
Zidan dan Zaskia telah resmi menjadi suami istri, tidak mudah bagi mereka sampai ke titik sekarang, termasuk mendapatkan restu dari orang tua Zidan, tapi akhirnya-mereka luluh dan memberikan restunya, setelah menikah Zidan membawa Zaskia untuk pindah dan menetap di Korea, selain negara itu adalah negara yang memang menjadi impian sang istri, zidan juga ingin membawa Zaskia pergi jauh dari masa lalunya. Zidan ingin memulai hidup yang baru berdua dengan Zaskia di negara orang
awalnya semua berjalan lancar sampai akhirnya Zaskia mendapatkan Tawaran bekerja di Inggris sebagai peneliti, Zaskia girang bukan main mendapat tawaran itu, menjadi peneliti adalah impiannya sejak kecil
awalnya Zidan tidak mengijinkan tapi karena itu impian Zaskia dengan berat hati zidan mengijinkan Zaskia mengejar mimpinya menjadi peneliti di Inggris.
disinilah awal mulai hubungan mereka merenggang, Zaskia kesulitan memberi kabar pada Zidan karena kesibukannya, Zidan selalu meminta istrinya untuk mengundurkan diri dari pekerjaannya tapi Zaskia menolak dengan alasan ia baru saja menikmati profesinya itu.
Zidan tidak tahan berjauhan dengan Zaskia, tanpa sepengetahuan wanita itu Zidan pergi menyusul istrinya.
Zidan bergegas menuju tempat di mana Zaskia sedang ada pertemuan dengan atasannya di salah satu restoran ternama di negara itu.
Hal yang sama kembali ia lihat, Zaskia lagi lagi melanggar janji, Zaskia kembali memberi rasa sakit bagi pria itu, Zidan merasa telah gagal menjadi suami untuk istri nya, zidan merasa gagal mendidik Zaskia selama ini.
dengan langkah besar Zidan mendekati Zaskia yang sedang asik mengobrol mengumbar tawa di hadapan rekan kerjanya, wanita itu menggunakan pakaian hitam ketat bagian atas dan bawahnya terbuka.
dengan kasar zidan menarik lengan wanita itu, Zaskia belum sadar Siyapa yang sudah lancang menarik lengannya, mereka semua di buat kaget dengan kedatangan Zidan yang tiba-tiba.
"zidan" jujur sekarang wanita itu ketakutan, zidan menghempas tubuh wanita itu sampai terhuyung di hadapannya.
"zii a--aku bisa je--"
"ga ada lagi yang perlu di jelaskan, aku lelah terus di bohongi, Kiya akhir semua nya sekarang, memang sejak awal jalan kita tidak searah, aku terus memaksa kan itu, dan sekarang barulah aku sadar, kenapa aku sulit mendapatkan restu orang tua ku , dan malam ini aku Zidan Fadilah me---"
Zaskia menggeleng kuat wanita itu bersimpuh memohon agar zidan tidak melanjutkan kalimatnya
"jaa--jangan ziii, aku mohon jangaaan" lirih wanita itu
"jangan aku mohon zii jangaaan, jangan talak aku , maafkan akui zii, maaf" air mata Zaskia turun membasahi telapak kaki suaminya.
"Aku--aku janji , aku akan berhenti dari pekerjaan ini , tapi aku mohon jangan talak aku zii jangaaan"
Zidan menutup matanya sesaat, ia teringat pesan orang tuanya di hari pernikahan, di mana mereka tidak ingin melihat perceraian pada anak anaknya.
Zidan membuat pegangan tangan Zaskia yang masih memeluk erat kedua kakinya terlepas
Zidan melepas jaketnya, di lempar nya jaket itu ke wajah sang istri,
"gunakan itu untuk menutupi tubuh yang kau umbar untuk mereka"
__ADS_1
Zidan pergi tanpa mengatakan sepatah kata pun, pria itu lagi lagi di buat kecewa untuk yang kesekian kalinya. Marah tidak akan menyelesaikan masalahnya, Zidan pergi meninggalkan Zaskia di sana.
Zidan pulang sendiri ke Korea dengan rasa kecewanya. tidak lama Zaskia juga sudah tiba di Korea.
Zidan berubah, Zidan yang Zaskia kenal berubah, zidan nya berubah dingin, pemarah, selalu membentak, dan apapun yang wanita itu lakukan padanya Selalu salah di matanya.
Zaskia kehilangan sosok Zidan yang begitu menyayangi, Zaskia merasa hidup sendiri di negar orang.
begitu setiap hari Zaskia lalui, dengan rasa bersalah pada suami nya.
flashback of.
