Bukan Kamu Yang Aku Inginkan

Bukan Kamu Yang Aku Inginkan
akhirnya


__ADS_3

"Azizahh" panggilan lembut seseorang membuat gadis kecil yang nampak kebingungan membalik tubuhnya, matanya berkaca-kaca setelah melihat siyapa wanita bersuara lembut itu.


"i--ibuk" kaki anak itu bergeming di tempat, apa ia sedang bermimpi, wanita yang hanya ia lihat dari video singkat yang sama, sekarang ada di depan matanya, apa ia sedang tidur dengan nyenyak sekarang, jika itu benar ia berharap tidak ada yang membangunkannya


"Azizah, anak ibu, buah hati ibu, cintanya ibu, kesayangan ibu, hidupnya ibu, dunianya ibu" Zaskia berjalan mendekat, begitu pula dengan Azizah ia berlari dan berhambur ke pelukan wanita yang begitu ia dambakan hadirnya.


"ii--ibuk"


"iya nak, ini ibu" Zaskia memeluk erat tubuh kecil yang juga sangat ia rindukan itu, tubuh kecil yang dulu ia tinggalkan begitu saja karena rasa kecewa pada suaminya, dan rasa Kawatir...takut ia tak mampu merawatnya, tapi takdir berkata lain, Zaskia bisa bertahan hingga sekarang.


flashback on


Hari di mana Zaskia di bawa ke rumah sakit karena pendarahan hebat, setelah melihat suami yang begitu ia kasihi menghabiskan waktunya dengan wanita lain, Zaskia terpaksa melahirkan anaknya di usia ke tujuh bulan, untuk menyelamatkan nyawanya juga anaknya, Zaskia mengira itu adalah akhir baginya tapi nyatanya ia masih bisa bertahan, lebih sakit lagi menyadari ia berjuang melahirkan putrinya seorang diri tanpa hadirnya zidan di sisinya.


ia pernah berharap suatu hari nanti, dapat menggenggam jemari hangat zidan saat berjuang di hidup dan matinya saat melahirkan buah hati mereka, tapi nyatanya tidak, ia berjuang sendiri, sedangkan zidan lebih memilih pergi bersama wanita lain.


keadaan Zaskia semakin melemah setelah anaknya lahir, tapi ia masih sadarkan diri, begitu juga dengan Azizah kecil, saat itu bayi mungil Zaskia terpaksa di rawat intensif karena keadaannya yang di lahirkan Bukan di waktu yang tepat.


"saya mohon, saya ingin melihat putri saya untuk yang terakhir kali, saya mohon ijinkan saya bertemu dengannya, meskipun hanya di depan ruangan nya saja"


"tapi mbak.. kondisi mbak tidak memungkinkan"


"saya mohon, saya ingin melihat wajah anak saya untuk yang terakhir kali"


dengan paksaan dari Zaskia nakes itu membantu Zaskia duduk di kursi roda, ia dorong kursi roda itu menuju ruangan bayi itu berada.


dari luar Zaskia bisa melihat tubuh bayi kecilnya yang lemah berada di dalam tabung.


air matanya tidak dapat di bendung, sakit perasaan seorang ibu melihat anaknya dalam kondisi tidak baik baik saja


"anak ibu, maafin ibu yaa nak, mungkin ini yang terbaik untuk kita, ibu gak pernah ada maksud buat ninggalin kamu, tapi kita pun tak ada takdir untuk bersama, sayang. ibu mencintai zizah setulus hati ibu, ibu ingin membawa zizah bersama ibu, tapi ibu Takut, takut ibu gak bisa ada untuk zizah, zizah sama ayah aja yaa nak, ibu juga gak bisa tinggal bersama ayah lagi, terlalu sakit liat ayah kamu yang menduakan cinta ibu, sayang. semoga suatu hari nanti kamu tidak membenci ibu karena keputusan sulit ini nak"


Zaskia mengusap wajahnya, dari pantulan cermin ia bisa melihat wajahnya yang pucat pasih, matanya sayu memerah. kondisinya benar benar terpuruk sekarang, tidak ada satupun yang ia miliki untuk mengadu selain tuhan nya.


