Bukan Kamu Yang Aku Inginkan

Bukan Kamu Yang Aku Inginkan
Bercanda


__ADS_3

sesaat wanita itu menarik nafas dengan susah payah, matanya hampir terpejam, Zidan menepuk nepuk cemas wajah sang istri.


"Kiyaa, jangan bercanda kamu yaa"


"Apa zi , aku masih di sini belum pergi ko" Kiya mengangkat tangan nya, ia sentuh wajah Zidan dengan jemari dingin nya, Kiya menyunggingkan senyum teramat manis di wajahnya


"Kamu ganteng zi, ganteng banget, aku mau bilang makasih ke bunda, karena sudah melahirkan pria seganteng kamu, sebaik kamu, setulus kamu "


"aku juga mau bilang ke siapapun wanita yang pernah melahirkan kamu makasih karena sudah melahirkan seorang wanita cantik, sabar, dan selalu mengerti aku"


"zii kamu sayang aku nggak "


"ii--iya aku sayang, aku sayang banget sama kamu, andai aku gak sayang, aku Sudah pergi dari dulu kii, aku gak akan mertahanin kamu Kii, aku sayang banget sama kamu , aku cinta banget sama kamu, kamu wanita satu satunya di hidup aku, gak akan ada yang bisa menyamainya di hati aku.


"makasih yaa zii, makasih sudah mencintai aku, makasih sudah mau bertahan dengan wanita murahan ini, makasih sudah mau ngasih aku bahagia, aku belajar banyak tentang agama sama kamu,aku gak tau bakal jadi apa aku tanpa kamu"


"enggak en--engak, k--kamu bukan wanita murahan, kamu juga bukan wanita sempurna, tapi kamu istri sempurna untuk ku"


Zaskia tersenyum begitu manis, wajah cantiknya tidak luntur meski keadaannya tidak sedang baik baik saja.


"kalo aku udah nggak ada di samping kalian, janji yaa jangan nangis" Kiya kembali memeluk pinggang Zidan menenggelamkan wajahnya di perut Zidan, mendengar kalimat itu mata Zidan memanas, entah firasat apa yang ia rasakan sekarang, Zidan membalas pelukan Kiya , andi pria itu tau betapa bahagianya Kiya mendapat balasan peluk dari Zidan, ini yang pertama kali ia dapatkan setelah Zidan berubah, memang selama hamil zidan sering bersikap manis padanya, tapi Zaskia bisa merasakan perbedaan itu karena adanya anak mereka, Kiya meremas baju yang di gunakan zidan untuk menyalurkan rasa sakitnya.


"Jangan bikin aku takut ki, ucapan kamu seakan ingin pergi jauh , aku nggak Suka becandaan kamu kaya gini "


"Zi aku minta tolong satu lagi yaa, bantu aku, tuntun aku mengucapkan kalimat syahadat"


Zidan semakin bingung di buatnya ia ingin beranjak pergi tapi tangan Kiya meremas bajunya


"zii aku mohon tuntun aku" Zidan menggeleng


"nggak-- nggak akan"


"zi aku mohon, turuti permintaan terakhir aku yaa, setelah ini aku nggak akan minta apa apa lagi"


zidan menangis, air matanya mengenai wajah sang istri yang semakin sekarat di pangkuannya


"zi, cepatlah, mereka sudah datang "


Zidan semakin takut, di peluk nya tubuh lemah itu begitu erat,

__ADS_1


"jangan bercanda Ki, jangan buat aku takut"


dengan susah payah, sisa tenaga yang ia punya, Kiya berusaha melepaskan pelukan Zidan , Kiya dapat melihat mata pria itu sudah merah , air mata terus menetes turun dari manik yang selalu menunjukkan ketidak sukaan Padanya


tangan Kiya terulur menghapus air mata Zidan, tangannya yang menggantung di genggam Zidan, Zidan mencium telapak tangan yang mulai mendingin itu


"kenapa gak pernah bilang, kenapa gak pernah cerita, kenapa di pendam sendiri " Zidan berucap lirih


darah dari rongga hidung Kiya ta kunjung berhenti mengalir,Kiya juga meremas kuat kepalanya


"kamu bisa Ki, kamu pasti sembuh, aku mohon Bertahan demi anak kita, kamu gak mau lihat wajahnya, kamu tega ninggalin anak kamu gitu aja, Katanya mau ngantar di sampai Gerba seolah, katanya mau pakai in baju baju lucu buat dia, katanya mau jalan jalan ketaman"


Kiya menggeleng yakin


"kenapa "


"sudah terlambat, aku mau pulang zi, aku mau istirahat, aku tunggu kamu di sana yaa, aku tunggu kamu di tempat yang lebih abad, tanpa ada rasa sakit lagi, baik kamu ataupun aku"


Kiya memejamkan matanya, menarik nafas panjang


"kiyaa, kiyaaa, jangaaan, aku mohon Kii, jangan tinggalkan aku, aku mohon"


"zi aku mohon bimbing aku" lirih Zaskia dengan mata sayunya.


