Bukan Kamu Yang Aku Inginkan

Bukan Kamu Yang Aku Inginkan
Azizah Alnaira


__ADS_3

Tepat di mana zidan lebih memilih membawa Alesha ke rumah sakit di saat yang bersamaan Zaskia juga merasakan sakit yang menyiksa perutnya, Terlalu sakit rasanya melihat suaminya sendiri lebih memilih mengantar wanita lain di bandingkan dirinya, ternyata hal itu berdampak buruk bagi kandungannya, Zaskia mengalami pendarahan saat menuju rumah.


ia di bawa ke rumah sakit yang berbeda dari alesha berada, karena kondisi yang semakin melemah juga pendarahan hebat yang ia alami, Zaskia dengan terpaksa menyetujui untuk di lakukan operasi, padahal usia kandungannya baru menginjak usia 7 bulan


Zaskia berjuang sendiri melahirkan anaknya, sedangkan suaminya menemani wanita lain yang juga sedang melahirkan


Bahkan Zidan sampai ketiduran menunggu Alesha, ia yakin Zaskia akan pulang dengan selamat seperti biasanya, tapi nyatanya tidak, istrinya sedang mempertaruhkan nyawa demi anak mereka.


dengan terburu-buru zidan membuka pesan suara yang masuk, ada 3 pesan suara dari Zaskia


"assalamualaikum zii, ini aku , Zaskia, kamu gak lupa kan dengan ku, hehe bercanda zii, aku nelpon kamu ko gak di angkat zii mungkin kamu lagi nemenin dia yaa, ya udah gak papa, kamu dengerin aku aja, sayang, aku sudah lama tau tentang kalian berdua, aku kira hati ku cukup kuat menerima kenyataan jika suami yang aku kasihi membagi cintanya untuk wanita lain "


"enggak Kii, aku gak ada hubungan apapun dengan nyaa"


"nyatanya sesakit ini yaa zii, sesakit ini sampai anak Kita terkena dampaknya, aku terpaksa melahirkan anak kita di usia yang ke tujuh bulan zii, dia sangat kecil, aku merasa bersalah karena aku, anak kita harus lahir dalam keadaan seperti itu,


Zidan menganga tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar, istrinya sudah melahirkan

__ADS_1


"zii, aku sayang banget sama kamu zii, sayang banget, maaf yaa zii, maafin aku karena sudah buat kamu kecewa, aku ga marah ko, jujur aku ikhlas kalo kamu lebih memilih dengan nya dari pada aku, aku rela, aku juga sudah gak punya banyak waktu lagi untuk tetap berada di sisimu maupun anak kita, aku mau jujur sama kamu zii, aku sakit--, aku gak akan bisa bareng bareng kamu untuk mengurus anak kita, mendidiknya menjadi wanita Sholeh, hidupku mungkin tidak lama lagi, aku terlalu takut untuk jujur padamu zii, takut kamu ninggalin aku setelah tau kondisi ku, aku berusaha bertahan di sisimu sampai anak kita lahir, aku kira aku akan bisa bareng Kalian paling tidak satu atau dua tahun lagi, tapi takdir berkata lain, tadi pagi mungkin menjadi pertemuan terakhir kita zii"


"jangan bercanda kamu Zaskia "monolog zidan masih mendengarkan pesan suara dari Zaskia


"**aku titip anak kita yaa zii, didik dia menjadi anak yang Sholeh, agar kelak menjadi penolong kita di akhirat nanti, bilangin ke istri kamu ya zii, sayangi anak aku, sama kaya dia sayang ke anaknya, Jangan pernah pukul dia , aku gak pernah ridho anak ku di kasari, jika Anak kita yang salah cukup nasehat dia dengan lembut " zidan bisa mendengar Zaskia menangis di sana,


"enggak zii, dia bukan istri aku, kamu istriku" sudut mata pria itu berair, ia merasakan Mimpi buruknya semakin nyata


