Bukan Kamu Yang Aku Inginkan

Bukan Kamu Yang Aku Inginkan
ending


__ADS_3

"Hay, gadis manis" sapa Nadia sambil mengelus pipi sebelah kiri Azizah.


"Hay juga Kaka cantik"


"Dia siapa pak, istrinya ya?" Wanita paruh bayah rekan kerja zidan yang sejak tadi menahan diri untuk tidak menanyakan sosok wanita cantik yang sama sekali tidak melepaskan genggaman tangan zidan.


"ah, iyaa Buk. Istri saya... Zaskia" Zaskia mengulurkan tangan memperkenalkan diri.


"Masyaallah, gak nyangka secantik ini toh istrinya, Kenapa gak pernah di ajak pak" Bu Retno mengusap usap punggung Zaskia, Zaskia menunduk menyembunyikan pipinya yang bersemu kemerahan akan Pujian dari Bu Retno, sedangkan Nadia... gadis muda itu berhasil menyembunyikan rasa sakit di hatinya, iya... Nadia memang sudah sejak lama menaruh hati akan mantan dosennya itu, wibawa , kedewasaan, sikap tegas, sungguh mampu memikat wanita mana saja termasuk Nadia untuk menaruh rasa lebih pada sosok zidan, di tidak salah, jatuh cinta itu fitrah seorang manusia mungkin jatuh cinta pada sosok zidan lah yang salah, Nadia tau dosennya itu sudah menikah bahkan sudah memiliki anak, tapi ia tak tau jika mereka masih bersama, zidan tak pernah memperkenalkan sosok istri nya juga tak pernah sekalipun membahas sosok wanita cantik yang sekarang berdiri di sampingnya.


Zaskia juga mengulurkan tangannya pada Nadia, senyuman tulus terlihat jelas di wajah cantik itu, begitu juga dengan Nadia.


"Ko bisa kenal sama Kaka Nadia, nak"


"Nadia sering beliin makan buat Zizah kalo aku masih ada kelas, sayang"


"ya, ampun. anak ibu ini kesian banget... ko bisa lupa si zi kalo kamu ngajak zizah, gini nih kalo sudah ke Asikan kerja, sampai lupa bawa anak" Zaskia geleng-geleng kepala, sedangkan dua wanita berbeda generasi di depannya mengukir senyum mendengar keluhan Zaskia


"nggak lupa sayang, ingat ko. cuman... Nadia aja yang baik, iya kan buk nad" Nadia hanya tersenyum dengan di iringi anggukan.


"ya udah kalian lanjutin aja kelilingi nya, saya sama nadia mau ke ruang rektor ada yang mau di urus"


"oh, iya Bu silahkan "


...


"Zii, aku risih banget"


"kenapa, Hem?"


"orang -orang pada liatin kita" Zaskia tidak melepaskan sedikitpun lengan Zidan, matanya berotasi ke kanan ke kiri, mungkin hal baru bagi mereka yang mengenal sosok zidan mengajak wanita nya ikut memeriahkan acara bazar tahun-an di sana, kehadiran Zaskia pasti menarik perhatian juga pertanyaan mereka.


"Tenang mereka nggak makan orang ko"


terdengar decakan kesal dari Zaskia .


"Mau makan sesuatu nggak... anak ayah mau makan apa sayang "


"Zi, itu kebab yaa?"


"kayanya iya deh Ki, kamu mau" Zaskia mengangguk.

__ADS_1


Tidak butuh waktu lama kebab pesanan mereka jadi, keluarga kecil itu duduk menghadap lapangan,


Zidan membersihkan sudut bibir istrinya Menggunakan ibu jari


"belepotan, kaya anak kecil... anaknya aja makan nggak cemong kesana kemari"


"bukan cemong zi, cuman melebar aja sausnya "


"bisa aja kamu ngelesnya "


"Enak nggak nak"


"enak Bu, Aziza suka banget"


di usapan nya kepala putri kecilnya yang tertutup hijab, gemas sendiri melihat anaknya makan dengan lahap


"makasih yang banyak ya, anak ibu, kesayangan ibu, buah hati ibu, dunianya ibu"


.....


Satu tahun kemudian


"Anak ayah yang sehat di dalam perut ibu ya nak"


"ibu Dede bayinya gerak lagi nggak "


Zaskia meletakkan tangan kecil putri nya di atas perut buncitnya, gadis kecil itu tertawa riang karena merasakan gerak kecil dari adik bayinya.


