
Zidan baru saja menyelesaikan kelas terkahir nya, harusnya Zidan sudah pulang sebelum sholat ashar, tapi ada pekerjaan lain yang harus ia selesaikan di kampus sampai pukul jam 7 malam.
Zidan menyibak rambutnya, benda pipih miliknya sudah ia pegang sejak tadi, zidan memutar mutar ponsel itu, sebenarnya berat menghubungi sang istri mengabari jika dirinya tidak bisa pulang malam ini, tapi di sisi lain Zidan juga tidak tega menolak permintaan dari wanita yang tadi pagi menghubungi nya.
Dengan sangat terpaksa, Zidan mencari nomor sang istri, tidak butuh waktu lama kiya sudah mengangkat telponnya.
"assalamualaikum Ki"
"waalaikumsallam, Kenapa zi"
"aku kayaknya nggak bisa pulang deh Ki malam ini, aku ada pekerjaan tambahan, terpaksa nginap di rumah teman, kamu nggak papa kan aku tinggal "
"iya zi nggak papa, aku paham ko , kamu pasti banyak kerjaan yaa"
"hemm, kamu sudah makan"
"sudah dikit"
"nggak di muntahin lagi "
"sampai sekarang enggak si zi, gak tau nanti"
"kalo kamu butuh aku , langsung hubungin aku"
"iyaa ziii, kamu sendiri sudah makan"
"belum, nanti aku makan di rumah temanku, ini masih di parkiran, didalam mobil"
"ya udah kamu hati hati yaa, Jagan ngebut di jalan"
"iyaa, kamu juga hati hati, aku tinggal dulu malam ini, ayam mentega kamu sudah aku kirim ke rumah, paling sebentar lagi sudah sampai "
"makasih yaa zi, aku sayang kamu zi"
"emm, aku juga, aku tutup yaa, aku udah mau jalan ini "
"iyaa zi, assalamualaikum "
"waalaikumsallam "
terdengar jelas tarikan nafas berat yang keluar dari bibir pria itu
"maafin aku Ki"
...
"waalaikumsallam "
Perempuan cantik dengan hijab instan sebagai penutup kepala menyambut Zidan yang baru saja tiba di rumah nya
"masuk mas"
"kamu sudah makan mas"
Zidan menggeleng dan duduk di kursi tamu "
"sebentar yaa mas, aku panas in makanan nya dulu"
Zidan lagi lagi hanya mengangguk
"ini buah apel pesanan kamu"
"makasih mas"
"hemm"
terlalu melelahkan dengan hari yang berat ini, Zidan tertidur dengan pakaian yang masih lengkap di atas kursi tamu, wajahnya terlihat begitu lelah, hembusan nafasnya teratur, tangan nya ia letakkan di atas kening, agar lampu tidak dapat langsung mengenai matanya.
alesha__wanita yang mungkin seusia dengan Zaskia__ istri Zidan, sudah selesai dengan urusannya di dapur, alesha mendapati Zidan yang tertidur di ruang tamunya
"maafin aku ya mas, sudah mengerepotin kamu " batin alesha
"mas" cukup satu kali namanya di panggil, Zidan tersentak dari tidurnya, mungkin karena zidan juga tidak benar benar tidur, makanya dengan mudah untuk di bangunan
__ADS_1
"kenapa sha"
"aku sudah panaskan makanan nya , kita makan bareng, baru setelah nya kamu bersihin diri, kamu keliatan capek banget mas" Zidan hanya mengangguk dan berjalan mendahului alesha, zidan duduk di meja makan yang sudah penuh dengan masakan alesha.
"maaf ya mas, ngerepotin kamu kaya gini"
"nggak masalah sha, selagi aku bisa nemenin kamu, aku pasti datang"
"makasih ya mas"
"iyaa"
"gimana kandungan kamu sha"
"Alhamdulillah baik mas, obat penguat yang dokter itu resep kan, cocok untuk ku"
"syukurlah, makan yang banyak sha"
"iyaa mas, kamu juga"
mereka makan dengan tenang tanpa ada obrolan lain, zidan lebih dulu masuk ke dalam untuk membersihkan diri.
"sha aku masuk kamar duluan yaa, aku capek banget"
"iyaa mas"
"nggak papa kan aku tinggal"
"iyaa nggak papa mas"
...