Zaskia kembali ke ruangan nya, ia meraih benda pipih miliknya, mencari nomor telepon suaminya, berkali kali ia menghubungi zidan tapi pria itu tidak mengangkat telponnya.


sudut bibir Zaskia terangkat, tarikan senyum menyakitkan tergambar jelas di wajah teduh itu.


"sebegitu tidak penting aku di hidup mu, zii, aku baru aja melarikan anak kita, aku berharap kamu ada di sisiku, mendampingi aku di waktu sulit ku, tapi kamu lebih memilih dia dari pada aku, aku paham sekarang di mana letak diriku di hatimu, aku juga mengerti sekarang, kenapa kamu begitu membenci ku, semua itu bukan hanya sekedar rasa kecewa kamu padaku, tapi juga karena dia... wanita yang kamu letakkan di hati kamu kamu, untuk mengantikan aku, wanita yang tidak berguna ini. manik kecoklatan itu kembali menganak sungai mengingat pengkhianatan Zidan padanya.

__ADS_1


pada akhirnya Zaskia hanya bisa memberikan pesan suara pada zidan.


Zaskia juga sudah memberi pesan pada perawat ataupun nakes yang menanganinya untuk tidak memberitahu keberadaannya pada zidan setelah pria itu datang, keputusan Zaskia telah bulat, ia mengalah dari wanita itu, ia memilih mundur dari pada terus bertahan akan kesakitan yang zidan berikan padanya, ia relakan pria yang ia kasihi bersama wanita lain dari pada dengan dirinya, Zaskia pun sadar diri posisinya, ia sadar mungkin hidupnya hanya akan menjadi beban untuk zidan.


selang beberapa menit setelah Zaskia mengirimkan pesan itu zidan datang dengan wajah kawatir nya mencari keberadaan Zaskia, wanita itu tidak lagi ia temukan hadirnya, perawat hanya menunjukkan ruangan anaknya tapi tidak dengan ruangan Zaskia, Zaskia masih di rawat di rumah sakit yang sama dengan anaknya.


dari kejauhan Zaskia bisa melihat zidan dan keluarga nya, menanti kondisi Azizah membaik. Zaskia juga tidak mengalihkan pandangannya pada pria tampan yang terlihat rapuh di sana,pria yang selalu berdiri tegak itu begitu terpukul akan kepergiannya.


"maafin aku zi, aku mencintaimu dan akan selalu mencintaimu, aku hanya tidak bisa terus ada di sisi mu zi, aku kira aku akan kuat berbagai kasih Dengannya tapi nyatanya aku gak sekuat itu zi, maafin aku yaa, aku titip anak kita" lirih Zaskia dari kejauhan"


kondisi Zaskia belum pulih seutuhnya, tapi ia sudah mengurus surat utuk bisa pulang hari ini, tidak ada alasan untuk Zaskia tetap berada di sana, yang ada hatinya semakin sakit melihat zidan setiap hari, Zaskia juga tidak memiliki biaya untuk membayar perawatannya.


Zaskia benar benar pergi dari kehidupan zidan, ia menjual cincin pernikahan untuk bertahan hidup.


...


Zaskia sudah kesana kemari mencari pekerjaan tapi ia kesulitan karena tidak ada satupun berkas pendukung untuk nya , akhirnya Zaskia bekerja di salah satu rumah makan sebagai pencuci piring di sana, hari hari nya Zaskia habis kan untuk bertahan hidup dan beribadah saja.


tibalah di mana ada satu kejadian lucu di tengah kesulitan masalah hidup yang wanita itu hadapi, hari itu ia sedang tidak bekerja, Zaskia menghabiskan waktu di salah satu tempat yang bisa sedikit membantu meringankan beban hidup, Zaskia berdiri di tepi tebing, melihat dari atas pepohonan yang rimbun, mungkin karena terlalu pinggir seseorang mengira Zaskia ingin membunuh diri, pergelangan tangannya di tarik paksa untuk menjauh dari tebing itu.


