Bukan Kamu Yang Aku Inginkan

Bukan Kamu Yang Aku Inginkan
Jalan jalan


__ADS_3

"Ayo"


"Hem ayoo?" Kiya menatap bingung zidan


"mau jalan kan, ayo"


"serius zi? " Kiya melepaskan botol yang ia Cuci mendengar ajakan Zidan, ia tidak mimpi kan zidan sungguh mengajak Nya jalan


"Kalo nggak mau ya nggak usah, mending aku tidur"


"jadi zi jadi, bentar aku siap siap dulu" Kiya membilas tangannya yang penuh dengan sabun, ia mengeringkan tangan nya menggunakan baju yang ia kenakan, berlari masuk ke dalam kamar, takut Zidan marah, sedangkan pria itu menyunggingkan senyum melihat tingkah istrinya.


"cepat, awas aja kalo lama , aku pergi sendiri"


"iyaa, nggak lama ko cuman ganti baju aja"


Cukup Lima menit Kiya sudah selesai bersiap


"lama banget sih"


"masa si zi, aku rasa cuman 5 menit doang"


"zi cantik nggak" lanjut Kiya, ia tersenyum di hadapan Zidan , memperlihatkan penampilannya yang sederhana tapi terlihat pas untuknya, pria itu menatap dari ujung kaki hingga kepala


"gimana ziii, cantik nggak" tanya Kiya lagi karena Zidan hanya diam tanpa menjawab


"emm" jawab zidan kesal, tapi mampu membuat hati kiya menghangat,


"kita kemana dulu niyh"


"emm, aku mau beli buku zi"


Zidan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, tidak ada obrolan di dalam mobil, hanya Kiya yang sesekali memancing zidan untuk bicara, tapi Zidan tidak sekalipun menghiraukan ucapannya, tidak masalah bagi Kiya, dengan Zidan mengajaknya pergi pagi ini, sudah sedikit membuat Kiya lega,masih ada harapan untuknya Zidan bisa menerimanya kembali.


Bukan hanya Kiya yang sibuk mencari buku, zidan juga tidak mau kalah ia juga mencari buku yang bisa ia jadikan pegangan saat mengajar.


"mana buku kamu"


"ini"


"sini, tunggu aku di depan" zidan mengambil buku Kiya untuk di bayar sekalian dengan bukunya.


setelah membeli buku, mereka lanjutkan dengan masuk ke pusat perbelanjaan, mereka hanya berputar putar, bingung juga apa yang mau di beli.


"Kamu mau beli apa" tanya zidan lagi, Kiya menggeleng, Kiya mengikis jarak mereka, dengan perasaan was was Kiya memberanikan diri menyatukan jarinya dengan jari zidan, Kiya tidak berani menatap wajah zidan, tanpa di duga Zidan justru mengeratkan genggaman tangannya, Kiya menyunggingkan senyum bahagia.


__ADS_1


"Zi kita ke supermarket Asia Yoo, mau beli keperluan dapur, dari pada keliling di sini nggak tau juga mau ngapain"


"kenapa nggak bilang dari tadi sih"


"baru kepikiran zi, nggak ada rencana mau belanja bulanan juga tapi karena kita nggak ada tujuan mending ke supermarket aja "


"terserah kamu deh " Meski kesal Zidan tetap mau ke supermarket, di sana banyak produk Indonesia uang di jual, Kiya membeli beberapa bumbu cepat saji, juga penyedap rasa, tidak lupa Kiya juga memasukkan bubuk caramel kesukaan zidan. tidak banyak yang ia beli karena semuanya masih banyak di rumah, hanya beli yang habis saja


"zi sudah"


"segitu doang"


"he em"


"dikit banget"


"aku beli yang habis aja, di rumah masih lengkap"


"Kiya kemana lagi niyh, mau pulang atau makan dulu"


"makan dulu aja zi tapi makan street food aja, lagi pengen soalnya "


,"hemm "


..


Kiya berjalan lebih dulu di depan zidan, ia menuju satu stand yang menjual makanan kesukaannya Tteokbokki, matanya berbinar kesenangan.


