Bukan Kamu Yang Aku Inginkan

Bukan Kamu Yang Aku Inginkan
Kebenaran


__ADS_3

..."kamu tau apa yang paling aku takutkan? penyesalan yang di kalahkan akan kehilangan "...


^^^Zidan Fadilah^^^


"Anak kita cewek atau cowok zi"


"cewek, dia cantik seperti kamu, dia manis seperti kamu"


"sungguh?" Tidak bohong, Zaskia bahagia mendengar ucapan zidan, pria itu masih setiap memeluk istrinya


"iyaa, aku gak bohong, anak kita benar benar copy paste kamu Ki"


"biasanya wajah anak kecil akan terus berubah-ubah, bisa aja besok anak kita mirip kamu "


"hemm, Kenapa gak pernah cerita, Kenapa kamu tahan sendiri, kenapa di pendam sendiri, kenapa gak pernah bilang?"


"Cerita apa zii"


"kalo kamu sakit, kamu bahkan gak pernah berobat seperti mana Harus nya karena terkendala biaya, kenapa Ki, kenapa '


"aku gak pernah dapat ke kesempatan itu zi" zidan mengangkat wajahnya, tapi tangannya masih memeluk Zaskia, mereka saling pandang


"Kita berobat yaa, aku yakin kamu bisa sembuh, kalo perlu kita keluar negri" Zaskia menggeleng dengan senyum di wajahnya


"Gak usah zii, terlalu banyak biaya untuk itu, mending uangnya di tabung aja buat anak kita, dari pada harus ngobatin aku yang sudah sekarat ini".


Zaskia bisa merasakan air mata zidan membasahi pipinya.


"Gak, kamu pasti bisa sembuh aku yakin itu, aku akan lakukan apapun untuk kamu Ki yang penting kamu bisa sembuh"


"aku sudah telah zii, aku udah menyerah dengan sakit ini, sekarang aku bisa tenang, karena anak kita sudah lahir, kamu senang gak zii".


"jangan ngomong gitu Kii, jangaaan, kamu pasti bisa sembuh, aku akan bawa kamu berobat, aku akan bekerja lebih keras untuk keluarga kita"


Zidan merubah posisinya menjadi duduk , tangan Zaskia ia genggam erat.



"nggak usah zii, aku mau ngomong sebentar sama kamu , aku boleh minta sesuatu nggak "


"apa ki, aku akan kasih apa pun yang kamu mau "


"kamu bisa naik ke atas sini nggak, aku mau tidur di pangkuan kamu " Zidan diam enggan beranjak


"zii please " akhirnya pria itu menurut ia duduk di atas ranjang rawat sang istri, meletakkan kepala Zaskia di atas pangkuannya, Zidan mengusap wajah pucat itu, air matanya menetes mengenai wajah sang istri.


"zii, aku minta maaf yaa, aku mohon maafkan aku, ridho aku, iya aku salah , aku akui itu, aku egois nggak turutin apa kata kamu" Kiya menarik nafas dalam dadanya kian sesak, Zidan juga semakin kawatir melihatnya


"maaf yaa, sudah buat kamu kecewa, aku sudah rusak kepercayaan kamu, aku nyakitin perasaan kamu, padahal kamu selalu bimbing aku kejalan yang benar_" Kiya kesulitan untuk melanjutkan ucapannya, nafasnya tercekat, matanya menengadah.


"kiyaaa, jangan bercanda kamu" Zidan menepuk singkat wajah Kiya


"maaf yaa zi, karena tergoda dengan hal dunia aku__aku rusak kepercayaan kamu "


"Zii, aku mencintai kamu , sangat sangat mencintai kamu, aku sayang kamu zii"

__ADS_1


"mungkin aku di anggap wanita paling bodoh zi, karena tetap bertahan meski terus tersakiti secara berulang, kamu pernah nanya kan ke aku kenapa aku nggak pergi aja , kenapa aku nggak ninggalin kamu aja, jawabannya hanya satu zi, aku nggak punya rumah untuk pulang, aku cuman punya kamu--suamiku.


Zaskia menarik nafas panjang sebelum melanjutkan ucapannya.


"zii, rawat anak kita dengan baik yaa, didik dia jadi wanita Soleh seperti cita cita kita dulu, mungkin aku nggak bisa ada buat dia"


"KAMU NGOMONG APA SIH KI"


Zidan mengusap pipi Kiya yang terkena tetesan darah dari rongga hidungnya , sedangkan wanita itu sesekali menatap kosong ke depa.


"sebentar aku pa--panggil dokter dulu, h--hidung kamu berdarah Ki"


Zaskia menahan tangan zidan yang ingin beranjak.


"aku mohon--sekali ini aja dengerin aku , jangan bentak aku dulu zi, aku udah nggak tahan lama lama , biarin aku nyelesein omongan aku, sebentar aja ko"


"Aku nggak bisa liat anak kita tumbuh dewasa , aku nggak bisa lagi nyiapin keperluan kamu zi, setelah aku nggak ada carilah seseorang yang bisa menemani kamu hingga tua , yang bisa Nerima kamu juga anak kita zi,


"kamu ngomong apa sih ki, jangan Asal ngomong, aku panggil kan dokter dulu, hidung kamu terus ngeluarin darah Kii"


"Nggak usah zi, aku udah nggak ada waktu, aku ingin terus ada di pangkuan kamu di detik terakhir ku, aku mau peluk kamu boleh nggak, sebentaaar ajaa, udah lama aku nggak peluk kamu zi, aku kangen juga di peluk kamu, boleh yaa, sebentar" Kiya merangkul pinggang suaminya, matanya ia tutup, bibirnya membentuk senyum,


keduanya diam hanyut akan pikiran masing-masing.


