Bukan Kamu Yang Aku Inginkan

Bukan Kamu Yang Aku Inginkan
penyesalan zidan


__ADS_3

ZIDAN POV


Aku begitu menyayanginya, aku mencintainya, aku tulus dengan nya, meski pun seberapa banyak ia membuat ku kecewa akan sikapnya, sebegitu banyak juga aku akan memaafkan salahnya, aku ingin ia berubah, aku ingin menjadikannya wanita satu satunya di hidupku.


Hal yang paling aku sesalkan adalah membuat air matanya jatuh akan sikap ku padanya, aku tidak pernah ada niat menyakitinya, aku hanya ingin membuat nya sadar betapa sayangnya aku padanya, meskipun aku tau caranya salah


aku pernah hampir menjatuhkan talak padanya tapi dengan cepat ia bersimpuh menangis di bawah kakiku, aku bisa merasakan air matanya jatuh membasahi punggung kaki ku, saat itu juga hatiku bergetar, aku bisa merasakan ketulusan nya padaku, mungkin ia hanya khilaf dan aku kembali memaafkannya, tapi sejak saat itu aku mulai berubah, aku sering membuat Nya menangis.


hari di mana aku melempar gelas kopi yang ia buat untukku, entah apa yang sudah membuat ku begitu marah padanya, padahal ia hanya meletakkan gelas kopi buatannya di atas mejaku, tapi aku , justru membuatnya menangis akan sikap kasar ku.


aku melihat nya menahan sakit karena goresan beling yang melukai jemari indahnya, aku ingin membantunya saat itu, tapi lagi lagi egoku lebih berkuasa akan hati ku.


tidak pernah ada kata menyerah di hidup wanita itu, ia selalu berusaha baik padaku meski sikap ku padanya sudah keterlaluan


senyumannya tidak sekalipun luntur dari wajah indahnya, setiap hari ia menunggu ku pulang dengan senyuman itu, tapi justru kebencian yang aku perlihatkan padanya, sesak rasanya melihat wanita yang aku sayangi jatuh bersimpuh karena sikap kasar ku.


Aku mencoba membuat nya bahagia dengan menuruti permintaan sederhana nya, aku mengajaknya menghabiskan waktu berdua seperti yang biasa kami lakukan dulu


aku menautkan jemari ku dengan jemari dinginnya, melihatnya tersenyum bahagia hanya karena menikmati makanan khas Korea sudah cukup membuat hatiku menghangat


Tapi lagi lagi aku membuat nya menangis, dengan teganya aku meninggalkan ia sendiri dan membiarkan nya pulang seorang diri.


dengan cemas aku menunggu kepulangannya malam itu, ia masuk dengan wajah pucatnya, tidak bohong, aku kawatir melihatnya, aku kira ia menyerah karena sekalipun ia tidak ingin menatap wajah ku, tapi pagi harinya senyuman indah kembali wanita itu perlihatkan padaku, terkadang aku berpikir apa wanita yang aku nikahi ini sudah tidak waras, kenapa ia selalu tersenyum di saat hatinya terluka.


tapi aku sadari hal itu bukan lah kebodohan, tapi rasa cinta yang tulus darinya untuk ku si pria brengsek.

__ADS_1


sama halnya dengan dirinya aku pun begitu bahagia mendengar kabar jika sebentar lagi kami akan menjadi orang tua.


Aku tidak ingin menyakitinya, selama ia mengandung anak ku, aku berubah, aku berusaha kembali lembut padanya, aku tulus akan sikap ku itu, rasanya telah cukup aku menghukumnya, aku juga percaya istriku telah berubah sekarang, aku tidak ingin membuat nya menangis lagi, tapi mungkin ia lah yang tidak bisa mempercayai ketulusan ku, karena begitu banyak penderitaan yang aku berikan padanya.


istriku mengira aku akan kembali kasar padanya setelah ia melahirkan anak kami, nyatanya tidak, aku tidak ingin lagi melukai nya lebih dalam .


penyesalan terbesar ku ialah menyakiti perasaannya, padahal aku sendiri yang membuat nya percaya jika aku akan mampu membuatnya terus bahagia saat memintanya menerima lamaran ku.


...


