Bukan Kamu Yang Aku Inginkan

Bukan Kamu Yang Aku Inginkan
Berangkat bersama Daffa


__ADS_3

Zila menahan nafasnya, setelah masuk kedalam mobil Daffa, karena Daffa yang sedang memasangkan sabuk pengaman ke zila, Zila bisa mencium wangi rambut Daffa karena jarak mereka yang memang begitu dekat.


"Jangan di tahan nafasnya"


Lagi lagi Daffa berhasil membuat pipi zila merona, zila membuang pandangannya ke arah luar jendela mobil.


"Zil, kapan mau periksa lagi"


"Besok"


"sama aku ya, kebetulan akhir pekan kan"


"iyaa"


"Zil, aku boleh nanya sesuatu"


"apa"


"Dulu kita satu sekolah kan waktu sma"


Zila yang tadi membelakangi Daffa , kini beralih menatap kearah depan, punggung nya di sandarkan di kursi mobil, Daffa sesekali melirik wanita itu karena tidak juga menjawab pertanyaan nya.


zila tidak menyangka Daffa mengingat kejadian yang sudah berlalu beberapa tahun itu, Zila juga tidak menyangka Daffa mengingat wajah nya , padahal setau zila , zila bukan anak yang terkenal di sekolah, tapi Daffa bisa mengenali wajahnya.


"Zila"


"iyaa__kita satu sekolah, anda Kaka kelas saya, saya kelas 1 waktu itu"


"Kamu juga kan yang waktu itu ga sengaja kena bola basket yang saya lempar"


zila tersenyum mengingat kejadian memalukan itu, anak laki laki yang membuat nya menahan perih di wajah sekaligus malu, sekarang duduk di sampingnya sebagai suami.


"Kenapa senyum" Tanya Daffa


"lucu aja kalo mengingat momen memalukan itu"


"waktu itu saya belum minta maaf, karena kamu keburu pergi, saya minta maaf ya, waktu itu si Erik ga sigap nangkap bola yang saya kasih , alhasil bolanya mendarat ke pipi kamu"


"nggak masalah, salah saya juga kenapa harus lewat situ"


"Kenapa kamu suka sekali menyalahkan diri sendiri, sudah jelas itu salah saya Karena kurang hati hati"


"Zila"


"Hem" jawab zila singkat


"Kenapa waktu itu langsung pergi"


"maksudnya" jujur zila bingung kemana arah pembicaraan mereka


"Kenapa langsung pergi, kan saya mau nolongin,belum minta maaf juga"


"Saya tidak punya alasan berlama lama di Sana"


"Apa wajahmu sakit waktu itu"


"Sakit, Sampai di rumah, saya mengadu sama ayah, ayah bahkan sudah berniat ke sekolah waktu itu buat negur anak yang melempar bola sampai membuat wajah saya memar, Untungnya saya berhasil buat ayah mengerti dan ga jadi ke sekolah" Daffa memperhatikan wajah zila dari samping, , benar kata mertuanya__ istrinya itu wanita manja, setelah mendengar cerita zila.


"Benarnya kata ayah , kalo kamu manja"


Zila menatap sinis Daffa , zila tidak terima di sebut manja, Daffa malah terkekeh pelan , melihat perubahan wajah zila dari senyum ke sinis membuat Daffa ngeri sendiri.


Daffa menggenggam tangan zila erat

__ADS_1



"Jangan marah, saya cuman bercanda"


"Kamu__selama hamil, jadi mudah marah ya, coba waktu belum hamil, setia kita bertengkar pasti kamu lari ke kamar" lanjut Daffa


"Bawaan hamil mungkin"


"Nanti tunggu saya yah, saya akan jemput"


"iya"


tidak terjadi lagi obrolan di antara mereka, Daffa terus menggenggam tangan zila, sampai akhirnya mereka tiba di depan kantor zila


"Hati - hati, jangan terlalu di paksakan, istirahat kalo lelah"


Zila mengangguk, melepas sabuk pengaman nya dan membuka pintu mobil


"Zila"


Zila kembali menatap Daffa, Daffa menjulurkan tangannya agar di Salim zila, Ada rasa ragu di hati zila__untuk membalas uluran tangan Daffa, zila mengingat kembali sikap kasar Daffa yang tega menepis kasar tangan nya.


"Salim Zil" Daffa membuyarkan ingatan zila, mau tidak mau zila membalas uluran tangan Daffa, mencium tangan Daffa mencari berkah dari suaminya.


Daffa mengikis jarak di antara mereka, dan mendaratkan satu kecupan di kening zila, lagi lagi perlakuan Daffa membuat jantung zila berdetak tidak karuan.