"zi ada kan laci telat aku nyimpan barang barang di dalam kamar" zidan mengangguk


"di sana ada flashdisk, kamu buka yaa , itu untuk. kamu sama anak kita, kenang kenangan dari aku untuk Kalian "


zidan mengangguk ia palingankan wajahnya, tidak sanggup menatap wajah Zaskia di hadapannya.


"zii liat aku, kamu jijik kah sama aku , sampai memalingkan wajah seperti itu" dengan mata yang berkaca-kaca Zidan memberanikan diri menatap Zidan.


"sejak kapan kalo berhubungan, apa anak yang wanita itu kandungan juga anak kamu zii?_


Zidan menggeleng, tangannya kembali terulur Merapikan rambut Zaskia yang keluar dari kerudung.


"bukan itu bukan anak aku, aku sama dia juga gak ada hubungan apa apa, Hanya karena janji aku sudah membuat kamu melahirkan di bulan yang tidak seharusnya karena melihat aku dengan nya"


"Kamu ingat Azam?"


"Azam?"


"iya Azam sahabat ku waktu SMA "


"iyaa zi aku ingat, Azam yang gak pernah Suka liat aku dekat sama kamu, karena aku ***** di mata dia" Zaskia tersenyum sedikit tertawa di akhir.


"uussh, jangan ngomong kaya gitu, kamu bukan *****, kamu istirahat aku, ibu anak aku"


"apa hubungan Azam dengan wanita itu"


.


'wanita itu istri sah Azam, kejadiannya waktu aku pulang ke Indonesia ngurus surat pindah kita "


flashback on

__ADS_1


Hari itu Zidan menjenguk Azam yang di rawat di rumah sakit, sudah satu Minggu pria itu di rawat di sana, dan kebetulan Zidan Pulang ke Indonesia, Zidan membawa makanan yang biasa mereka beli saat sekolah untuk Azam walaupun Azam tidak akan bisa memakan nya.


Di ruangan Azam , duduk seorang wanita cantik dengan mata teduh sambil terus memegangi tangan suaminya.


"Assalamualaikum "


"waalaikumsallam "


"Azam yang tadi menutup mata kini mata itu terbuka perlahan mendengar suara yang ia kenali.


"zi---zidan"


"iya zam ini gue"


"Lo kemana aja dan , gue udah seminggu di sini, dan Lo baru datang jenguk gue"


"maaf, ada masalah di rumah, jadi gak bisa jenguk Lo"


"gimana kabar Lo"


"ya Lo nilai aja sendiri dan"


lama zidan di sana, banyak yang mereka bicarakan, mengenang masa lalu salah satunya , sampai akhirnya ia berpamitan untuk Pulang


"Zidan gue boleh minta sesuatu gak sama Lo"


"apaa gue pasti akan kasih selagi gue bisa kasih"


"Nikahin alesha" alesha dan zidan kompak berdiri, mata mereka sama sama melongo


"Ehh lo ngomong apa ZAM"


"mass azaaam" lirih wanita itu.


"Gue gak akan bisa terus ada buat dia dan, umur gue gak panjang, gue gak bisa ninggalin dia gini aja"


"Gue yakin Lo bakal sembuh dan, gue yakin"


Azam menggeleng lemah, sekuat tenaga ia genggam tangan sang istri.


"Aku gak akan bisa ada untuk dia dan, gue mohon jagain dia setelah gue pergi, Gue percaya sama Lo dan"


"maaf zam gue gak bisa, gue punya istri, gue punya Zaskia, gue sayang sama dia, gak akan ada wanita yang mau berbagi suaminya dengan wanita lain apapun alasannya, gue juga bukan Fahri, hanya karena ingin menolong seorang wanita yang hampir bunuh diri, Fahri menikahi wanita itu dan melukai perasaan istrinya, maaf zam gue gak bisa, gue udah banyak nyakitin istri gue, dan gue gak mau semakin buat dia sakit karena permintaan gila Lo"


"Gue pergi ZAM, gue yakin Lo bisa sembuh, assalamualaikum


"dannn-- Zidan, dengerin dulu, kalo Lo gak bisa nikahin dia please gue mohon jaga dia untuk gue , setidaknya sampai dia menemukan seseorang, yang tepat menjadi pengganti gue, alesha sama kaya Zaskia, dia gak punya siapapun dia cuman punya gue, dan gue percaya Lo orang yang tepat, gue mohon jaga dia dan dan anak gue, gue mohon "


alesha tidak dapat membendung air matanya, ia juga tidak dapat melakukan apapun selain mendengarkan, sedangkan zidan mengangguk, satu Minggu setelah kejadian itu, Azam menghembuskan nafas terakhirnya, dan zidan berjanji akan menjaga alesha, seperti ia menjaga istri nya


flashback off


"Maaf, karena aku salah, aku mengira kamu selingkuh"


"a--aku yang harusnya minta maaf bukan kamu Ki, walaupun kami gak ada hubungan apa-apa, tapi tetap saja itu buat kamu sakit"

__ADS_1


"zidaan" Zaskia mencium tangan zidan berulang


"maaf zii, maaf, kamu begitu menjaga perasaan aku, tapi aku selalu aja buat kamu kecewa, kamu selalu ada buat aku, tapi aku selalu aja nyakitin kamu maaf"


__ADS_2