
"zah perginya sama Tante zila aja ya nak, ayah capek banget mau istirahat aja"
"iya ayah"
"Zil titip zizah ya"
"iyaa bang, kalo gitu kita berangkat ya bang, Abang istirahat aja"
"iyaa"
"assalamualaikum
"waalaikumsallam "
Zila , Daffa Aska dan zizah akan pergi ke taman hiburan hari ini, karena memang akhir pekan, sedangkan zidan lebih memilih diam di rumah dari pada umur, dengan alasan mau istirahat, sebenernya Zidan juga ingin pergi ke suatu tempat yang sering ia kunjungi dulu bersama sang istri.
Zidan berangkat setelah memastikan adiknya meninggalkan rumah.
dengan pakaian santai zidan mengendarai mobilnya, hingga sampai lah di satu taman yang ramai akan pengunjung
zidan duduk di kursi taman yang berada tepat di bawah pohon yang rimbun, suasana sejuk mampu membuat zidan merasa tenang, Zidan duduk memperhatikan keluarga kecil di depannya, keluarga hangat yang menjadi impiannya dulu, zidan dulu sangat bermimpi bisa menghabiskan waktu liburannya bersama anak dan istrinya seperti itu, Zaskia yang menyiapkan sarapan, menunggu dirinya dan anak mereka bermain, harapan kecil yang sampai sekarang tidak bisa pria itu wujudkan
"Ki coba lihat mereka, apa keluarga kita bisa kaya gitu juga ki , apa suatu hari nanti kita bisa menghabiskan waktu seperti itu juga, aku meletakkan kepalanya ku di pangkuan kamu, terus kita Sama sama berbagi cerita sambil nunggu zizah selesai bermain, apa bisa kita kaya mereka Ki"
"kamu ingat gak sih Ki, dulu kita sering ke taman ini, kalo lagi main ke Jakarta, kamu suka banget duduk di kursi ini, karena tepat berada di bawah pohon, kata kamu sejuk , iya kan" zidan menyunggingkan senyum mengingat momen indah bersama Zaskia.
"ki kamu kemana sih, aku harus kemana lagi mencari Kamu Ki, aku kangen, kamu gak kesian sama anak kita, Azizah, setiap hari ia menanyakan keberadaan ibunya, setiap hari juga aku harus menjanjikan padanya bahwa aku akan membawa ibunya pulang ke rumah "
"apa kamu sungguh sudah pergi untuk selamanya Ki, apa ga ada kesempatan buat aku untuk meminta maaf, apa hari itu memang menjadi pertemuan terakhir kita, maafin aku Ki, maaf, aku sayang banget sama kamu, aku cinta banget sama kamu, aku gak pernah ada niat buat nyakitin kamu ki"
"ternyata mimpi itu sungguh nyata, aku kehilangan kamu di hidupku Ki"
""ya Allah jika memang istri hamba baik baik saja di luar sana , berikanlah hamba kesempatan untuk memperbaiki kesalahan padanya, jika pun ia telah tiada, hamba mohon yan Rab, tunjukanlah di mana hamba bisa datang menemuinya" zidan berucap lirih, ia menunduk menahan sesak di dada.
..
di tempat lain Aziza dan Aska sedang asik bermain wahana permainan dengan riang, tawa mereka terdengar jelas di kuping Zila dan daffa, daffa merangkul pinggang zila yang berdiri di sampingnya.
