Bukan Kamu Yang Aku Inginkan

Bukan Kamu Yang Aku Inginkan
menghilang


__ADS_3

Zaskia baru saja selesai mengajukan gugatan perceraian di pengadilan, wajah nya tidak dapat di sembunyikan betapa berat keputusan itu ia ambil di hidupnya, Zaskia pun sebenarnya tidak menginginkan hal tersebut hanya saja keadaan lah yang memaksanya, Zaskia ingin bebas dari zidan, bukan menyerah dari perlakuan kasar zidan selama ini, Zaskia hanya tidak bisa berbagi Suaminya dengan wanita lain, sudut matanya berair mengingat apa yang baru saja ia lakukan.


"kuatkan hamba ya Allah, tambahkan hati hamba jika memang ini yang terbaik untuk hamba dan suami hamba" Zaskia mendongak menatap langit dengan mata yang berkaca-kaca.


hari ini Zaskia kembali ke Jakarta begitu juga dengan Zidan, pria itu terlihat melamun sambil mengendarai mobilnya, begitu juga dengan anak kecil yang duduk murung di sampingnya.


"ayah, kenapa ibu gak ikut pulang ?"


Zidan diam, tidak ingin menjawab pertanyaan Azizah untuk yang kesekian kalinya


"ayaah, kenapa ayah gak ajak ibu pulang"


"ayaaah---"


"AZIZAH" azizah tersentak kaget mendengar bentakan dari ayahnya, mata sendu yang begitu mirip dengan ibunya terlihat mulai berkaca-kaca, merasa sudah melakukan kesalahan Zidan memberhentikan mobilnya, ia menepi.


"nak maafin ayah yaa, ayah gak maksud Bentak kamu"


mulai terdengar isakan dari azizah, anak kecil itu menutup wajahnya dengan tangan, pundak nya naik turun, Zidan mengusap wajah kasar merasa bersalah pada sang anak.


"Azizah mau sama ibuu, azizah mau ibuuu ayaaah"


"naak---"


"mauu ibuu, mauu ibuuu" tangisan kecil itu semakin besar, zidan Turun dari mobilnya, ia juga menurunkan anaknya dari sana, zidan menggendong tubuh kecil itu , menenangkan anaknya yang ia buat menangis tadi, tangannya mengusap punggung sang anak


"nanti yaa sayang, ayah janji akan bawa ibuu, ayah janji, tapi bukan hari ini, percayalah dengan ayah nak, ibu akan pulang bersama kita"


"ibuuu" tangis Zizah terdengar begitu pilu.


melihat anaknya mulai tenang zidan kembali menjalankan mobilnya, perjalanan masih lumayan jauh, zidan mampir untuk makan.


"di habiskan makan nya nak" azizah mengangguk dengan tangan yang sibuk memasukan potongan ayam ke mulutnya. Zidan mengusap lembut kepala anaknya


...


hari ini azizah merengek minta ikut ke kampus setelah pulang dari sekolah nya, anak itu enggan di titipkan di tempat penitipan anak. selagi ayahnya mengajar azizah menunggu di ruang dosen, di sana anak pintar itu menunggu dengan tenang sambil menghafal Al-Qur'an.


"Azizah " ia mendongak melihat siyapa sosok wanita yang memanggil nya


"iyaa--" jawab Azizah lembut


"Azizah lagi ngapain" wanita yang terlihat muda itu duduk di samping azizah


"zizah lagi menghafal Tante"

__ADS_1


"sudah hapal berapa jus"


"10" Jawab azizah dengan bangga nya


"masyaallah, pasti ayahnya bangga" azizah mengangguk dengan senyuman terlukis indah di wajahnya


wanita bernama Nadia itu membolakan matanya mendengar suara perut dari azizah


"Azizah lapar"


Azizah menggeleng dengan wajah menunduk


"sudah makan" azizah kembali menggeleng


"katanya gak laper, tapi Belum makan, azizah bohong yaa"


"Azizah laper Tante" Nadia tersenyum hangat mengusap lembut kepala anak kecil yang tertutup hijab itu


'mau makan bareng Tante Nadia " azizah diam mempertimbangkan jawaban yang akan ia berikan, tapi sesaat azizah menggeleng


"kenapa katanya laper"


"ayah pasti gak ngizinin, makan sama orang asing " Nadia menyunggingkan kembali senyumannya mendengar jawaban polos dari azizah.


