
5 Tahun kemudian.
Di dalam kamar yang sama, zidan duduk di depan tv memutar kenang-kenangan yang Zaskia siapkan sebelum pergi meninggalkan, sudah 5 tahun Zaskia pergi entah kemana, 5 tahun itu zidan habiskan mencari keberadaan istrinya, zidan masih yakin Zaskia masih hidup di suatu tempat, dan zidan masih akan terus mencari istrinya, ini lah yang zidan lakukan jika rasa rindu itu tidak dapat ia tahan lagi, memutar video yang dibuat sang istri.
"Assalamualaikum zii, kalo kamu sudah liat video ini berarti aku udah gak ada lagi di samping kamu zii, aku udah pergi dari hidup kamu zii, mungkin aku sudah dipanggil untuk kembali ke sisinya" Zaskia duduk sambil mengelus perut buncitnya, senyuman manis itu yang begitu zidan rindukan"
"liat zii, anak kita sudah semakin besar , lucu yaa zii "
"Ki , aku kangen kamu , sayang" zidan meremas benda pipih di genggamannya
"Zii, anak kita menendang"
Zaskia menatap lurus ke depan.
"zii, maaf ya, mungkin kamu sudah bosan dengar kata itu dari mulutku, tapi selama kamu belum memberi maaf aku akan terus mengucapkan kalimat itu zii"
"iyaa Ki, iyaa, aku sudah maafkan kamu, aku mohon sekarang pulang lah Ki, pulang"
"Kamu benar zii, ga ada seorang pun yang mau berteman dengan ku, mereka menganggap aku wanita murahan, mereka benar zii, aku memang wanita murahan, tapi di saat terpuruk ku, kamu justru datang menjadi penguat di hidup ku, yang hampir hancur ini" bibir ranum itu terangkat membentuk bulan sabit, tapi sudut matanya berair
"Kamu datang sebagai penguat untuk ku, kamu buat aku menjadi percaya akan takdir baik di hidup ini, kamu bimbing aku kejalan yang lebih benar" Zaskia mengusap air matanya
"makasih ya zii, makasih untuk Semua yang kamu berikan untuk ku, sebesar apapun kamu membenciku, lebih besar pula rasa sayang aku ke kamu zii, aku gak punya alasan sedikit pun untuk membecimu"
"tapi kalo boleh jujur, hati aku sakit melihat kamu dengan nya zi, hati aku sakit meski aku sudah belajar mengikhlaskan kamu untuknya, aku wanita biasa zi, gak ada wanita yang mau berbagi suaminya " Zaskia menatap langit langit kamar, terdengar berat nafas yang ia hembuskan
"aku cengeng yaa zii, maaf"
.
"setelah aku pergi, hidup lah bahagia dengan nya, aku titip Azizah yaa, tolong sampaikan pesan aku ke dia , jaga anak aku , sayangi Azizah ku sama seperti dia menyayangi anaknya sendiri, jangan sakiti ia, demi Tuhan aku gak akan ridho seorang pun menyakiti anak ku"
"sekali lagi maaf ya zii, dan aku mencintai kamu"
"aku juga sayang kamu Ki" zidan mengalihkan pandangannya pada pintu yang di buka
__ADS_1
"ayaaah, zizah kangen ibu" zidan mendudukkan gadis kecil itu di adas pangkuannya, gadis malang yang tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu, zidan merapikan ikatan rambut anaknya yang auk Akuan karena baru bangun tidur
"anak ayah sudah bangun ternyata, anak ayah kangen ibu"..
"iyaa, zizah kangen ibu, zizah pengen liat ibu yah"
"iyaa sebentar yah, ayah Carin ibu dulu" terlihat anak kecil itu tersenyum girang
Vidio di alihkan di waktu yang berbeda, masih di tetap yang sama, Zaskia yang duduk di kursi, tapi dengan baju yang berbeda
"ibuuu" anak itu menangis, belum juga sang ayah memutar video nya
"USS, sayang kenapa nangis nak"
"ibu yah, ibu, kenapa ibu gak duduk sama kita di sini, Kenapa ibu di situ terus, zizah mau di Gendong ibu yah"
."