Di tempat berbeda , seorang wanita sedang memijat pelipisnya sakit kembali menyerang kepalanya, Kiya berulang kali merubah posisinya , sakit kepala yang ia derita kian parah semakin hari.
darah segar kembali Kiya rasakan keluar dari rongga hidungnya, bergegas ia masuk ke dalam kamar mandi, menunduk agar darah itu tidak menggumpal di dalam sana.
"Sakiiitt, zidaaaaan sakiit" panggil Kiya lirih
...
"aku pulang dulu ya sha, nanti aku ke sini lagi pulang kerja "
"iya mas, kamu hati hati "
"iyaa , assalamualaikum "
"waalaikumsallam "
dengan kecepatan sedang __Zidan menyusuri jalan yang masih sunyi dengan aktivitas pejalan kaki, Hanya orang orang yang baru pulang dari masjid yang terlihat berlalu lalang di sekitar area masjid.
udara dingin masih bisa Zidan rasakan menusuk kulitnya, ia ingin segera pulang menemui sang istri.
sesampainya di rumah, keadaan sudah terang seperti biasa, zidan melihat istrinya sudah berdiri di depan kompor.
"assalamualaikum "
"waalaikumsallam, Zidan__kamu dari tadi yaa"
di matikan nya kompor , sebelum mendekati suaminya
"pasti capek banget yaa zi"
"hem"
"mandi gih, biar segar"
"iyaa" Kiya mengekor di belakang Zidan, Kiya menyiapkan air hangat untuk Zidan, dari luar Zidan bisa melihat punggung sang istri.
"zi sudah"
Zidan mendekati Kiya, ia peluk wanita itu, Kiya membalas pelukan suaminya, sebenarnya bingung juga dengan sikap Zidan yang aneh menurutnya
"kenapa zi"
__ADS_1
"kenapa apanya "
"tiba tiba meluk"
"kenapa? kamu nggak Suka ya aku peluk " zidan ingin melepaskan pelukannya, tapi dengan cepat Kiya mempererat lagi pelukannya
"en__enggak bukan gitu maksut aku zi, cuman aneh aja"
"Gak usah aneh aneh deh, kita ini suami istri, mau kapan pun di mana pun aku peluk kamu gak akan aneh"
"iyaa zi aku ngerti " Zidan mengecup pucuk kepala Kiya.
"ya udah kamu mandi dulu sana, aku mau lanjutin masakan di bawah "
"hemm"
..
Zidan sudah rapi dengan stelan kerjanya, ia turun mendengar panggilan Kiya
"duduk zi"
"Gimana tadi malam, kamu mual lagi"
"sedikit mual biasa aja, nggak sampai muntah"
"nginep di mana tadi malam zi"
"aku kan sudah bilang di rumah teman"
"iyaa, aku tau di rumah teman, tapi teman yang mana, apa aku kenal"
"gak, kalian gak pernah ketemu, buat apa juga kamu tau, gak ada gunanya juga buat aku"
Kiya menghembuskan nafas panjang, ia hanya ingin meja makan ini tidak hanya terdengar bunyi dentingan sendok saja, ia ingin ada obrolan hangat , tapi seperti nya pria itu tidak tertarik sama sekali.
"nanti malam aku nginep lagi di tempat yang sama"
"kerjaan kamu belum kelar yaa zi"
"belum, masih banyak yang harus di urus, kamu nggak papa kan aku tinggal sendiri"
"iyaa nggak papa ko zi"
"kapan jadwal periksa kamu"
"Senin nanti"
"perginya bareng Aku, nanti aku yang antar, aku juga mau tau keadaan anak kita "
"iyaa zi"
"gimana enak nggak ayam mentega nya "
"lumayan "
"mau aku bawakan apa lagi nanti malam"
"emm sekarang aku nggak lagi pengen apa apa "
"ya udah nanti telpon aja kamu mau apa, nanti aku kirim ke rumah"
"iya zi "
...
"aku berangkat dulu, kamu hati hati di rumah, kalo ada apa apa hubungin aku aja"
"iyaa , kamu juga hati hati zi"
"assalamualaikum "
"waalaikumsallam "
__ADS_1
"kamu masih nggak mau jujur zi " wanita itu membantin.