Zila menatap Daffa sesaat, tatapan mereka saling bertemu, Daffa tidak juga menjauh dari posisinya, bahkan semakin mengikis jarak di antara mereka, zila bisa merasakan hembusan nafas Daffa menerpa wajahnya, merasa jantungnya ingin keluar dari tempatnya, zila segera keluar dari mobil dan menutup pintu mobil


"Saya masuk dulu Assalamualaikum"


"Waalaikumsallam"


"Menggemaskan" ucap Daffa setelah zila tidak terlihat lagi.


....


"Hem"


"tumben, suami Lo kan super sibuk"


"Kemaren nyuruh gw biar di antar Daffa , sekarang ngeledek suami gw lagi"


"Bukan ngeledek Zil, cuman nanya aja"


"Iya han, suami gw hari ini kurang sibuk makanya bisa nganter, ayo dari pada ngomongin suami gw terus , mending kita keluar buat cari makan"


"Bentar gw ngirim email dulu"


.....


karna tempat maka nya tidar terlalu jauh , zila dan Hana hanya berjalan kaki, hitung hitung olah raga kata zila, padahal Hana ingin menggunakan mobil takut zila kelelahan.


"Lo yakin ga papa Zil"


"Dah biasa kali Han, Santai"


"zila"


teriak seseorang dari belakang, zila kenal betul siyapa pemilik suara itu.


Zila dan Hana membalik tubuh nya dan benar saja itu Daffa


"Daffa"

__ADS_1


Daffa turun dari mobilnya , berjalan lebih dekat kearah zila dan Hana, Hana menyenggol lengan zila.


"laki Lo Zil"


"iya gw tau, gw masih hapal muka laki gw" jawab zila berbisik takut Daffa mendengar


"kamu mau kemana"


"saya..." ucapan zila terhenti, zila sadar ada yang salah dengan ucapannya, Zila menatap Hana, yang juga menatap Hana dengan tatapan aneh.


"ehh, kita mau makan mas"


"Dimana__ biar mas antar" ok sekarang Daffa juga ikut di dalam sandiwara zila.


"Ga usah mas, dekat ko di sebrang sana"


"tapi mas juga mau makan, ayo"


" Ayo Zil, ga usah nolak , mau dosa Lo" bisik Hana sebisa mungkin agar tidak di dengar Daffa


"Iya mas, ayo" Dafa jalan lebih dulu di susul zila dan hana


tempat yang di maksud zila dan Hana memang dekat hanya butuh waktu beberapa menit mereka sudah sampai di depan.


Daffa berjalan lebih dulu sedangkan zila dan Hana di belakang


"Laki Lo dingin Banget Zil" bisik hana


"Dingin gimana, Lo mau laki gw kepanasan apa"


"bukan gitu Zil, dari sekolah sampai sekarang ga berubah Sama sekali"


"Berubah ko, Lo aja yang ga tau"


"Berubah gimana"


"Rahasia Suami istri jangan kepo Lo" zila terkekeh , emang suka menjahili Hana, Hana berdecak kesal


"Pesan apa Zil" tanya Hana


"emm, mi ayam, mas Daffa apa"


"sama kan aja, jangan keseringan makan mi Zil, ga baik"


"Engga ko, aku baru ini makan mi"


"Baru apaan, baru satu kali dalam sehari, ya kan Zil?" sarkas hana


Zila menatap sinis Hana, sedangkan Daffa hanya diam mendengar obrolan dua sahabat di depannya.


"Ka Daffa, zila kalo di rumah nyebelin juga ga sih , ni anak nyebelin banget sumpah"


"Emm, engga ko, cuman pemarah aja, semenjak hamil"


"Mass , aku ga marah ya, kalo mas ga nyiram bensinnya"


"iyaa, mas yang salah" Daffa mengacak rambut zila yang tertutup hijab


"ehemm" jadi obat nyamuk niyh gw


"Makanya nikah Sana, jangan kerja terus"


"belum dapat yang pas, gw ga mau nyesel nanti, pas sudah nikah dapat perlakuan kasar sama dia, iiyh amit amit"

__ADS_1


Apa yang Hana ucapakan secara tidak langsung menampar Daffa, perlakuan daffa ke zila bisa di bilang tidak baik, bukan tidak baik tapi sangat tidak baik, Daffa menatap zila yang hanya menunduk sejak Hana membahas pernikahan, Daffa tau apa yang dirasakan wanita di sebelahnya itu.


"Ayo makan , nanti saya antar kalian ke kantor" Daffa berusia mengalihkan pembicaraan.


__ADS_2