Bukan Kamu Yang Aku Inginkan

Bukan Kamu Yang Aku Inginkan
cerai


__ADS_3

Rafa benar benar memperhatikan kondisi Zaskia, sudah 2 Kali dalam setahun Zaskia melakukan operasi di bagian kepalanya, Alhamdulillah semua berjalan lancar, kondisi Zaskia juga semakin membaik setiap harinya, semua biayanya Rafa yang menanggung, selain berikhtiar dengan melakukan pengobatan rutin di bantu Rafa, Zaskia juga selalu meminta doa kesembuhan untuknya, dulu ia merasa putus asa dengan penyakit nya, dengan hidupnya, tapi sekarang Zaskia merasa masih banyak yang harus ia lakukan jika berhasil sembuh nanti.


Rafa dengan setia menemani dirinya berobat, sampai akhirnya Zaskia di nyatakan sembuh dari penyakitnya, entah takdir apa yang menunggunya sampai Tuhan memberikan kesempatan itu padanya, Zaskia hanya bisa berdoa dan berharap yang terbaik untuk nya.


Zaskia diam diam memperhatikan anaknya yang Bermain di halaman rumah nya, tangis Zaskia pecah anaknya sudah berumur 4 tahun gadis cantik yang begitu ia rindukan, selama satu tahun itu Zaskia rutin datang ke rumah zidan hanya sekedar mengintip anaknya dari jauh.


flashback of


"Azizah anak ibu"


"ibuuu" keduanya menangis dalam pelukan


"ibuu , kemana aja, Azizah sama ayah kangen ibu, kangen banget ibuu'


"maafin ibu nak, maaf"


...


Azizah tidak pernah berhenti menatap wajah ibunya yang duduk sambil memangku dirinya, Zaskia tersenyum melihat anaknya yang terlihat masih tidak percaya dengan apa yang ia lihat, azizah mengulurkan tangannya menyentuh wajah sang ibu.


"ibuu" lirih Azizah


"iya nak, ini ibu, sayang"


Azizah kembali memeluk tubuh Zaskia tidak percaya, wajahnya ia tenggelam kan di dada sang ibu


"ibuuuu" lirih Azizah tidak percaya


...


Zila dan keluarganya baru sadar jika mereka kehilangan satu anggota keluarga, mereka sudah mencari ke sana kemari, mereka juga sudah menghubungi zidan, pria itu tidak bisa menutupi rasa takutnya, takut anaknya juga pergi seperti sang istri


"kamu kemana nak, jangan buat ayah takut"


"Abang maafin zila, zila lalai" zidan mengusap kepala adiknya dengan wajah kawatir


"gak papa, sekarang bantu Abang cari Azizah "


"iya bang"


entah seberapa kali mereka memutari taman bermain itu, tapi tidak juga menemukan keberadaan Azizah, pukul sudah menunjukkan jam 2 siang, zidan mengusap wajahnya prustasi, ia bergegas kembali ke mobilnya berniat melaporkan kehilangan sang anak, saat tangannya sudah berniat membuka pintu mobil, tiba tiba suara panggilan kecil mengentikan langkahnya


"AYAAAH " teriak Azizah,


"azi----" bukan keberadaan sang anak yang membuat nya terkejut, melainkan wanita yang menggandeng tangan mungil anaknya, Zaskia.

__ADS_1


"za... Zaskia, itu kamu Ki, aku gak mimpi kan , itu sungguh kamu" zidan bergumam sendiri, sedangkan Zaskia cepat menunduk, enggan menatap wajah pria yang juga begitu ia rindukan


Azizah menarik narik lengan ibunya untuk berjalan lebih dekat pada zidan, tapi azizah bergeming di tempat, begitu pula dengan zidan, pria itu masih meyakinkan diri jika ia tidak salah


"ibu ayoo"


"sayang, untuk sekarang kita gak bisa tinggal bareng dulu ya nak, tapi ibu janji kita akan terus bertemu nak" Zaskia mencoba menjelaskan pada anaknya


"tapi ibu, zizah mau ibuu"


"iyaa sayang ibu akan terus bersama Azizah, tapi bukan sekarang yaa sayang, sekarang zizah masuk mobil dulu, ibu mau ngomong sama ayah yaa nak"


dengan wajah tertekuk, azizah terpaksa melepaskan genggaman tangan ibunya, mendekati zidan yang sama sekali tidak bergerak dari tempatnya


"Zi---zidan, aa--aku mau ngomong se--suatu, aa..." Zidan baru percaya wanita itu sungguh istrinya, wanita yang berbicara dengan wajah tertunduk dengan jemari yang saling terpaut di bawah sana


Zidan mengikis jarak dengan Zaskia, ia mencoba memeluk istrinya, tapi wanita itu justru mundur, seakan menolak ke hadiran zidan, zidan kembali ingin memeluk, tapi lagi lagi Zaskia mundur memberi jarak.


