Bukan Kamu Yang Aku Inginkan

Bukan Kamu Yang Aku Inginkan
Anak perempuan


__ADS_3

Layaknya setrika yang maju mundur untuk meratakan sehelai pakaian-- begitu juga dengan Zidan Fadilah, pria itu terus bolak balik di depan pintu, di mana sang istri sedang melakukan operasi untuk mengeluarkan bayinya, Tidak ada pilihan selain menyetujui hal itu, nyawa istri dan anaknya berada dalam bahaya, Mata pria yang terus terlihat datar kini mata tegas itu mengeluarkan air mata dari sudut matanya.


rasa takut akan kehilangan terus menghantuinya, baju kemeja putih yang ia gunakan tidak lagi berwarna putih, tangan nya pun masih di penuhi darah yang sudah mengering dari Zaskia.


"Ya Allah selamatkan anak dan istri hamba, kuatkan mereka ya Allah, kuatkan istri hamba , mereka kehidupan hamba, mereka segalanya untuk hamba" bahu pria bergetar, ta kuasa menahan tangis, terlalu takut melihat kondisi Zaskia yang sedang berjuang Di dalam sana.


apalagi sebelum operasi berlangsung, dokter sudah mewanti-wanti jika keselamatan dari sang istri hanya sekitar 10 % dari 100%, Penyakit yang di derita Zaskia membuatnya kehilangan kesempatan untuk bisa bertahan lebih lama.


hancur hati zidan mendengar penjelasan itu dari sang dokter, selama ini yang ia tahu Zaskia tidak pernah mengeluh sakit, wanita itu bisa menutupi sakit parah yang ia derita, lebih hancur lagi saat dokter mengatakan Zaskia tidak pernah melakukan pengobatan yang semestinya untuk bisa bertahan hidup karena terkendala biaya.


entah sejak kapan Zaskia mengidap penyakit itu, zidan tidak tau, rasanya Dunia nya hancur mendengar bahwa wanita yang begitu ia kasihi mengidap penyakit mematikan, sebenarnya jika penyakit itu cepat di tangani, Zaskia bisa saja pulih, tapi wanita itu lebih memilih menyembunyikan segalanya dari Zidan, sebegitu takut kah Zaskia pada zidan.


Zaskia mengorbankan hidupnya untuk mengandung anak mereka, zidan semakin merasa bersalah karena istrinya harus melahirkan di usia kandungan yang ke tujuh bulan setelah melihat ia berbagi kebahagiaan dengan wanita lain.


"zaskiaaaa, Kenapa kamu pendam sendiri Ki, Kenapaa, apa kamu sengaja ingin pergi ninggalin aku dengan cara seperti ini, zaskiaaaa"


"aku sudah bilang jangan sembunyikan apapun dari aku zi,kamu sakit keras dan aku gak tau itu" pria itu memukul tembok yang tidak bersalah, menyalurkan rasa sakit, takut, kecewa, kawatir, rasa bersalah, semuanya.


"Zidan," Ali menghentikan tangan Zidan


"bundaa ayah"


zidan yang sudah auk aukan itu langsung berhambur ke pelukan ibunya, menumpahkan semua air matanya.


"bundaa, istri zidan bundaa, zaskiaaaa "


hati Farah tersayat mendengar lirihan anak nya, wanita paruh bayah itu mengusap punggung anaknya yang bergetar.


"kenapa bisa kaya gini nak, kenapa Zaskia bisa pendarahan hebat kaya gini"


Zidan menceritakan dari awal hingga akhir, tidak ada yang pria itu tutup, Farah hanya bisa menutup mulutnya mendengar penjelasan dari anaknya, sedangkan Ali mengusap wajah kasar tidak menyangka dengan apa yang ia dengar.


"zidaaaaan"


"iyaa Bun , iyaa-- ini salah zidan, ini semua karena zidan"


"selama ini Kiya menderita dengan sikap zidan, zidan hanya tidak ingin membuat nya semakin menderita jika zidan ngasih tau semuanya "


"k--kiya "


"k--kiya juga sakit Bun, kiya sakit parah dan gak pernah cerita ke zidan, Zaskia pendam semuanya sendiri"


"Zaskia sakit a--apa nak"


"kanker otak stadium akhir "

__ADS_1


"inalillahi" ucap Farah dan Ali bersamaan.


Zaskia mengorbankan hidupnya demi bisa melahirkan anak kami Bun, Zaskia pendam sendiri rasa sakitnya, Zaskia mengorbankan semua nya, ta--tapi apa --zidan terus saja memberikan rasa sakit padanya "


"sekarang Zaskia sedang berjuang dengan hidupnya Di dalam sana, zidan takut, zidan takut Zaskia pergi,t--tolong zidan Bun, tolong"


Farah tidak bisa berpura-pura tenang mendengar ucapan anaknya, ia pun takut, takut menantunya juga cucunya kenapa kenapa.


Farah melepaskan pelukan anaknya, ia bawa zidan untuk duduk di kursi depan ruangan operasi.


Farah merapikan penampilan anaknya yang sudah acak acakan, dengan lembut Farah membersihkan tangan putranya yang penuh dengan darah.


air mata yang masih mengalir Farah seka.