"sayang " zidan tidak tau lagi , alasan apa lagi yang ia beri pada anaknya, terlalu sulit menjelaskan kepada anak kecil itu , yang ia tau anaknya itu menginginkan ibunya.
"mau lihat ibu, atau kita makan"
"mau lihat ibu" anak itu menghapus kasar air matanya, zidan menekan tombol untuk memulai tayangan
"assalamualaikum sayang, ini ibu nak, zizah apa kabar nak, ibu kangen banget sama kamu nak, maaf ya , ibu gak bisa ada untuk zizah, zizah sama ayah dulu yaa nak, nanti kita ketemu di tempat terbaik menurut takdir"
"ibuu, zizah juga kangen ibu"
"sayang, buah hati ibu, dunia ibu, surganya ibu, sayang nya ibu, permata hati ibu" Zaskia tersenyum singkat, sedangkan gadis kecil itu kembali terisak
"nak coba lihat" Zaskia mengusap perut buncitnya
"di dalam sini ada Azizah kecil yang selalu ibu bawa kemana pun ibu pergi, gak pernah ibu tinggal" Zaskia tertawa geli mendengar ucapannya sendiri
"Nak ,maaf ya , maaf ibu gak bisa gendong zizah, maaf ibu gak bisa temenin zizah, maaf ibu gak bisa bacain cerita nabi untuk zizah, maaf ya nak"
__ADS_1
"ibu sayaaang banget sama Zizah sama ayah, tapi Tuhan lebih sayang ibu nak, suatu hari pasti zizah akan mengerti maksud ibu"
"Zizah mau ibu, zizah mau di gendong ibu, zizah mau di antar ke sekolah Sama ibu, zizah mau ibuuuuu " teriak zizah di iringi tangisan
"USS, anak ayah , gak boleh gitu nak, ibu gak suka Lo liat zizah nangis kata gini"
Azizah menenggelamkan wajahnya di dada bidang sang ayah, zidan mengusap punggung anak kecil yang bergetar itu
Zidan memulai lagi video nya setelah tidak mendengar tangisan sang anak
"Zizah mau janji sama ibuu, janji kalo zizah bakal nurut apa kata ayah, jangan membatah sama ayah, jangan sakiti perasaan ayah, jadi anak Sholeh kebanggaan ayah sama ibu"
"iya Bu zizah janji, zizah akan jadi anak yang Sholeh " Aziza mengangguk dengan mata yang menganak sungai
"Kii, sekarang anak kita sudah menjadi penghafal Qur'an Ki, sama seperti harapan kita dulu, sekarang zizah sudah menghapal 10 jus Al-Qur'an, kamu pasti bangga dengan nya, anak kita cantik zii, cantik Banget kaya kamu, sayang "
"ibu yakin anak ibu pasti menjadi wanita Sholeh, dan pintar, nak jadilah penerang untuk ayah dan ibu yaa"
"ibu sayaaang banget sama Zizah, meskipun ibu gak ada di samping Aziza, tapi percayalah nak, ibu akan selalu ada di sini" Zaskia menyentuh dadanya
"di hati zizah"
"ibu sayaaaaang sekali sama zizah, makasih nak, sudah hadir di kehidupan ibu, ibu mencintai zizah karena Allah "
"ibuuuuu" gadis kecil itu kembali terisak, setelah video singkat selesai, video yang Selalu ia minta pada sang ayah untuk diputarkan
Zidan berdiri tanpa melepaskan zizah dari gendongannya, zidan berusaha menenangkan anaknya meskipun tidak mudah
"sayang jangan nangis lagi nanti matanya bengkak Lo nak"
"ibuuuu, zizah mauu ibuuuu, zizah mau ibuuuuu, zizah mau di Gendong ibu, a--ayah bilang, ayah akan bawa ibu pulang, tapi kapan ayah, kapan"
"sabar ya nak, sabar, ayah akan bawa ibu pulang, ayah janji "
"zizah mau ibu sekarang ayahh, zizah mau ibuuu"
__ADS_1