"udah zi aku bisa berdiri se--sendiri, dia lebih butuh kamu dari pada aku zii, sana temui dia" ucap wanita itu dengan air mata yang sudah menggenang
"aku antar kamu pulang "
'gak-- gak usah aku bisa pulang sendiri, aku sudah biasa Melakukan apapun sendiri,
"jangan keras kepala kamu, pulang dengan ku sekarang"
Kiya berusaha berdiri sendiri, terlalu sakit rasanya melihat suaminya berbagi senyum dengan wanita lain.
Kiya menyingkirkan tangan zidan dari lengannya, ia berusaha berdiri sendiri dengan sisa tenaganya, perutnya terasa keram, wanita itu meringis menahan sakit.
"kiyaa"
"Zaskia, kamu salah paham, aku gak ada hubungan apapun dengan nya" wanita itu menulikan pendengarannya, ia mengabaikan panggilan zidan.
"argggh" zidan mengusap wajahnya kasar
Zidan menyusul Kiya, ia tidak ingin menjelaskan apapun sekarang, Zidan pikir itu bukan waktu yang tepat untuk memberitahu semua nya pada Kiya.
"jangan keras kepala kamu Ki, pulang sama aku"
Kiya tidak peduli ia terus berjalan menjauh, kepalanya mulai berdenyut nyeri, keram di perutnya juga semakin terasa.
Kiya memberhentikan taxi, sedangkan zidan kembali ke parkiran untuk mengambil mobilnya.
"pak ke perumahan sentosa yaa"
__ADS_1
...
Zidan merogoh sakunya, sejak tadi benda pipih miliknya terus berdering.
"Halo ada apa lagi, aku sedang banyak kerjaan"
"ma--mas ak--aku mau lahiran"
Semuanya di luar kendalinya, pilihan yang berat di sisi lain ada Kiya yang pergi tanpa mengatakan sepatah kata pun di sisi lain ada alesha yang akan melahirkan, kondisi macam apa ini, pria itu bahkan tidak bisa memilih salah satunya, zidan memukul setir mobil
"maa--ss"
"kamu dimana aku kesana sekarang"
...
Di tempat lain keram di perutnya semakin menjadi, Zaskia bisa merasakan sesuatu mengalir dari kedua betisnya, di angkatnya sedikit bajunya untuk memastikan.
benar saja yang ada di pikirannya, wanita itu mengalami pendarahan, Zaskia meringis menahan sakit di area perutnya
"mbak Kenapa" supir taxi itu bisa melihat raut wajah Zaskia dari pantulan cermin nya
"pp--ak, saya pendarahan, bawa saya ke rumah sakit aja yaa"
"ii-iyaa mbak iyaa, mbak tahan sedikit yaa, ini saya ngebut"
"ce--cepat pak, saya sudah gak tahan lagi"
bukan hanya darah yang mengalir dari kedua betisnya, tapi Zaskia juga bisa merasakan rongga hidung sudah di penuhi cairan merah kental.
"Ss--sakit pak, sakiit " wanita itu menangis rasanya sakit, sakit yang ia alami bukan hanya dari fisiknya saja tapi hatinya juga, keadaannya kian melemah, keringat mulai bercucuran di wajah pucatnya, sopir taksi itu pun semakin panik melihat keadaan penumpangnya.
pandangan wanita itu mulai menggelap, matanya mulai terangkat, kesadarannya hampir hilang, tapi lisannya terus beristighfar mengingat Allah, segala kemungkinan akan terjadi, ia tidak tau apa yang akan terjadi padanya, Zaskia hanya menginginkan anaknya bisa selamat, Zaskia ingin anaknya bisa bertahan itu saja tidak lebih, Zaskia pasrah dengan penyakit yang menggerogoti tubuhnya selama ini
Rumah sakit terdekat adalah rumah sakit yang sama dengan alesha, Zaskia dengan di bantu supir taxi berjalan tertatih, Zaskia dengan cepat mengalihkan pandangannya saat bertemu tatap dengan zidan yang menggendong alesha berpindah ke banker
"Zaskia" Zidan tidak fokus lagi dengan alesha, ia berlari mendekati istrinya.
"l--lepas zi, aku bisa sendiri" zidan mengangkat tubuh lemah itu sama seperti ia mengangkat alesha tadi, Zaskia masih sempat memukul lengan zidan, ia tidak ingin zidaaaaan menggendongnya
__ADS_1
"tu--tur---"
"ZASKIAAAA" wanita itu kehilangan kesadarannya, zidan panik bukan main melihat keadaan istrinya yang bersimpah darah.