AUTHOR POV


ZASKIAAAA " nafas yang memburu , ritme jantung yang tidak karuan, peluh yang bercucuran sebesar jagung membasahi wajah pria itu, zidan masih mencerna apa yang baru saja ia alami.wanita yang baru saja melahirkan anaknya sampai kaget mendengar teriakan zidan


"mas...mas kenapa?" Zidan tidak menghiraukan,


Di raihnya ponsel untuk menghubungi Zaskia, tapi tak kunjung ada jawaban dari sebrang sana, jantungnya semakin bergemuruh tidak karuan, bisa bisanya ia ketiduran saat Zaskia melihatnya berjalan berdua dengan alesha


bergegas ia mengendarai mobil, membelah jalan kota Bandung yang masih di ramaikan pengguna jalan lain, klakson dan teriakan tidak lagi zidan pedulikan, yang ia inginkan sekarang pulang menemui sang istri, memastikan semuanya itu hanyalah mimpi belaka.


pintu rumah ia buka dengan keras, matanya menyusuri setiap ruang yang ada di sana, tidak ada Zaskia yang menunggunya seperti biasa, Zaskia biasanya sudah duduk di ruang tamu menunggu kedatangannya dengan senyum mengembang, tapi sekarang di mana Zaskia


"ZASKIA"


"ZASKIAAAA"

__ADS_1


"ZASKIAAAA DI MANA KAMU"


"KIYAAAAAA, ZASKIA" pria itu tidak menemukan sang istri, di raihnya ponsel untuk menghubungi Zaskia, berulang kali ia mencoba menghubungi tapi berulang kali juga panggilnya di jawab operator.


"kiyaaa" begitu lirih panggilan pria itu, tidak ia temukan istrinya di mana pun, rasa takutnya akan mimpi tadi kembali berkutat jelas di kepalanya, Zaskia pergi meninggalkannya untuk selamanya, Zaskia menderita penyakit yang mematikan, zidan berharap itu semuanya hanyalah bunga tidur belaka, ia yakin Zaskia akan pulang sebentar lagi, mungkin wanita itu sedang pergi menenangkan diri.


Zidan menunggu dengan cemas kepulangan sang istri, tapi hingga jam menunjukkan pukul 10 malam Zaskia tidak kunjung pulang,


"arggghh, Kemana kamu Kiii, pulang lah, aku kawatir" zidan berulang kali menghubungi ponsel sang istri tapi lagi lagi hanya operator yang ia dengar, zidan melempar benda pipih itu.


"kamu kemana sih Kii, jangan buat aku takut" zidan baru ingat satu tempat yang biasa wanita itu kunjungi saat seperti ini, iyaa... pantai


Zidan bergegas pergi ke pantai berharap istrinya ada di sana, angin dingin malam tidak lagi ia hiraukan, penampilan nya acak acakan, zidan berlari menuju tempat yang biasa sering ia kunjungi bersama Zaskia dulu


tapi nihil wanita itu juga tidak ada di sana, zidan mengusap wajahnya prustasi, kemana lagi ia harus mencari keberadaan sang istri, istrinya itu wanita sebatang kara, tidak ada tempat untuk nya pulang


"Zaskia di mana kamu, pulang lah sayang, pulaaang, aku mohooon" air mata tidak dapat lagi ia bendung, pria itu menangis menunduk prustasi


cukup lama zidan di pantai itu, Dengan langkah lunglai, zidan berjalan kembali ke mobilnya, di pukul nya setir mobil secara berulang, ia tidak tau harus mencari kemana lagi sang istri.


zidan berharap Zaskia sudah ada di rumah, tidur di dengan selimut hangat atau menunggu kepulangannya, tapi nihil Zaskia tidak ada juga menunjuk batang hidungnya


"maafin aku Ki,, aku bisa jelasin semuanya, apa yang kamu lihat tadi tidak seperti apa yang kamu bayangkan kii" zidan menutup wajahnya dengan telapak tangan


Zidan berniat menelpon ibunya, berharap Zaskia pulang ke sana, walaupun kecil kemungkinan, tapi pertama kali ia lihat saat benda pipih itu ia ngakak adalah, 10 panggilan tidak terjawab dari sang istri, zidan memang meninggalkan ponselnya tadi di ruang tamu.segera ia menghubungi sang istri, tapi kembali, hanya operator yang menjawab panggilannya

__ADS_1


"angkat Kii please angkat"


Zidan melihat ada pesan masuk yang di kirim Zaskia setengah jam lalu, pesan suara lebih tepatnya.


__ADS_2