Bukan Kamu Yang Aku Inginkan

Bukan Kamu Yang Aku Inginkan
Sulit di pahami


__ADS_3

"Kenapa belum tidur, Hem"


"punggung aku sakit daf"


"mana mana sini aku pijitin"


"aku susah balik badannya"


"ya udah kamu duduk Gih biar aku bisa pijitin"


"aku ngantuk daf mau tiduran"


"terus aku harus apa biar bisa ngurangin rasa sakit kamu sayang"


Zila meraih tangan Daffa yang melingkar sempurna di pinggang nya, ia letakkan telapak tangan Daffa di atas perutnya


"Usap perut ku daf, kayanya anak kamu suka kalo papahnya ngusap perut ibunya"


Daffa tersenyum manis, di usapnya perut zila memutar ke segala arah


"Sayaaang"


"em"


"ini keinginan anaknya atau Mamah nya"


"dua dua nya deh kayaknya"


"bisa aja sih istri ku yang cantik ini"


"sekarang gimana aku masih cantik nggak, badanku berisi, pipi ku gembul"


"Sayang mau selebar apapun kamu , mau sekurus apapun kamu, kamu tetap istri tercantik untukku, hatimu tulus sayang, aku beruntung bisa memiliki mu, istriku"


"Aduh manisnya suamiku ini, jadi makin ga percaya aku menikah dengan ketua OSIS juga presiden mahasiswa yang punya banyak fans ini"


"termasuk kamu" tanya Daffa usil


"iya termasuk aku"


"awas yaa kalo aku liat kamu peluk peluk mbak Zahra lagi, aku benar benar pergi daf, aku lebih memilih pergi dari pada harus liat kamu ngasih perhatian ke wanita lain"


Daffa memeluk erat tubuh zila


"Daffa"


"iya kenapa sayang"


"kalo aku sudah lahiran aku masih boleh nggak sih peluk kamu kaya gini, setiap malam, setiap aku mau tidur, setiap aku butuh kamu"


Daffa menundukkan wajahnya untuk melihat wajah istrinya


"loh ko nanyanya kaya gitu sayang"


"emm, cuman mau mastiin aja"

__ADS_1


entah lah pertanyaan itu muncul spontan di kepala zila, mungkin masih ada keraguan untuk Daffa, takut jika semua perhatian Daffa akan berubah setelah zila melahirkan


"sayang kamu masih ragu yah"


diam , zila hanya mempererat pelukannya



"Sayang"


"aku hanya takut daf, takut suami yang ada di pelukan ku ini berubah lagi, aku takut kehilangan perhatian kamu daf, aku terlanjur larut dalam kasih sayang kamu, wajar kan kalo aku mempertanyakannya"


"sayang berapa kali lagi aku bilang ke kamu , kalo aku mencinta kamu , aku sayang kamu, aku takut kehilangan kamu, aku menyesal dengan semua sikap kasar ku sayang, aku menyesal, aku berjanji aku akan memberikan yang terbaik buat kamu , meski aku bukan suami yang sempurna, kamu percaya kan"


zila mengangguk di dalam dekapan Daffa, zila menggesek gesekkan wajahnya di dada bidang Daffa


"aku mencintaimu daf"


"aku juga mencintaimu istriku"


"adik kelas ku, yang juteknya minta ampun, tapi sekali senyum , manisnya luar biasa"


"kamu merhatiin aku waktu SMA yah"


"emm, kalo aku jujur kamu marah nggak"


"jujur aja "


"enggak ta_ _"


"kamu ko jujur banget sih, basa basi dulu ke apa ke, ya Allah Daffa"


Astaga Daffa salah lagi, Tolong lah siapapun ajarin Daffa memahami keinginan wanita


"engg_ _ enggak gitu sayang, itu kan dulu , aku hanya berusaha menjaga jarak dari lawan jenis sayang, aku ga mau terlalu memperhatikan gadis gadis takut akunya ke asikan sampai lupa kodrat sayang, jangan marah dong"


"males aku , lepas ih"


"Enggak aku ga akan lepas sampai kamu maafin aku"


zila menggigit lengan Daffa sampai Daffa mengaduh kesakitan dan refleks melepaskan pelukannya