"mereka sudah besar ya mas, gak kerasa"
__ADS_1
"iyaa, saatnya punya Ade lagi tu si Aska"
zila menoleh menatap suaminya,yang juga menatapnya, kemudian mereka tertawa entah apa yang lucu
"Apa sih mas"
"idih, kamu yang apa, ko tiba tiba ketawa"
"muka mas, lucu"
"muka kamu cantik"
"emang" keduanya kembali terkekeh pelan
"mas, kesian Abang kan, sampai sekarang belum bisa nemuin Mbak Kiya, sampai gak ke urus gitu Lo, waktunya Abang di habiskan cuman buat nyari mbak Kiya, yang pergi entah kemana, ya syukur syukur mbak kiya masih hidup di tempat lain, kalo misalnya enggak, aku gak bisa bayangin gimana sedihnya Abang setelah tau hal itu, mbak Kiya mengidap kanker stadium akhir, kesembuhannya hanya 10 % dari 100 %, bunda ayah jadi ikutan sedikit juga lihat kondisi Abang yang sudah 5 tahun auk aukan kaya gitu, bunda sering minta Abang buat nikah lagi, mungkin bisa sedikit ngobatin rasa rindu Abang ke mbak Kiya atau sedikit bisa Abang lupain mbak Kiya, bukannya mereka jahat minta Abang luapan seseorang yang sudah menemani sejak SMA, tapi mengingat kondisi mbak Kiya... apa masih ada kemungkinan mbak Kiya masih hidup, kesian juga sama ponakan ku mas, Azizah perlu kasih sayang orang tua, dia masih kecil, Abang jadi terganggu pekerjaan nya karena harus ngurus zizah juga
Zila menghela nafas panjang setelah mengutarakan isi hatinya, sedangkan daffa.. Hanya diam mendengarkan
"aku jadi ingat gimana dulu kamu pergi" tatapan Daffa berubah sendu
"masss"
"masss" zila terharu mendengar ucapan suaminya, hubungan mereka semakin harmonis, tapi tidak jarang juga ada pertengkaran di dalam rumah tangga, seperti pada umumnya.
"kamu saya aku kan daf"
Dafa mengerutkan keningnya, pertanyaan itu lagi, pertanyaan yang selalu zila tanyakan padanya
"kalo aku gak sayang, aku gak akan ada di samping kamu sekarang Zil"
"aku sayang kamu mas, sayang banget"
"aku juga"
"papaaah" teriakan Aska membuat kedua insan itu sadar, sekarang sedang berada di mana
"i--iya sayang kenapa nak"
"Aska sama zha Mau main itu" Aska menunjukkan permainan yang lain
__ADS_1
"ya udah ayoo turun kita ke sana" Aska menggandeng tangan adiknya, mereka berlari ke permainan yang lain
"mereka lucu ya, sayang "
"iyaa, gemesin banget "
...
Zidan yang baru saja duduk kembali setelah membeli sebotol air mineral, menatap dalam seseorang yang berdiri tidak jauh darinya.
"Ki, itu kamu? " ucap zidan ragu, ia berjalan dengan perasaan ragu mendekati wanita yang membelakanginya, entah kenapa Zidan merasa perempuan itu istrinya.
"Zaskiaa" wanita yang menggunakan abaya hitam dengan pasmina menutup dada, memang sekilas terlihat mirip dengan Zaskia
wanita itu berbalik, menatap bingung zidan yang berdiri tepat di belakangnya
"m--maaf, saya kira anda Zaskia, istri saya"
"iya ga papa" wanita itu menjawab dengan sopan, dengan perasaan kecewa bercampur malu, zidan kembali duduk di tempatnya.
"segila itu aku Ki mencari mu, sampai siapapun yang aku lihat, aku kira itu kamu" sudut bibir zidan terangkat
...
"jangan lari nak, pelan pelan"
"mah cepat Aska sama zha sudah haus"
"iya Tante cepat, zha mau beli minum"
"iya nak iyaa"
karena kelelahan bermain dua anak kecil itu sampai ke hawusan, mereka memesan minuman rasa tidak jauh dari wahana, mereka mencari tempat duduk untuk menikmati minumannya, tidak mungkin mereka minum sambil berjalan atau berdiri, itu bukan lah adab yang benar dalam makan dan minum.
Aska merengek minta di gendong daffa, alhasil Daffa menggendong putranya itu, sedangkan Azizah menolak untuk di pegang zila, entah karena keasyikan atau apa, zila dan Daffa tidak menyadari Azizah sudah tidak ada di samping mereka.
"Azizahh" Azizah yang tadi kebingungan mencari keluarganya, berbaik setelah mendengar, seseorang yang terdengar asing memanggil namanya dengan lembut
mata gadis itu berbinar
__ADS_1