Bukan Kamu Yang Aku Inginkan

Bukan Kamu Yang Aku Inginkan
pertemuan dengan rafa


__ADS_3

tidak terjadi apa apa tadi malam, mereka hanya tidur dengan saling memeluk sepanjang malam, zidan yang lebih tepatnya, pria itu sama sekali enggan melepas Zaskia barang sejenak, bahkan sesekali zidan membuka matanya hanya untuk memastikan Zaskia masih terlelap tidur di dalam dekapannya.


sekarang pun masih sama, zidan lebih dulu bangun dan terus menatap wajah teduh sang istri, wajah yang begitu ia rindukan, tangan nya terulur mengusap wajah itu


"sayang, bangun sholat subuh yuk"


tidak butuh waktu lama, Zaskia melenguh mendengar suara serak zidan


"jam berapa zi"


"jam 4 subuh, bangun yuk kita siap siap sholat berjamaah, sudah lama kan gak sholat di imam min aku " Zaskia Mengangguk, sesaat ia angkat tangan nya memeluk pinggang zidan, pria itu menyunggingkan senyum melihat tingkah sang istri


"sayang, ayok, kita mandi dulu"


"iyaa zii"


...


"jadi 5 tahun ini kamu di Jakarta Ki ?"


Zaskia Mengangguk dengan tangan terangkat menyendok puding susu yang ia buat, sedangkan zidan mengusap wajahnya, kemana saja ia mencari, padahal Zaskia ada di dekatnya, tapi tak pernah ia temukan jejak wanita itu


"Ya Allah, kamu ada di sekitar aku dan aku gak bisa nemuin kamu Ki" terdengar begitu parustasi pria itu berucap


"gimana kamu lewatin semua nya sendiri?"


"em ... ya gitu"


"gitu gimana, kamu pergi gitu aja dengan penyakit mematikan".


"aku kerja di salah satu rumah makan, bantu bantu cuci piring di sana, aku gak punya pilihan untuk mendapatkan uang, gak ada satupun perusahaan yang mau meneriman aku tanpa ijasah, aku kerja malam, menahan sakit di kepala, aku kira hari hari ku hanya di penuhi dengan ketakutan kematian, tapi nyatanya aku masih di kasih kesempatan untuk bertahan hingga sekarang"


Zaskia menunduk dalam, mengingat kembali 5 tahun terberat yang harus ia jalani seorang diri, zidan meraih jemari dingin sang istri untuk di genggam, telapak tangan Zaskia ia cium secara bergantian


"sudah cukup kesulitan yang harus kamu hadapi, aku janji, aku gak akan biarkan kamu ngerasain hal yang sama lagi, aku akan bahagia kan kamu dan anak kita, aku janji" zidan mengusap sudut mata sang istri yang mulai berair


"zidaan" Zaskia mendekat memeluk erat suaminya


"mafin aku karena aku kamu harus melewati semua nya sendiri"


"ga papa ko zi, aku sudah biasa hidup sendiri, semua juga agak akan kaya gini, kalo gak ada rafa"


"Rafa ?" Zidan melepaskan pelukan Zaskia, kepalanya mengingat ingat siapa pria itu


"bos ku namanya Rafa, dia yang sudah nolongin aku zi, beliau orang baik, aku jadi bingung gimana caranya bayar kebaikan dia ke aku zii" zidan mengarahkan matanya ke kanan ke kiri mengingat ingat siapa pria yang sedang di bicarakan istri nya itu, baru lah ia di ingat kan dengan seseorang yang datang bersama anak kecil menemui istrinya saat di Bandung


"jadi selama ini kamu bareng dia Ki"


"iya, beliau yang membuat aku percaya diri untuk sembuh, dia juga yang sudah membiayai semuanya, aku harus kerja biar bisa lunasi semua nya, Rafa gak minta aku buat bayar, aku cuman gak enak aja sama dia, yang sudah bantu aku"


"aku boleh cemburu gak sih sama dia"

__ADS_1


" hah cemburu?"


"Rafa ada saat kamu kesulitan, dia orang lain, tapi aku justru gak ada sat kamu butuhkan, suami macam apa aku, gak guna" Zaskia yang mengerti perasaan zidan meraih tangan kekar milik zidan, ia usap punggung tangan besar itu, pandangan mereka bertemu, Zaskia tersenyum.


"Jangan pernah bandingkan diri kamu dengan orang lain zii, kamu segalanya untuk ku, sedangkan ia menolongku karena kemanusiaan, itu pun aku tetap menganggap nya hutang, yang harus aku bayar"


"tapi ki--"


"huus udah yaa, gak usah di bahas lagi"


"Kii, anak kecil yang waktu itu menyebutkan mu ibu, apa anaknya Rafa"


"iyaa, itu anaknya Rafa"


"kenapa dia memanggil mu ibu"


"anak itu kehilangan ibunya sejak kecil, dan aku kebetulan bekerja sebagai sekertaris di sana, dan rafa terus membawa anaknya, sampai akhirnya aku sama anak itu dekat, dengan menggendong nya, aku ngerasa lagi gendong anak kita, azizah ku, kesayangan ku, bayi kecil tidak berdosa yang aku tinggal kan dan terus saja memenuhi kepalaku lima.tahun itu, dengan hadirnya Aska kecil, bisa sedikit mengobati rasa rinduku dengan nya"


"aku mau ketemu Rafa, boleh "


"ngapain zii, aku gak mau kamu cari masalah dengan nya " sungguh Zaskia takut, suaminya berbuat macam-macam dengan bosnya, secara Zaskia bisa melihat ketidak sukaan zidan pada Rafa, saat pertama kali bertemu


"aku mau ketemu bos kamu, besok" zidan bangkit dari duduknya, dengan menyunggingkan senyum jahil melihat ketakutan sang istri


"zidaan, jangan yaa" rengek Zaskia, menyusul sang suami


...