"aggh Ya Allah sakit Banget" terlihat jelas bekas gigitan di sana, Daffa duduk mengibas ngibas tangan nya


zila jadi merasa bersalah karena ulahnya sekarang Daffa jadi kesakitan


zila ikut bangun dan duduk di hadapan Daffa


"maaf" zila meraih lengan Daffa, mengusap usap bekas gigitannya di sana


rasa bersalah kian besar melihat bekas gigitan terlihat jelas di lengan sang Suami, sesekali zila meniup di sela usapan nya


"sakit banget yah daf"


Daffa diam, Daffa kali ini ingin menggoda istrinya

__ADS_1


"Menurut kamu" tanya Daffa dingin


"maaf, kamu sih aku kan sudah bilang lepasin, tapi kamu masih aja meluk"


"loh ko jadi kamu yang ngomel, tangan aku sakit karena ulah kamu, sekarang malah aku yang di marahin"


"kamu marahin aku daf" lirih zila dengan mata yang mulai berkaca-kaca menatap Daffa


Daffa jadi merasa bersalah sekarang, Niat nya tadi hanya ingin menggoda zila, tapi itu justru berdampak sangat besar bagi perasaan zila


"sayang aku ga maksud, aku cuman"


zila menepis tangan Daffa yang ingin menyentuh wajahnya


" Zila kembali tidur dan menutup wajahnya dengan selimut


"sayang maaf, aku cuman mau bercanda sama kamu"


Daffa menurunkan selimut dari wajah zila, Daffa sekarang bisa melihat wanita itu menangis di bawah selimut nya, wajahnya tetap datar matanya tertutup hanya saja air matanya mengalir dari ujung matanya


Daffa mengusap lembut air mata yang turun mengalir di pipi sang istri


sungguh zila tidak bohong walaupun Daffa tidak membentak tapi hatinya sakit mendengar ucapan Daffa barusan, zila hanya takut Daffa berubah itu saja


"Sayang jangan nangis lagi dong" air mata zila terus. mengalir tapi ekspresi wajahnya masih sama datar


"Daffa" panggil zila dengan suara bergetar


"kenapa sayang, maafin aku, aku ga maksut buat kamu nangis"


zila membuka matanya berusaha duduk kembali, Daffa melihat itu membantu zila untuk duduk


Zila memeluk Daffa, sangat erat , pelukan itu menandakan ketakutan nya akan kehilangan Daffa


Daffa mengusap punggung zila yang terisak dalam pelukannya


"Maaf" ucap Daffa tulus


"Daffa aku haus" bisik zila yang masih berada di pelukan Daffa


Daffa mengurai pelukannya, di hapus nya jejak air mata di wajah zila, Daffa mengecup bergantian kelopak mata zila juga pipi gembul nya dan berakhir di bibirnya


"Tunggu di sini sebentar yah, biar aku yang ambilin"


zila mengangguk


tidak lama Daffa datang dengan segelas air putih di tangannya, Daffa ikut duduk di pinggir ranjang samping zila, membantu zila menghabiskan minumannya.


Selesai __Daffa meletakkan gelasnya di atas nakas


" Sekarang tidur yah" zila mengangguk dan memposisikan tubuhnya tidur kembali, Daffa ikut di samping nya setelah mematikan lampu kamar utama, tersisa lampu kecil di atas nakas sebelah Daffa, Daffa menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka berdua, tangannya terulur mengusap perut sang istri, tidak terjadi lagi obrolan setelah nya, zila berusaha larut dalam tidurnya, Daffa terus mengusap perutnya ta henti hingga ia pastikan zila sudah tertidur pulas.


Daffa mengusap kepala zila, merapikan rambut yang menutupi wajah cantik istri nya, Daffa mengecup singkat kening zila


"sayang aku akan terus menjagamu, maaf atas semua rasa sakit yang pernah aku torehkan di hati kamu, aku janji kita akan terus bersama, mengarungi kapal kita Hingga sampai di pelabuhan terakhir"

__ADS_1


"Aku mencintaimu karena Allah istriku"


__ADS_2