
..."Pulang lah aku merindukan mu istri ku"...
...Daffa Saputra...
Terhitung sudah hampir satu bulan kepergian zila, terasa singkat memang__ tapi tidak untuk Daffa, pria itu melalui hari yang berat tanpa istrinya.
daffa yang sudah terbiasa dengan kehadiran zila disisinya begitu merasa kehilangan setelah kepergiannya,
Daffa yang selalu datang mengganggu zila jika wanita itu sedang memasak, kini dapur mereka sepi tidak ada lagi yang pernah menghidupkan kompor di sana, Daffa lebih memilih memesan makanan cepat saji, dan tidak jarang Daffa tidak memakan makanannya, karena rasanya tidak sesuai dengan keinginannya, tubuh kekar Daffa terlihat lebih kurus
Karirnya pun menurun, pekerjaan nya terbengkalai, tidak ada lagi Daffa hebat dalam ruang operasi, Daffa di pindah tugaskan ke rumah sakit kecil, karena satu masalah__Daffa sering meminta ijin dengan alasan berbeda Beda padahal ia ijin untuk mencari keberadaan sang istri, daffa tidak Hanya mencari di Jakarta saja , terkadang daffa juga keluar kota, puncaknya 2 hari lalu Daffa ke Korea, ia berharap menemukan zila di sana tapi ia malah mendapat pukulan dari Zidan,
Keluarga zila shock bukan main, Daffa jauh jauh ke Korea mencari zila, tapi zila tidak ada di sana, alhasil Daffa mendapatkan pukulan bertubi-tubi dari Zidan
"Di mana lagi aku harus nyari kamu Zil, kemana, aku kangen Zil"
"sebentar lagi kamu akan lahiran , aku ingin ada buat kamu Zil, aku mohon pulang Zil, pulang"
Daffa memeluk bingkai Poto milik zila, di mana di dalam foto itu zila tersenyum sangat manis.
Di usapnya wajah zila menggunakan ibu jarinya, tanpa seijin Daffa, satu tetes air mata yang menandakan betapa rapuhnya ia sekarang jatuh lagi entah untuk ke berapa kali.
"Maafin mas Zil , maaf , mas kangen Zil , kamu ga kesian liat mas kaya gini, mas di tendang dari rumah sakit karena mas terlalu banyak ijin, mas sakit Zil , mas sakit nahan rindu ke kamu, mas mohon Zil pulang"
Daffa lebih sering menghabiskan waktunya di dalam kamar sang istri, aroma tubuh sang istri yang tercium dari dalam kamar sedikit mampu membuat nya tenang.
__ADS_1
Daffa meletakkan lagi bingkai foto zila di tempatnya, sejak tadi __pintunya di ketuk tapi tidak ia hiraukan, Sampai sang ibu menelpon dan ternyata tamu yang sejak tadi menunggu di bukakan pintu adalah ibunya
.....
Daffa ingin meraih tangan sang ibu tapi dengan cepat Dewi menepis kasar tangan Daffa
"apa yang sudah kamu lakukan ke zila nak, apa" Dewi tidak sanggup membendung air matanya, rasa kecewa terhadap sang anak sungguh besar, sampai sekarang Dewi dan suaminya belum tau penyebab kepergian menantunya itu.
"mamah duduk dulu yah, mamah sama papah pasti capek kan"
"MAMAH GA MAU DUDUK , MAMAH MAU MENANTU MAMAH PULANG DAF"
Doni Mengusap punggung sang istri.
"maafin Daffa, ini semua karena Daffa, istri Daffa wanita baik , tulus, pengertian, sedangkan Daffa_ , hanya pria jahat yang selalu menyakiti perasaannya, selama dua tahun Kami menikah Daffa tidak pernah memperlakukan zila dengan baik, hanya bentakan yang zila Daffa kan , tidak ada tutur kata baik yang Daffa beri untuk zila, kehamilan zila pun di mulai dari keterpaksaan Daffa, Daffa terpaksa menggauli istri Daffa sendiri demi mamah yang selalu meminta cucu dari Daffa, akhirnya zila mengandung, dan Daffa tidak juga bisa menerima zila menjadi istri Daffa, zila berjuang sendiri di masa kehamilan mudanya, sampai zila menyerah dan memilih pergi meninggalkan Daffa, satu bulan zila pergi , Daffa sungguh merasakan kehilangan zila di hidup Daffa, tapi akhirnya zila kembali dan Daffa berusaha menjadi suami yang seharusnya buat zila, Daffa menyesal dengan semua sikap buruk Daffa _ tapi lagi lagi Daffa menorehkan luka di hatinya dan istri Daffa memilih pergi untuk kesekian kalinya, Daffa menyesal mah, pah, Daffa ingin istri Daffa kembali, tolong Daffa.
