
usia Aksa kini hampir satu tahun, bayi mungil itu bahkan sudah pandai memanggil ibunya, sekarang zila meletakkan Aksa di ranjangnya, di kecup nya pipi yang mulai terlihat berisi itu, zila kembali ke kamar setelah menidurkan anaknya
dari belakang Zila memeluk Daffa yang masih sibuk dengan laptopnya, entah pekerjaan apa yang pria itu lakukan sekarang.
"ngapain, kenapa belum tidur"
"ini lagi buat laporan pasien"
"besok lagi aja, dah malam"
"iyaa ini dikit lagi selesai ko"
zila membuang nafas kasar, memaksa Daffa sama aja berusaha mencairkan bongkahan batu.
"zila berbaring di atas ranjang, menutupi seluruh tubuhnya dan hanya tertinggal kepalanya saja"
"daf kalo masih lama kerjain di luar aja, aku mau tidur, ga bisa tidur kalo lampunya masih nyala"
Daffa tau istrinya itu sedang kesal, ia mengalah mematikan laptopnya juga lampu utama, tersisa cahaya remang dari lampu tidur di atas nakas
Daffa ikut bergabung dalam selimut, memeluk erat tubuh sang istri
"marah yaa" bisik Daffa di telinga zila, ulah Daffa itu berasil membuat bulu kuduk zila meremang
Daffa juga terus mengusap perut zila secara abstrak, sesekali ia menciumi pundak putih zila
"geliii__ daf"
zila menggenggam tangan Daffa yang sudah bermain di dalam bajunya
__ADS_1
"aku kangen kamu Zil"
suara Daffa terdengar berat di pendengaran, zila tau apa yang Daffa inginkan, ia mengangguk mengiyakan permintaan Daffa,
zila duduk bersila di ikuti Daffa yang sudah senyum senyum sendiri
"apaaa"
"ayoo"
"doa dulu lah"
mereka sama sama mengangkat kedua tangan, melapangkan doa sebelum melalui malam yang panjang, secara bersamaan mereka melapalkan doa
"“Allahumma janibnasyaithana wa janibnisyathanamarazaqna.” Artinya: “Dengan nama Allah, ya Allah, jauhkanlah kami dari gangguan setan dan jauhkanlah setan dari rezeki (bayi) yang akan Engkau anugerahkan pada kami,” (HR Bukhari). Doa bersetubuh ini juga dikenal sebagai niat berhubungan suami istri dalam Islam.
mungkin malam ini akan menjadi malam yang panjang untuk mereka.
...
mereka terbangun tepat pukul 4 subuh, mereka mandi dan bersiap untuk melaksanakan ibadah, hari ini Daffa sholat di rumah, tidak ke masjid seperti biasanya, Daffa ingin menjadi imam untuk istrinya
Selesai berzikir, mereka lanjutkan dengan membaca doa.
Daffa meletakkan kepalanya di pangkuan zila setelah mereka beribadah, zila mengusap rambut Daffa yang sudah menjadi favoritnya.
"Aku masih kaya mimpi daf, bisa di imamin Sama kamu, bisa tidur di samping kamu, bisa makan satu meja sama kamu, kamu yang dulu cuman bisa aku tatap dari jauh, sekarang begitu dekat dengan ku"
"kita ga tau takdir Zil, semuanya sudah di tetapkan, aku juga ga pernah bayangin ternyata__adik kelas ku yang super duper cuek ini yang akan jadi ibu untuk anak anak ku kelak "
__ADS_1
"mas"
Daffa kaget mendengar panggilan itu lagi, ia bergegas bangun dan memeluk tubuh istrinya
"kamu panggil aku apa ? ,mas?"
"iya mas Daffa,"
Daffa terlalu senang dengan hal itu, akhirnya ia bisa mendengar panggilan itu lagi, panggilan yang pernah begitu ia benci dalam hidupnya, tapi sekarang panggilan itu begitu ia rindukan
"makasih Zil, makasih sudah mau maafin mas, makasih udah mau Nerima mas, makasih untuk semuanya "
zila mengangguk, tangan nya terulur mengusap punggung Daffa, zila dapat merasakan air mata Daffa yang membasahi mukenanya
"Mas, aku ingin kita bisa hidup bersama hingga ke surga "
"mas, aku sayang mas karena Allah "
"iyaa Zil, mas juga, mas sayang kamu karena Allah "
Daffa merenggangkan pelukannya, menatap dalam wajah sang istri, perlahan Daffa mendekati wajah zila, mata mereka sudah saling menutup, hingga tangisan bayi dari kamar sebelah menyadarkan keduanya
zila dan Daffa tertawa dan bergegas menuju kamar sebelah.
Ada hal yang mungkin sangat kita inginkan, tapi itu bukan lah apa yang sudah Allah tetap kan, jika memang apa yang kita dapatkan bukan seperti apa yang kita harapkan, percayalah semua itu sudah menjadi takdir terbaik dari sang maha kuasa.
perihal jodoh, siyapa yang tau , siyapa yang akan menjadi takdir untuk kita, berikhtiar dan berdoa adalah cara terbaik untuk meminta pasangan terbaik.
jika memang keduanya sudah kita lakukan, tapi yang kita dapatkan bukan lah hal yang kita ucapkan dalam doa, percayalah dengan ketetapan Allah.
__ADS_1