"aku udah lama nggak makan ini zi, sekali ini aja, ngga papa ya"


"terserah kamu deh, keras kepala Banget '


Kiya hanya tersenyum, ia bahagia melihat zidan yang mengkwatirkannya , zidan tau wanita itu tidak tahan makan pedas, tapi yang ia beli justru makanan pedas, sedikit aja Kiya makan sesuatu yang pedas perutnya akan berdemo di dalam sana


"Kiya duduk di kursi yang sudah di sediakan penjual nya, sementara kiya menikmati Tteokbokki nya, sedangkan Zidan lebih memilih eomuk atau kue ikan Korea. Eomuk adalah hidangan populer yang dibuat dengan adonan dan tepung ikan. Kue ikan biasanya dicelupkan ke dalam kecap asin yang dibumbui dengan daun bawang dan minyak wijen. 


mereka juga beli Gamja-hotdog (frenchfries corn dog ala Korea, ukuran nya yang lumayan besar membuat Kiya kesusahan memakannya, kiya harus berulang kali mencari posisi yang pas untuk memulai gigitannya


Zidan mengusap sudut bibir Kiya dengan ibu jarinya yang kotor terkena saus Makanan nya.


"makan ko kaya anak kecil, cemong ke mana mana"


gerutu Zidan yang hanya di balas tawa kecil dari Kiya, mereka memesan jenis yang berbeda Kiya menyodorkan miliknya untuk di cicipi Zidan


"mau nyoba" Zidan tidak menolak ia membuka mulutnya membiarkan kiya menyuapinya


"sama aja nggak ada bedanya" sarkas Zidan

__ADS_1


...


Mereka tidak langsung pulang setelah menikmati street food, mereka menghabiskan waktu yang tersisa duduk di taman.


"bulan depan kita balik ke Indonesia"


"semuanya sudah beres zi, kerjaan kamu gimana"


"emm, sudah beres, kalo belum beres juga aku nggak ajak kamu pulang bulan Depan"


Zidan menyibak rambutnya kebelakang, menyandarkan punggung lelahnya.


"Zii"


"apaa"


"aku sayang kamu zi"


Zidan menyunggingkan senyum mendengar pengakuan Kiya, ia tidak mau menatap wajah Kiya yang sejak tadi menatap nya


"kalo kamu sayang, kamu akan nurut sama aku Ki, kamu nggak akan ngebantah apa yang aku bilang, toh semuanya juga demi kebaikan kamu"


Kiya mengikis jarak mereka, ia duduk bergeser lebih dekat dengan zidan, Kiya menyandarkan kepalanya di bahu Zidan, kiya kembali menyatukan jemarinya dengan jemari zidan, tidak ada penolakan dari pria itu, ia juga tidak memberikan respon lebih, hanya duduk diam dengan posisi yang sama.


'Maaf" lagi lagi kata itu yang hanya mampu Kiya ucapkan.


mereka cukup lama di sana sampai tidak sadar sudah mau masuk Dzuhur, Zidan merapikan pakaiannya bersiap pulang tapi tiba-tiba Kiya merasa pusing, kepalanya berdenyut sakit,


"zi sebentar yaa, aku mau ke WC dulu"


"tuh kan sudah aku bilang jangan makan pedas ngeyel siyh "


"sebentar ya zii "


"awas kalo lama aku tinggalin kamu " Kiya sudah tidak tahan lagi ia bergegas mencari tempat untuk meluapkan rasa sakitnya,


di dalam WC Kiya duduk di atas kloset menekan kepalanya yang sakit luar biasa, air mata tidak dapat lagi ia bendung, darah segar dapat kiya rasakan mengalir dari rongga hidungnya.


"sakiiitt" ponsel miliknya berdering, panggilan dari zidan


"i__iya zii" dengan suara bergetar menahan sakit


"lama banget sih kamu, dalam 5 menit kamu nggak balik , aku pulang sendiri"


"iyaa zi sebentar ini juga sudah mau selesai" panggilan di matikan zidan secara sepihak


sakit masih Kiya rasakan, sebenarnya kita sudah pusing sejak tadi tapi ia abaikan karena Kiya tidak mau melewatkan waktu berharga nya dengan Zidan, Kiya terduduk di lantai yang dingin menahan sakit,

__ADS_1


mungkin sudah lima menit lebih akhirnya sakit di kepala nya sedikit mereda, Kiya membersihkan wajahnya yang sudah tidak karuan itu, ia juga merapikan penampilannya yang acak acakan.


Kiya bergegas keluar menemui Zidan, mendengar ancaman zidan ia jadi gelisah, takut zidan sungguh sungguh dengan ucapannya.


__ADS_2