"ayah gak akan marah, kan Tante bukan orang asing, Tante Nadia rekan kerja ayah, nanti kepalanya pusing juga Lo"


"biar Tante Nadia yang teraktir " azizah kembali mengangguk, ia mencium Al-Qur'an kecil di tangan nya kemudian memasukkan nya ke dalam tas.


"ayo Tante, zizah udah laper banget "


"ayoo" Nadia menjulurkan tangannya, dan di sambut azizah dengan menggenggam tangan wanita itu


"Bu Ratna, kalo bapak zidan nyariin anaknya, tolong bilangin anaknya saya bawa ke kantin ya buk"


"iya nad"


Nadia, gadis muda berusia 22 tahun, Nadia baru bekerja sekitar 5 bulan di kampus itu, bukan sebagai dosen apalagi rektor, Nadia Hanya karyawan biasa di sana.


...


"astaghfirullah " zidan beristigfar di dalam kelasnya, ia baru sadar lupa memberi makan anak semata wayangnya


"saya permisi dulu, kalian kerjakan tugasnya "


Zidan bergegas menemui anaknya di ruang dosen, tapi tidak ia temukan azizah di sana, tidak biasanya azizah pergi seperti ini

__ADS_1


"pak, azizah tadi di bawa Nadia ke kantin


"di bawa Nadia ke kantin?"


"iyaa"


Zidan mengerutkan keningnya, mendengar sang anak di bawa pergi, pria berusia 33 tahun itu tidak bisa menyembunyikan ke kekwatiran nya.


Zidan bergegas pergi menemui anaknya yang katanya bersama Nadia


"Azizah". panggil zidan dengan suara tegas, sebenarnya zidan tidak suka dengan azizah yang pergi tanpa memberitahu nya, kekesalan terlihat jelas di wajahnya, tapi melihat anak itu bahagia membuat amarah nya luluh.


"aa--ayah" gugup azizah mendengar panggilan zidan yang tidak bersahabat, anak itu ketakutan


"maaf pak, azizah saya yang ajak makan bareng, kesian Azizah nya jangan di marahin ya pak" gadis muda itu pun tertunduk dengan jemari yang saling terpaut.


"saya gak akan marah ko, saya cuma kawatir,lain kali kalo mau pergi izin dulu sama saya, biar saya tau kalian kemana, gak kaya gini, saya nyariin kalian "


"maaf ayah, Aziza janji gak akan ngulangin lagi"


"sudah gak papa, anak ayah makan apa , lapeer yaa, maaf ya, ayah lupa ngasih makan siang Buat azizah " zidan duduk menyamakan tingginya dengan sang Anak, Nadia tersenyum melihat seperti apa zidan memperlakukan anaknya


"Azizah di pesankan nasi SOP, sama kaka Nadia "


"Kaka Nadia, ibu nak, gak sopan kaya gitu"


"saya yang minta pak, saya yang minta Aziza manggil saya Kaka saja"


"ya udah gak papa, tapi sama yang lain gak boleh yaa"


"iyaa ayah"


"ya udah lanjutkan makan nya, ayah mau ke kelas dulu"


..


sejak tadi Zaskia sudah menunggu di depan rumah zidan, menunggu kedatangan mereka, ia yakin hari ini pasti zidan membawa anaknya ke kampus tapi Zaskia tetep setia menunggu kepulangan nya dengan surat perceraian yang sudah ia terima pagi tadi.


Lama menunggu akhirnya Zaskia melihat mobil milik zidan mendekat, mobil itu berhenti tepat di depan Zaskia duduk, zidan turun dengan menggendong azizah yang sudah tertidur pulas.


tiba tiba saja, zidan memberikan tubuh anaknya untuk di gendong wanita yang masih menjadi istrinya itu


"gendong dulu, aku mau buka pagar" ucap zidan dengan santai nya


"masuk, tunggu aku di dalam, sandi nya masih sama, kalo kamu lupa.... tanggal pertama kali kita ketemu" Zaskia berjalan ragu, memasuki kembali rumah yang ia tinggalkan bertahun-tahun itu, semua kenangan nya terpatri jelas di rumah itu, zidan tidak langsung masuk kembali ke mobilnya, ia menatap punggung Zaskia Hingga tidak terlihat lagi

__ADS_1


Zidan menghela nafas panjang, ia mengerti maksud kedatangan Zaskia.


"sampai kapan pun aku gak mau pisah dengan mu"


__ADS_2