Bukan Kamu Yang Aku Inginkan

Bukan Kamu Yang Aku Inginkan
Baikan


__ADS_3

"masuk Kenapa cuman berdiri, gak pegel kamu dari tadi gendong azizah"


"kamu aja yang bawa masuk azizah, aku gak enak"


"subhanallah Zaskia, kita ini masih sah belum resmi bercerai, ada apa dengan mu, sebegitu ingin kah kau berpisah dengan ku"


"b--bukan itu maksudnya, a--aku gak enak sama... alesha" zidan membolakan matanya jengah, azizah yang ada di gendongan Zaskia ia ambil,


"kamu ngira aku sama alesha apa?"


"istri kamu, anaknya pasti sudah sebesar azizah kan"


Zidan menghentikan langkahnya mendengar penuturan Zaskia, di baliknya lagi tubuhnya menatap Zaskia


"Alesha bukan istri ku, dan anak yang di kandung Alesha juga bukan anak ku, istriku hanya satu... kamu, anak ku juga cuman azizah, aku gak pernah sama sekali selingkuh dari kamu, aku ada alasan Kenapa hari itu kamu lihat aku jalan bareng dia, Alesha juga sudah menikah, puas kamu" zidan menatap Zaskia dingin, ia kembali melanjutkan langkahnya membawa azizah yang sudah terlelap masuk ke dalam kamar


"jadi selama ini.... aku salah sangka, suamiku tidak pernah menduakan aku, tapi kenapa mereka begitu dekat, apa hubungannya dengan alesha, sampai zidan segitunya" Zaskia membatin


sedangkan Zaskia, wanita itu mematung, berusaha mencerna ucapan zidan, lidahnya pun kelu, tak bisa ia mengucapkan apapun, selain istighfar


Zaskia tidak bergeming di tempat nya, sampai zidan kembali dari kamar azizah


"kamu sudah makan" Zaskia tersentak dengan pertanyaan zidan,


"hah?" belo Zaskia


"kamu sudah makan" Zaskia Hanya menggeleng


"mau masak sesuatu di dapur, aku kangen sama masakan kamu"


"ii--iya aku masakin sesuatu, kamu mau makan apa"


"apa aja, yang penting kamu yang masak, masih ingat dapurnya kan, gak perlu aku antar, aku mau bersih bersih dulu"


"ii--iya"


...


Zidan kembali turun ke bawah dengan penampilan lebih segar, pria itu baru saja selesai mandi, zidan tidak dapat menyembunyikan senyumnya melihat hal yang ia rindukan kembali ia lihat lagi, Zaskia berdiri membelakanginya dengan kompor menyala


"kamu gak gerah masak pakai kerudung kaya gitu, Santai kali Ki, aku masih mahram kamu, aku masih Suami kamu, seluruh tubuh mu pun halal bagi ku"


lagi lagi Zaskia tersentak kaget, alat masak yang ia pegang jatuh mengenai kakinya


"Allahu Akbar " ucap Zaskia, zidan dengan cepat mendekat, duduk bersimpuh di hadapan Zaskia


"kamu gak papa" Zaskia yang menunduk menatap wajah zidan yang mendongak menatap nya dengan raut wajah kawatir


"aa--aku gak papa ko"

__ADS_1


"lagi ngelamun nin apa sih, sampai gak fokus gitu"


"kalo kamu gak punya hubungan apapun dengan nya, terus kenapa kamu begitu dekat Dengannya, sampai tega membatalkan janji untuk mengantar ku periksa , dan lebih memilih pergi bersamanya" jelas Zaskia yang sudah ia tahan sejak lama.


Zidan berdiri menyibak rambutnya yang panjang


di tatapnya dalam wanita di depannya itu, dengan tatapan yang sulit di artikan


"kamu ingat Azam?"


"Azam?"


"Hem, sahabat ku Azam, yang pernah ngadu keberadaan kamu di tempat hiburan malam waktu itu"


"iya aku mengingat nya"


"Azam meninggal 6 tahun silam "


"inalillahi wainnailaihi rojiun" zidan mematikan kompor yang masih menyala, ia genggam jemari dingin sang istri, matanya tidak lepas menatap wajah sang istri yang terlihat kaget


"duduklah akan ku ceritakan semuanya" zidan menuntun Zaskia untuk duduk di kursi


"Azam meninggalkan Alesha yang saat itu hamil muda, aku datang menjenguknya yang ternyata hari itu adalah hari terakhir Azam, Azam menitip kan Alesha pada ku kerena Alesha tidak memiliki siapapun selain Azam, dan... orang tua Azam tidak pernah merestui hubungan mereka, waktu itu Azam meminta ku menikahi Alesha " Zaskia mendongak menatap zidan


"iyaa... Azam meminta ku menikahi Alesha, dia ingin aku menjaga istrinya, jelas aku menolak hal konyol itu, aku tidak ingin menyakiti hati kamu, melukai perasaan kamu, kamu satu satunya istri ku, selamanya dan tidak akan di gantikan " zidan mengusap wajah Zaskia lembut