"ibu dedek bayinya gerak" Zaskia mengusap kepala putrinya dengan bibir terangkat membentuk senyum.


zidan mengangkat tubuh azizah untuk duduk di pangkuan nya, mereka sedang menikmati akhir pekan dengan menghabiskan waktu di taman kota


"Anak ayah sebentar lagi jadi Kaka "


"zii, aku masih nggak nyangka keluarga kita bisa kaya gini sekarang" zidan menoleh menghadap Zaskia, mereka saling pandang, zidan meraih telapak tangan sang istri untuk di genggam. Azizah turun dari pangkuan ayahnya, berlari kencang mengikuti anak-anak yang lain


"zah jangan lari nak" teriak zidan, zidan kembali memfokuskan diri pada wanita yang sedang hamil di sampingnya, kandungan Zaskia sudah memasuki usia 6 bulan.


"heyy kenapa nangis" tangan besar itu terangkat menghapus air mata yang lancang kembali turun di wajah sang istri. Zaskia menggeleng, ia bingung cara menjelaskan ada apa dengan dirinya, ia hanya terharu melihat keadaan keluarganya sekarang.


"a--aku"Terlalu sulit meneruskan ucapannya, zidan yang mengerti perasaan sang istri lekas memeluk nya, mengusap punggung wanita nya

__ADS_1


"aku cengeng banget yaa zii, gini doang nangis"


"nggak papa sayang " ucap zidan menenangkan


"zidaaan"


"iyaa kenapa, sayang "


"aku sayang banget sama kamu zii"


"aku nggak mau lagi jauh dari kamu, dari Azizah"


"sayang, kamu tau nggak, kalian itu harta yang paling berharga yang aku punya, aku akan jaga kalian semampuku, Sampai maut yang memisahkan kita, kamu percaya kan sama aku " Zaskia Mengangguk di pelukan zidan


"udah ya, jangan nangis lagi, nanti Azizah nanya kenapa wanita kesayangannya menangis, nanti aku yang di salahkan dia" zidan melepas pelukannya, ia tatap dalam wajah Zaskia yang terlihat lebih berisi semenjak hamil.


" makasih yaa zii, makasih sudah jadi suami dan ayah yang baik"


"jangan berterima kasih Ki, harusnya aku yang makasih, makasih sudah mau ngasih aku kesempatan, selama ini aku jahat banget sama kamu, aku kasar, pemarah"Zaskia menggeleng


"nggak... kamu nggak salah zi, ini salahnya kita berdua, dan aku berharap semua bisa menjadi pelajaran untuk kita kedepannya "


"makasih sudah mau bersabar dengan ku selama ini , terus lah menjadi istri ku hingga maut yang memisahkan kita dan bertemu lagi di tempat keabadian dimana nggak ada lagi rasa sakitnya " Zaskia Mengangguk dan berhambur ke pelukan sang suami


^ ^


Jangan pernah menyalahkan takdir, jangan pernah mencaci apa yang terjadi tak sesuai dengan apa yang telah diharapkan


teruslah menjadi orang baik, meskipun terkadang orang sekitar menganggap diri terlalu bodoh juga naif, pandangan setiap orang berbeda dan tidak Harus selalu sama dengan pandangan pribadi kita.


Tuhan tidak aka pernah membebani seorang hambanya melebihi kesanggupan nya, jadi yakinlah apa yang sekarang kita lalui, sesulit apapun itu, pasti tuhan sudah tau jika hambanya mampu melewati semuanya


sesudah kesulitan ada kemudahan, teruslah berusaha, bersabar dan jalani semua nya.


selesai.....


mungkin cerita nya nggak semenarik cerita lain, tapi butuh waktu berbulan-bulan untuk saya pribadi menyelesaikan tulisan ini, makasih buat kalian yang sudah membaca, yang mampir, yang ngasih jejak, yang komen, makasih dan maaf jika endingnya mungkin tidak sesuai ekspektasi, maklum cerita ini cerita pertama saya dan mohon maaf dengan banyaknya kekurangan di tulisan ini.


yuk mampir ke profil ku dan mampir ke cerita ku yang lain


makasih ^^ love sekebon

__ADS_1


sebenarnya ceritanya sudah lama tersimpan di draft, tapi karena satu dan banyak hal belum bisa di revisi, mungkin pembacanya juga banyak yang menghilang karena terlalu lama up nya .


__ADS_2