"ayah kita mau kemana?"


"ketemu teman Nya ibu"


"teman ibu?" Azizah memiringkan wajahnya,


"iyaa, teman ibu, iya kan sayang?" Zidan menaikkan satu alisnya, menatap Zaskia yang duduk sambil memangku azizah


"iya" jawab Zaskia singkat


....


"zii, Kita pulang aja yuk" Zaskia masih mencoba memohon pada zidan, tapi zidan acuh dan melangkah lebih dulu. mereka sudah berada di restoran yang sudah di sepakati


"zidaaan"


belum ada Rafa yang duduk di salah satu kursi di sana, bukan Rafa yang telat, tapi mereka yang kecepatan, memang sengaja.


"kamu mau mesan apa, sayang" zidan sibuk membuka buka buku menu tanpa tau Zaskia yang sejak tadi menatap nya dengan tatapan memohon


"sayang, Zaskia, dari tadi ngomong terus, pas ditanya kenapa diam"


"zii, jangan yaa, kita pulang aja yaa, aku gak mau ada keributan ziii"

__ADS_1


"kamu kenapa sih Ki, aku gak akan makan bos kamu itu juga ko, kamu tenang aja"


"tapi, zii"


"udah ah, kamu mau pesan apa, azizah mau nasi goreng cumi"


"iya, yah"


...


Menunggu sekitar 15 menit setelah mereka menghabiskan makanan yang tersaji, Rafa datang sendiri , zidan melambaikan tangan nya, suami istri itu berdiri menyambut baik Rafa, zidan mengulurkan tangannya lebih dulu, di sambut dengan baik Rafa, sedangkan Zaskia hanya tersenyum kikuk


"pesan dulu ... saya panggil apa nih enaknya"


"panggil Rafa saja"


"pesan dulu raf"


"kayanya saya pesan minum aja deh, sebelum ke sini sudah makan di kantor"


....


"maaf ya, Raf, sudah mengganggu waktu sibuk anda, saya yang meminta istri saya, untuk menghubungi Anda" zidan menoleh sesaat menatap Zaskia yang cuman duduk menunduk, merasa tidak nyaman


"gak papa dan, santai aja"


"saya cuman pengen ngucapin makasih banyak ke anda, karena sudah nolongin istri saya, ngejaga dia selama lima tahun ini" di raupnya oksigen, sebelum melakukan ucapan nya


"lima tahun terakhir, adalah lima tahun terberat untuk keluarga kami, ada masalah yang gak bisa kami ceritakan, tapi saya begitu bersyukur dengan hadirnya anda di hidup istri saya, anda yang sudah menolong istri saya, di saat saya gak bisa berbuat apapun untuk Nya


Zaskia menoleh menatap suaminya, Zaskia bisa merasakan getaran dari ucapannya zidan, di bawah meja, Zaskia menautkan jemarinya dengan jemari zidan, zidan menyadari kesadaran Zaskia, pandangannya mereka bertemu, Zaskia Mengangguk memberikan senyum, sedangkan pria di depannya hanya bisa mengepalkan tangannya, bukan marah melihat interaksi keduanya, hanya saja terasa sakit.


"gak papa dan, santai aja bro, kita sesama makhluk ciptaannya memang harus saling menolong, Zaskia juga sudah banyak membantu keluarganya saya"


"semua biaya yang sudah anda keluarkan dalam pengobatan Zaskia, akan saya lunasi raf"


"demi Allah, saya gak rela kalo anda ngomong kaya gitu, saya ikhlas, tulus dari lubuk hati saya, membantu Zaskia, Zaskia Wanita baik, ia pantas mendapatkan kesembuhan, apa yang saya berikan , semua titipan dari Allah untuk Zaskia, saya hanya perantara saja, melihat


Zaskia bisa berkumpul lagi dengan keluarga nya seperti sekarang, rasa sudah cukup untuk saya"


" tapi raf, saya gak en---"


"sudah, Jangan merasa tidak enak, kita ini sodara seiman, sudah selayaknya untuk saling membantu "


"apa yang harus saya lakukan untuk membalas kebaikan anda, dengan keluarga saya "


"cukup jaga Zaskia, sayangnya dia, Zaskia wanita baik, jadikan dia satu satunya untuk anda, Jangan sakit dia, Jika anda merasa tidak bisa untuk melakukan semuanya, katakan pada saya, saya yang akan melakukan semuanya " Hening sesaat, setelah Rafa berucap lantang di hadapan keduanya, Zaskia bisa merasakan, kini jemarinya lah yang di genggam begitu erat oleh sang suami, zidan mengangguk mengiyakan ucapan Rafa


"insya Allah, saya akan menjaga Zaskia, saya gak kan melukai perasaannya lagi, saya janji"


"saya akan pegang kata kata anda" ucap Rafa dengan senyuman begitu tulus

__ADS_1


__ADS_2