
"zidaan, kenapa?" Zaskia bisa melihat perubahan raut wajah zidan
__ADS_1
"hey, kenapa zii"
"maaf"
"maaf?" Zaskia bingung dengan permintaan maaf Tiba tiba dari zidan
"maaf" zidan kesulitan melanjutkan apa yang ada di lubuk hatinya, ia lebih memilih memeluk sang istri, mencari ketenangan, wajahnya ia tenggelam kan di pundak Zaskia, Zaskia mengusap tangan zidan yang merangkul pinggang nya begitu erat
"aku gak tau apa yang buat kamu sedih zii, tapi Jika dengan ikutnya aku ke acara itu bisa buat kamu senang, aku akan ikut"
"makasih, sayang. makasih"
"iyaa"
....
satu tangan zidan menggendong azizah, satu tangannya lagi ia gunakan untuk menggenggam jemari kecil istrinya
suasana kampus begitu ramai, banyak tenda tenda yang berdiri, berbagai macam jenis makanan, kerajinan karya mahasiswa tertata rapi untuk menarik minat pembeli.
"iyaa, kita waktu itu jualan kimchi " Zaskia mengangguk antusias, emang waktu kuliah saat bazar, zidan dan Zaskia memutuskan untuk membuat kimchi kesukaan Zaskia, Zaskia pandai dalam urusan memasak.
"dan jualan kita habis"
"istriku memang jago dalam urusan memasak "
"waktu itu kan belum jadi istri, zii"
"iyaa, tapi kan kamu memang jago kalo sudah ada di dapur, semuanya mau di masak "
"masa sih, kayanya enggak deh, zii"
"ayah, zizah mau itu" azizah yang berada di Gendongan zidan menunjuk satu tenda yang menjual berbagai macam bentuk permen kapas
"mau permen kapas, nak" tanya Zaskia, Azizah mengangguk
__ADS_1
"jangan ya sayang, nanti giginya sakit Lo" wajah yang tadi bahagia, berubah sedih
"nggak papa Ki, sedikit aja. nanti kalo sudah di rumah azizah sikat gigi ya nak"
"iyaa, ayaah. zizah janji nanti gosok gigi" mereka bertiga mendekati stand yang menjual berbagai bentuk permen kapas, Zaskia menunjuk permen kapas berbentuk kepala panda, terlihat begitu lucu untuk menarik minat pembeli
"janji, kalo sudah sampai di rumah langsung gosok Gigi "
"iya buk, zizah janji "
mereka melanjutkan jalan, kali ini azizah sudah ada di Gendongan Zaskia, mereka menyusuri setiap stand yang berjejer rapi, sesekali mereka berhenti di satu tempat untuk mengamati lebih dalam, seperti sekarang keluarga kecil itu sedang menunggu antrian panjang untuk mendapat satu cup gelas berisi buah buahan segar
"Mau berapa?"
"satu aja, zii"
"mau di tambahin es krim di atasnya pak" tanya salah satu mahasiswa dan mendapat anggukan Zaskia
"makasih"
"sama sama" sepeninggal zidan dan keluarga nya dari sana, bisik bisik tentang keluarga itu mulai terdengar
"itu istrinya bapak zidan, yaa?"
"ah, masa sih. bukannya mereka sudah pisah ya, mungkin istri barunya"
"istri nya itu, gak liat mirip anaknya"
"kenapa baru kelihatan, nggak pernah gw lihat di bawa sama bapak zidan"
"USS, udah ah.jangan di bahas lagi" satu ucapan dari mahasiswa berbaju hijau menghentikan obrolan yang tidak bermanfaat itu, sedangkan zidan, Zaskia dan azizah, duduk di kursi yang sudah di sediakan panitia untuk para pengunjung bazar
"KAKA NADIA" teriak Azizah Tiba tidak mengalihkan atensi kedua orang tuanya
"zizah, kenapa nak"
__ADS_1
"ibu itu Kaka Nadia, orang nay baik banget" kedua orang tua nya, mengalihkan pandangan pada seorang wanita muda yang mereka perkirakan usianya baru 22 tahun, di sampingnya ada seorang wanita berusia sekitar 40 tahunan