"aku gak akan pernah bisa menduakan cinta kita Kii, pada akhirnya Azam meminta ku menjaga alesha sampai ia menemukan seseorang yang bisa menerima Alesha apa adanya"


"aku hanya takut kamu gak bisa menerima keberadaan Alesha, dan aku menyembunyikan keberadaan Alesha, untuk menjaga perasaan kamu Kii, tapi ternyata keputusan ku salah, hal itu justru melukai perasaan kamu Kii, maaf.... maaf karena gak pernah jujur sama kamu, maaf nyakitin perasaan kamu karena menyembunyikan Alesha, aku gak pernah maksud melukai perasaan kamu kii, aku Hanya takut kamu kecewa dan tidak bisa menerima keberadaan Alesha "


"ziiiii" lirih Zaskia dan memeluk suaminya


"maaf, maaf---aku sudah salah sangka sama kamu, maaf, aku meragukan ketulusan kamu zii, maaf karena menghilang lima tahun ini hanya karena prasangka buruk ku tentang takdir kita, maaf" zidan mengusap punggung Zaskia yang mulai naik turun karena menangis


"huus, jangan nangis lagii, jelek Lo kalo nangis " Zaskia semakin terisak di pelukan zidan


"semua kejadian ini sudah jadi takdir kita Kii, takdir aku dan kamu, mungkin dengan ini hubungan kita semakin membaik, jadikan semua nya pelajaran, aku juga banyak salah ke kamu, sudah cukup Lima tahun hukuman yang kamu kasih ke aku Kii, jangan pernah pergi lagi yaa, aku mohon, terus lah bersama ku, hingga maut memisahkan "


Zaskia mengangguk


"t--tapi gimana perceraian kita zii, mereka sudah memberikan surat perceraian kita"


"kamu mau bercerai?"


"enggak... aku gak mau pisah, aku mau sama kamu zii, menua hingga ke surga" zidan melepas pelukannya,


"mana surat nya "


"ada di dalam tas ku, di ruang tamu, Kenapa?"

__ADS_1


"aku mau tandatangani suratnya" zidan beranjak dari duduknya, di ikuti Zaskia yang takut, jika zidan benar benar akan menandatangani surat nya


"ziiii, jangan" lirih Zaskia, tapi pria itu tidak peduli, di bukanya amplop coklat dari dalam tas Zaskia, Zaskia takut bukan main, takut zidan sungguh akan menandatangani surat nya


"ziii" zidan berbalik menatap Zaskia dengan tatapan dingin


"ini kan yang kamu mau" zidan menenteng surat nya, dengan satu tarikan zidan merobek surat itu di hadapan Zaskia


"selesai, masalah selesai" zidan menyunggingkan senyum.


"zii"


"apaa"


"I--itu"


"udah ah, aku lapar" zidan menarik tangan Zaskia menuju dapur, zidan juga melepaskan hijab syar'i yang Zaskia kenakan, tidak ada penolakan dari wanita itu.


"masak apa, Hem" zidan memeluk Zaskia dari belakang, wanita itu sedang asik mengaduk masakannya yang hampir matang, Zaskia sedikit memiringkan wajahnya agar bisa melihat zidan yang meletakkan kepalanya di celuk lehernya


"masak random"


"menu baru kamu"


"bukan menu baru zii, di kulkas kamu cuman ada beberapa bahan, aku gak tau mau di masak apa , ya udah masak yang ada aja"


"ayyh, aku lupa belanja, karena mikirin kamu terus yang minta ceria karena cemburu" zidan tersenyum jahil


"mau bagaimana pun aku tetap gak suka liat kamu perhatian ke dia zii, yaa walaupun prasangka aku selama ini salah, tapi tetap aja, kedekatan kalian membuat aku sakit hati zii"


'buka aja ga ada siapa-siapa juga di rumah"


"maaf yaa, maaf sayang, sekarang perhatian aku semuanya hanya untuk kamu, Wanita ku... selamanya"


"janji"


"iyaaa, bawel"


"makasih sudah menunggu kepulangan ku selama lima.tahun ini zii"


"dan kamu banyak berhutang cerita dengan ku, kamu harus cerita in kemana aja kamu selama ini"


"kalo aku gak mau gimana " ancam Zaskia


"kalo kamu gak mau yaaa gak usah" zidan melepas pelukannya berlalu dari sana, dengan kesal yang di buat buat,


"yaaa, aku bercanda ziii, nanti aku ceritakan


, ingat umur zii sudah 33 tahun jangan Suka ngambek atuuh" teriak Zaskia

__ADS_1


"terserah" jawab zidan singkat


^^^^^^"sebenarnya bukan ini yang aku inginkan dari cerita mereka tapi aku ubah jalan cerita heheh" mungkin beberapa part lagi cerita nya selesai ^^^^^^


__ADS_2