"zii, datanglah ke klinik cahaya bunda, temui anak kita, namanya sama seperti yang kita sudah siapkan dulu, zizah... zidan Zaskia, Azizah Alnaira, jemput dia zii, Kesian anak kita sendirian di Sina, aku gak akan ada lagi mengganggu hidup kamu zii, aku turuti keinginan kamu untuk pergi dari hidup kamu, maaf ya zii, maaf, gak akan ada lagi wanita bodoh yang selalu mengganggu hidup mu, ga akan ada lagi aku yang selalu menyulut emosi mu, senyuman ku yang memuakkan di matamu tidak akan pernah kamu lihat lagi zii, aku pergi dan hidup mu, hidup bahagia dengan nya ya zii, aku titip anak kita sekali lagi, aku sebenarnya ingin membawa zizah bersama ku, tapi aku sadar diri, aku wanita lemah, sekarat, sebatang kara, aku gak akan bisa merawat dia, dan aku mengalah akan nasib ku, aku menyerah akan takdir ku, aku ingin melihat nya bahagia walaupun tidak bersama ku"


"satu lagi zii, sampai in maaf aku ke bunda sama ayah juga yaa, maaf karena aku belum bisa menjadi menantu yang baik untuk mereka, juga sampaikan rasa terimakasih aku ke mereka, karena sudah ngasih aku kesempatan untuk bisa merasakan menjadi istri dari anak mereka, aku menyayangi mereka, aku tidak pernah merasakan kasih sayang orang tua selain dari orang tua kamu dan ibu panti "


"makasih atas semuanya yaa zii, kamu akan tetap menjadi pria satu satunya di hidup ku, aku mencintai mu, suamiku** " zidan Menjatuhkan ponsel nya, ia berlari masuk ke dalam mobil dengan mata yang sudah berair.


dengan kecepatan tinggi zidan menuju klinik yang di katakan Zaskia, berharap ia bisa bertemu istri dan anaknya.


Dengan cepat zidan bertanya keberadaan anak dan istrinya tapi kenyataan pahit yang ia terima, Zaskia pergi, Zaskia meninggalkan putri mereka sama seperti apa yang ia ucapkan tadi

__ADS_1


"gak , gak mungkin, Zaskia gak akan pergi, Zaskia gak akan pergi " zidan berlari lagi keluar rumah sakit, menyusuri semua tempat yang ada di sana, memanggil, mencari keberadaan Zaskia


"ZASKIAAAA, ZASKIA,AKU MOHON KEMBALI LAH KII, KEMBALIIIIII"


"ZASKIAAAA maaf, maaf, kembalilah Kii, aku gak bisa tanpa kamu Kii, aku mohon kembali lah, kita berobat, aku akan bawa kamu berobat, kamu akan sembuh Kii, kita pasti bisa membesarkan Azizah berdua, aku mohon kembalilah " pria itu bersimpuh di jalan yang sunyi, pada akhirnya mimpi buruk itu menjadi nyata, Zaskia pergi, meninggalkan mereka, Zaskia sakit dan menanggung nya seorang diri, kini hanya penyesalan yang dapat zidan lakukan, mata yang sudah menganak sungai menandakan kerapuhan pria itu.


"Zaskiaaa, aku mohon kembalilah, aku mencintaimu Kii, aku sayang kamu, kamu pasti sembuh, kita berobat" lirih pria itu terdengar pilu.


"ZASKIAAAAAAA"


...


tepat satu bulan putri semata wayangnya di rawat di rumah sakit, hari ini zidan di ijinkan membawa anaknya pulang, pria itu terlihat kehilangan semangat hidupnya, semuanya terasa mimpi untuknya, Zaskia benar benar pergi meninggalkan nya.


Di sana hanya ada orangtuanya dan adiknya, zidan menggendong bayi mungilnya, air matanya kembali jatuh melihat wajah putrinya.


"maafin ayah ya nak, karena ayah ibu pergi ninggalin kita, maafin kebodohan ayah ya nak, ayah janji akan cari ibu kamu kemanapun ibu pergi, kita pasti akan bersama lagi, ayah janji nak" Farah mengusap punggung anaknya.

__ADS_1


"kita pulang nak" ajak Farah mendapatkan anggukan dari zidan.


__ADS_2