Daffa bersimpuh di kaki sang ibu, sedangkan sang ibu diam mematung, apa benar yang ada di hadapannya ini__putranya yang ia didik menjadi pria yang penuh kasih, apa benar__ ini Daffa yang selalu menyayangi nya , kenapa tega Daffa memperlakukan istrinya dengan sangat buruk seperti itu, di mana perginya Daffa yang ia banggakan, Dewi dan Doni sungguh tidak percaya dengan semua cerita Daffa, tapi kepergian menantunya sudah cukup menjadi bukti betapa buruknya perlakukan Daffa pada menantunya
"Jangan memanggilku ibu sebelum kamu mengembalikan menantuku" Dewi menepis tangan Daffa dari kakinya, melenggang pergi dari kediaman putra nya dengan penuh kekecewaan
Daffa hanya dapat tertunduk menatap lantai dengan genangan air mata penyesalan
"maafin mas Zil, mas mohon pulang Zil, pulang"
Daffa masih terduduk lemas di depan pintu yang terbuka, Daffa melihat kaki wanita tepat berdiri di hadapannya, entah karena saking rindunya terhadap sang istri Daffa sempat mengira wanita itu zila
__ADS_1
"Zila" Daffa mengangkat wajahnya, tapi ternyata ia salah, bukan zila yang ada di hadapannya, tapi Hana, yang berdiri dengan tangan terlipat di depan dada
"Hana" ucap Daffa lirih
"Tega banget Lo daf, awalnya gue datang pen ngasih tau Lo di mana zila, karena gue yakin yang terjadi hanyalah kesalahan pahaman, tapi apa__ yang baru gue denger sungguh sangat keterlaluan, Lo nyakitin perasaan wanita yang tulis sayang sama Lo daf, zila bahkan ga pernah sekalipun mengeluh tentang rumah tangganya yang ternyata sekacaw ini, zila selalu terlihat kuat setiap kali bertemu, tidak ada sedikitpun kalimat yang keluar dari mulutnya tentang suami durhaka kaya Lo"
"Han gue mohon kasih tau gue di mana zila, gue mohon Han" Daffa masih bersimpuh di hadapan Hana, memohon agar diberi tahu di mana keberadaan sang istri
"Maaf, gue ga rela sahabat gue Lo sakitin lagi, gue paham sekarang ternyata Lo belum bisa lepas dari masa lalu Lo , gue bakalan dukung zila buat pisah dari Lo, bertahan lah daf, satu bulan lagi zila bakalan lahiran, dan dia sudah bilang kan ke Lo, kalo dia bakalan ngurus surat perceraian kalian"
Daffa menggeleng dengan air mata yang menggenang
"gak, gue ga mau cerai Han, gue sayang sama zila, gue cinta sama zila, gue menyesal Han, gue mohon tolong gue, gue rindu sama zila, gue pengen peluk dia Han, tolooong"
"Sekarang Lo baru Merasa kehilangan, kemana aja Lo selama ini hah, kemana,gue kira zila bahagia selama menjadi istri Lo, gue kira zila hidup dengan kebahagiaan karena berhasil menikah dengan pria yang ia cintai sejak SMA" Hana menyunggingkan senyum sesaat sebelum melanjutkan ucapannya
"tapi ternyata gue salah,Lo tenang aja__ zila di sana di temani orang tuanya, di sana juga ada Zidan, jadi Lo ga perlu kawatir, dan tunggu aja sampai surat perceraian kalian tiba ke depan pintu rumah Lo"
Hana membalik tubuhnya, melenggang pergi meninggalkan Daffa
Daffa berusaha berdiri, tapi nihil, tubuhnya yang lemah membuatnya nya kembali tersungkur di lantai
"Hana, gue mohon kasih tau gue di Mana zila, gue mohon Han" lirih Daffa pelan, tapi masih bisa di dengar jelas oleh Hana
.......
__ADS_1