"aku datang untuk mengurus perceraian kita"


deg, cerai


Zidan mengerutkan keningnya tidak percaya dengan ucapan Zaskia


"aku akan beri kamu kebebasan, kamu bisa menalak ku sekarang" Zaskia berkata yakin dengan wajah yang terus menghindari tatapan zidan


"iyaa"


"Tanpa mau menjelaskan apapun"


"ii-iyaa "


"cih dasar egoiss " zidan mengepal kan tangan nya di kedua sisi, tidak terima dengan permintaan Zaskia


"sampai kapan pun aku gak akan menceraikan kamu"


"kamu yang egois zidan, kamu gak bisa meletakkan dua nama di hati kamu, kamu gak bisa, dan kamu tidak perlu memilih karena aku sendiri yang akan mundur "


"bahkan sekarang nama panggilan itu telah berubah"


"terserah apa kata mu, aku hanya ingin kita segera bercerai"


"aku sudah bilang sampai kapanpun aku gak akan pernah menceraikan kamu".


"Baiklah, aku yang akan mengajukan gugatan perceraian "

__ADS_1


"atas dasar apa, kamu yang pergi tanpa kabar, kamu yang menghilang lima tahun "..


"Karena suami ku telah membagi cinta nya dengan wanita lain" Zaskia memberanikan diri mengangkat wajahnya, pandangannya beradu tatap dengan zidan, yang sudah berkaca-kaca di depan nya, pria itu bahkan sudah menangis dalam diam dengan wajah yang tetap datar


"bukan aku yang egois, tapi kamu zidan, harusnya dari awal kamu bilang kalo aku sudah menghilang dari hati kamu, gak perlu seperti ini, kamu bermain di belakang ku, aku kira aku akan sanggup tapi nyatanya aku salah, aku bahkan sampai terpaksa melahirkan Azizah hanya karena melihat mu lebih memilih mengantar nya dari pada aku, Melihat mu berjalan berdampingan bersama nya"


"aku gak bisa Zidan"


"kamu menuduh ku selingkuh dengan nya, dengan Alesha Tanpa mau tau kebenarannya "


"aku dengan nya tidak ada hubungannya apapun, dia bukan siapa-siapa ku, dia---"


"mbak Kiya " panggil zila membuat keduanya berpaling


Zaskia tersenyum melihat iparnya, zila berjalan cepat, di peluk nya wanita yang menghilang lima tahun itu, air mata bahagia tidak bisa lagi ia bendung, begitu bahagia akan kembalinya Zaskia di hidup mereka


"Mbak Kiya kemana aja"


"maafin mbak, Mbak buat kalian kawatir " Zaskia mengusap punggung iparnya yang sudah terisak..


"mbak tau seberapa frustasinya kita, apalagi Abang zidan mencari mbak, Abang zidan setiap hari tanpa henti mencari keberadaan Mbak" Zaskia mengangkat wajahnya menatap zidan yang berdiri di depan mereka, sedikitpun zidan tidak mengalihkan pandangannya pada Zaskia


"maafin mbak, Mbak kira mbak gak bisa bertahan, Mbak kira hari itu akhir dari hidup mbak, tapi Tuhan berkehendak lain, mbak masih bisa bertahan hingga sekarang"


zila melonggarkan pelukannya, di pandangannya Zaskia dari ujung kaki hingga ujung kepala


"zila gak mimpi kan, ini Mbak Kiya kan"


zila mengangguk


"itu Azam" Zaskia beralih memandangi daffa yang mengendong putranya, daffa berpindah berdiri di samping sang istri


"iya Ki, ini Azam anak kami"


"masyaallah anak Tante, Tambah ganteng aja"


"zizah mana"


"Azizah di dalam mobil, mbak minta zizah masuk karena mau ngomong sama Abang kamu"


zila ber oh ria, ia paham, sekarang iparnya itu butuh waktu berdua dengan Abangnya


"ya udah sayang, kita pulang aja dulu, mereka butuh waktu melepaskan rindu, ajak zizah juga sekalian, aku juga mau ngabarin ayah bunda pasti mereka senang" ajak zila pada Daffa


"Ya udah mbak, zila gak mau ganggu momen kalian berdua, zila pergi dulu, Nanti kita melepaskan rindu lebih lama lagi" Zaskia mengangguk, ia l

__ADS_1


pandangi punggung zila dan keluarganya berlalu dari sana, sekarang tinggal lah ia dan zidan kembali berdua, dengan keada canggung


__ADS_2