"mati tidak akan menyelesaikan masalah hidup mbak" suara berat , pemilik dari seseorang yang menarik lengannya tadi, pergelangan tangan yang masih di Cengkareng kuat pria itu, di tepis kasar Zaskia


"sudah di tolong, bukannya terimakasih malah ngomel gak jelas"


" Maaf yaa, seberat beratnya masalah hidup saya, saya gak ada maksud buat mengakhiri hidup se konyol itu"


"bukannya terima kasih malah ngomel"


Zaskia pergi meninggalkan pria itu dengan perasaan kesal.


...


entah lah selalu ada kata kebetulan di hidup Zaskia, ia mencoba peruntungan lagi di salah satu perusahaan, Dan ternyata pemilik perusahaan itu adalah pria yang mengiranya ingin melakukan percobaan bunuh diri.


pria itu tetap mengira Zaskia memang mencoba mengakhiri hidup karena prustasi, salah satu penyebabnya karena kesulitan mencari pekerjaan, karena merasa iba pada Zaskia, pria bernama Rafa itu menerima Zaskia sebagai sekertaris pribadi nya.


hubungan mereka semakin dekat Hanya sebatas atasan dan bawahan saja, tiba suatu hari Rafa membawa anaknya ikut bekerja, anak Rafa yang mungkin sekarang seumuran dengan Azizah itu merengek pada Zaskia minta di gendong.


"berapa umurnya pak"

__ADS_1


"3 tahun"


"masyaallah, seumuran dengan Azizah ku rupanya" batin Zaskia, tersenyum bahagia.


"kayanya anak saya nyaman berada di gendongan kamu Ki"


"senyaman nyamannya gendongan saya, lebih nyaman lagi gendongan ibunya pak"


"Azzam tida pernah merasakan Gendongan dari ibunya Ki" Rafa tertunduk lemah


"istri saya meninggal sesaat setelah melahirkan Azzam "


"inalillahi, maafkan saya pak, saya tidak maksud membuat bapak sedih"


"ternyata nasibnya sama dengan anak ku"


"tidak masalah Ki"


salain menjadi sekertaris Rafa, Zaskia juga mengasuh Azzam, anak itu begitu tenang Jika sudah berada di dekat Zaskia, Semakin hari hubungan mereka semakin dekat.


Zaskia dan Rafa sudah terlihat seperti keluarga kecil yang bahagia.


tibalah di mana kondisi Zaskia mengalami penurunan drastis, kepalanya berdenyut saat mempersiapkan presentasi Rafa.


Rafa yang kawatir menemui Zaskia di ruangan nya, terkejutnya Rafa melihat kondisi Zaskia, dari hidungnya sudah mengalir darah segar, wajahnya pucat pasih


"Ki, kamu kenapa" begitu kawatir nya Rafa akan keadaan Zaskia


"saya gak papa pak"


"gak papa apanya, hidung kamu berdarah gitu _


"saya gak papa pak, i--ini berkas yang ba--bapak minta" ucap Zaskia terbata, kesadarannya hilang, Zaskia pingsan


Rafa yang sudah kebingungan refleks menggendong tubuh Zaskia untuk di bawa me rumah sakit, hal yang paling mengejutkan nya , barulah ia tau ternyata wanita yang terlihat selalu tegar di hadapannya itu sedang sakit parah.


tanpa sepengetahuan Zaskia, Rafa menandatangani surat persetujuan untuk di lakukan operasi.


"aku gak akan biarin calon ibu dark anak ku kenapa kenapa" ucap Rafa di samping Zaskia.

__ADS_1


^^^^^^kalian ada di kapal mana niyh, kapal zidan DNA Zaskia atau Zaskia dan Rafa hehehehe ^^^^^^


__ADS_2