"Berdoa ya nak, berdoa agar mereka selamat, takdir Allah tidak pernah salah, percayalah semua sudah yang terbaik untuk kalian"


Selang beberapa jam petugas medis keluar dengan mendorong kereta bayi, zidan berlari menuju kereta bayinya.


"anak ayah "


"bapak minggir dulu ya, anaknya harus di berikan perawatan" Farah membuat zidan melepaskan pegangannya dari kereta bayi itu, bayi mungil yang terlihat begitu kecil tidak seperti bayi pada umumnya. Zidan ingin masuk memastikan keadaan Zaskia, tapi tidak lama petugas medis juga Keluar mendorong ranjang milik Zaskia, wajah pucat, dengan mata tertutup terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit.


"Zaskiaaa" zidan ikut mendorong ranjang itu, tapi ia di hentikan saat sudah sampai di depan ruang rawat


"tidak ada yang boleh masuk kecuali petugas medis"


"tapi saya suaminya"


"maaf pak, semoga bapak mengerti dengan prosedur nya"


"sudah nak, kita tunggu kabar baik sambil berdoa yaa"


...


"ya Allah, sembuh kan istri hamba, angkat lah penyakit nya, hamba mohon ya Allah hamba tidak akan pernah bisa kehilangan dia, Wanita yang hamba cintai, jangan pisahkan kami, beri hamba kesempatan untuk membahagiakan nya, beri hamba kesempatan menebus kesalahan hamba Padanya, jangan ambil dia , jangan pisahkan anak kami dari ibunya"


Zidan baru saja selesai melaksanakan sholat isya, belum ada kabar baik yang ia dengar.


Dengan gerakan cepat zidan mengangkat panggilan yang masuk.


"waalaikumsallam bunda ada kabar dari Kiya"


Zidan merapikan kembali sajadahnya, ia bergegas kembali padahal belum mendengar apapun yang ingin Farah sampai kan


"iya nak, istri kamu sudah sadar, cepat lah datang, Zaskia menunggu mu "

__ADS_1


"iya Bun iyaa, Zidan kerumah sakit sekarang "


...


"bundaa Kenapa " Zidan dibuat kawatir karena wajah orang tuanya terlihat cemas


"kamu masuk aja nak, Zaskia sudah menunggu "


Zidan membuka pintu ruang rawat Zaskia perlahan, tatapannya langsung tertuju pada sang istri yang masih terbaring lemas dengan mata terpejam.


"ki-- aku datang, kamu sudah sadar"


perlahan manik sendu itu terbuka, samar samar Zaskia melihat zidan yang berdiri menatapnya, pria itu takut untuk mendekat


wanita itu tersenyum seperti biasanya, senyuman tulus yang selalu ia tampak kan untuk sang suami, meski seperti apapun perlakuan zidan padanya , zaskia tidak pernah lelah membalas semua perlakuan zidan dengan senyum termanis nya, biasanya zidan muak melihat senyum itu, zidan kadang membentak Zaskia tanpa alasan hanya karena menganggap senyum Zaskia hanyalah kepalsuan untuk nya.


tapi hari ini, Senyum itu bagaikan pedang yang menusuk dalam jauh ke hati zidan, senyuman penuh luka yang Zaskia perlihatkan untuknya, senyum yang juga wanita itu tampakkan saat ia melihat dengan mata kepala sendiri suami yang begitu ia kasihi menghabiskan waktu dengan wanita lain.


"Hay, apa kabar" kening zidan berkerut bingung,apa kabar?' apa Zaskia sedang mengigau Atau apa


"Apa kabar?, kamu jangan bercanda Ki, aku sudah seperti orang gila nunggu kamu sadar, dan kamu justru nanya kabar aku?"


Zaskia menyunggingkan senyum, membuat zidan semakin bingung


"aku bercanda sayaaang, Eman gak boleh yaa"


"kamu kenapa sih Ki, jangan buat aku takut dengan tingkat aneh kamu"


"Sinii duduk di samping aku, kenapa berdiri di situ, kamu gak mau pamitan sama aku zi, aku mau pergi Lo"


"ZASKIAAAA, jaga ucapan kamu, jangan Bercanda kelewatan kaya gitu, kamu mau di jabah"


seketika mata wanita yang sayu itu berlinang air mata, matanya terangkat sesaat, ia alihkan pandangan nya dari zidan


"m--maaf, aku gak maksud Bentak kamu Ki"


Zidan mendekat, ia duduk di kursi sampai sang istri, tangannya menggenggam jemari dingin milik Zaskia,


"Kamu kedinginan Ki"


"ki--zaskia"


"apa zii, aku denger ko, ga usah bentak Bentak sehari aja bisa gak siyh, aku baru aja lahiran, sudah di bentak Bentak, mending pergi aja deyh, biar kamu ga usah marah marah terus"


Zidan membalik tubuh Zaskia, pria itu mendekat, memeluk erat tubuh sang istri, air matanya tumpah, entah kenapa pria itu merasa ada yang aneh dengan istrinya, zidan takut , sungguh pria takut

__ADS_1


^^^Hay maaf up nya kemalaman, baru sempat nulis,^^^


__ADS_2