Zidan kembali menggeleng


" Kiya menggenggam tangan Zidan erat, matanya terus menatap mata pria itu


"zii, please, bantu aku yaa, aku tunggu kamu di sana yaa,kamu akan tetap menjadi kekasih ku ,menjadi suami ku, Sampai kita kembali bertemu di surganya Allah, pertemuan kita di dunia cukup sampai di sini aja"


"cepat zi, aku sudah nggak tahan"


dengan terpaksa zidan menuntun sang istri mengucap kalimat syahadat.


"Asyhadu an laa ilaaha illallaahu," Zidan berucap lirih di telinga sang istri


"Asyhadu an laa ilaaha illallaahu, " dengan terbata Kiya berusaha menyelesaikan kalimatnya


"wa asyhaduanna muhammadar rasuulullah" Zidan menyeka air mata Kiya yang turun setelah ia menyelesaikan kalimatnya

__ADS_1


"wa asyhaduanna muhammadar rasuulullah" ucap Kiya begitu lirih, matanya mendongak, mata indah itu terpejam, tertutup untuk selamanya, tidak akan ada lagi mata teduh yang biasa zidan lihat, tidak akan ada lagi mata yang selalu terlihat sayu akan rasa sakit yang ia terima.


"kiyaaa " Zidan memeluk erat tubuh Kiya yang sudah kaku di pangkuannya, Zidan menangis tanpa suara, hatinya sakit, istrinya sudah tiada, meninggalkan dirinya dengan anak yang baru saja Zaskia lahirkan.


"kiyaaa, banguuun, jangan gini, aku gak sukaa Bercanda kamu yang kelewatan kaya gini, zaskiaaaa"


"aaaaa" zidan berteriak, melihat istrinya yang sudah terbujur kaku di pangkuannya.


"kiyaa, kiyaa, bangun, jangan tinggalin aku zii , jangan tinggalin kami Ki, banguuun" namun sayang Kiya sudah pergi ia sudah menghembuskan nafas terakhirnya, Kiya sudah menyelesaikan tugasnya, Kiya sudah berhasil mengandung juga melahirkan anak mereka dengan selamat, kini Kiya telah pergi pergi untuk selamanya,


Zidan kembali memeluk erat tubuh sang istri yang sudah tidak berdaya, Zidan menangis pilu ,


"kiyaaa maaf" Zidan kembali menatap wajah sang istri, bibir Kiya sudah memburu, senyum yang selalu Zidan lihat masih terlihat jelas di wajah Kiya, meskipun wanita itu sudah tidak bernyawa lagi


"ZASKIAAAAAA, jangan PERGIIII, aku gak bisa tanpa kamu, zaskiaaaa"


Farah dan Ali membuka pintu mendengar suara teriakan anaknya, Farah membekap mulut melihat zidan yang duduk dengan memeluk tubuh Zaskia yang sudah tidak bernyawa.


"Zidan, z--zaskia Kenapa nak"


Zidan tidak sanggup hanya untuk sekedar mengangkat waja, pria itu menangis tanpa suara.


Farah dan Ali yang paham akan tangis dari Zidan lebih memilih keluar dari ruangan itu, tidak sanggup melihat apa yang terjadi pada menantunya.


"kiyaaa" dengan mata yang basah, zidan melepas pelukannya, di tatapnya dalam wajah sang istri, zidan membersihkan darah yang mengotori wajah istrinya.


"Makasih sudah mau bertahan sejauh ini, sayang"


"makasih sudah berjuang demi anak kita"


"maaf, maafin aku sayang, maaf"


zidan masih menangis sesenggukan, Zidan mencium kening istrinya, mata Zaskia yang terpejam tak luput dari ciuman nya, terkahir zidan mengecup lama bibir ranum yang mulai memburu.


"Aku mencintaimu, tunggu aku Ki, kita akan kembali bertemu"


^^^niyh bira gak gantung , aku up lagi, Kenapa Zaskia nya meninggoy, karena dari awal aku sudah nyimpan lama part ini, hehehe^^^


kalo likenya banyak, terus vote nya nambah, komennya rame , bisa aja nasib Zaskia dan zidan berubah hehee, karena emang ini bukan ending, love sekebon

__ADS_1


__ADS_2