Bukan Kamu Yang Aku Inginkan

Bukan Kamu Yang Aku Inginkan
pelukan


__ADS_3

..."' Kau tidak perlu memilih antara aku dan dia, karena aku yang akan putuskan, jika akulah yang akan mengalah"...


Zaskia dan zidan masih berada di parkiran taman bermain, Zaskia menunduk dengan tangan yang saling terpaut, sedangkan zidan tidak sama sekali mengalihkan pandangannya pada Zaskia.


"pulang dengan ku sekarang" ucap zidan tegas


"ee--engak, aku gak mau, aku pergi sekarang, aku akan mengurus semuanya kamu tinggal tanda tangan aja" pergelangan tangan wanita itu di cekal kasar oleh zidan, cukup kuat pria itu meremas pergelangan tangan Zaskia, sampai wanita itu Meringis menahan sakit.


"lepas... sakiiitt"


Zidan menarik Zaskia Hingga tidak tersisa jarak di antara mereka dengan posisi Zaskia yang membelakangi nya


"aku gak akan mau pisah dengan mu" ucap zidan tepat di belakang Zaskia, zidan memeluk Zaskia dari belakang, ia melepaskan cengkraman tangan Zaskia, pergelangan tangan itu masih terasa perih karena ulah zidan, Zaskia mengusap pergelangan tangannya yang nampak kemerahan di sana.


Zidan meletakkan dagunya di atas bahu Zaskia


"aku kangen banget sama kamu Ki, teganya kamu justru minta kita berpisah, Lima tahun aku habiskan dalam hukuman, apa kamu belum puas menyiksa aku selama ini, apa belum cukup balas dendam kamu ke aku selama lima tahun kepergian kamu, tegangannya kamu datang hanya untuk meminta cerai dari ku"


"iyaa, aku salah selama ini, aku minta maaf, aku yang selalu meminta mu untuk pergi, tapii..., aku sendiri gak pernah bisa kehilangan kamu Kii, gak akan pernah bisa"


Zaskia bisa merasakan air mata pria itu membasahi baju menembus kulit pundaknya


"jangan yaa, please... jangan minta cerai lagi yaa, aku mohon kita mulai lagi dari awal sama sama, kamu tau Azizah sudah hapal 10 jus...Ki, anak kita tumbuh menjadi penghafal Al-Qur'an, seperti cita cita kita "


"kita pulang yaa, kita ketemu ayah sama bunda, mereka kangen banget sama kamu"


"maaf, aku gak bisa, aku gak mau ada di antara kamu dengan nya "


"aku kan sudah bilang Kii, dia itu Alesha, bukan siyapa siyapa aku, dia itu----" lagi lagi ucapan zidan terhalang akan panggilan seseorang


"mamah" teriak anak kecil laki laki seumuran azizah, Azam, Azam berlari menghampiri Zaskia yang masih berada di pelukan zidan, Zidan menyeringai bingung pada anak kecil yang memanggil istrinya dengan sebutan ibu itu, di belakang anak kecil itu, Rafa berjalan dengan tangan terkepal melihat zidan yang masih memeluk Zaskia, Zaskia tidak pernah menutupi status nya, yang masih seorang istri sah dari zidan Fadillah.


Zidan melepas pelukannya karena azam sudah merengek minta di gendong, anak kecil itu bergelantungan di kaki Zaskia


"mamah?" gumam zidan dalam hati


Zaskia merubah posisinya menjadi berjongkok agar mudah menggendong anak kecil yang ternyata sudah menangis itu


"kenapa menangis, sayang?"

__ADS_1


"Azzam nyariin mamah"


"maaf yaa, kita pulang yaa"


"dia siapa Ki ?" Zidan menatap Zaskia dengan tatapan menyeramkan, melihat anak kecil bersikap manja pada istrinya saja, zidan tidak suka, di tambah ada pria yang ikut mendekat


"perkenalan saya Rafa, ayah dari Azzam" Rafa memperkenalkan diri dengan raut wajah dingin.


Zaskia merasakan situasi yang tidak nyaman sekarang, entah perasaan nya saja atau itu memang benar.


"maaf pak, saya tadi ketemu anak saya yang kepisah sama tantenya, sampai lupa tujuan kita kemari"


"gak papa ki"


"Zaskia dia siapa" pertanyaan zidan terkesan menekan ucapannya, lebih mengintimidasi


"Namanya Rafa, atasan ku, dia juga yang sudah menolongku di saat aku berada di keadaan terpuruk, saat aku terlunta-lunta seorang diri di jalan mencari pekerjaan untuk bertahan hidup, beliau yang siap memberikan aku pekerjaan agar aku bisa makan, beliau juga yang sudah membantu aku untuk sembuh" jelas naera panjang lebar


"jadi ini alasan kamu meminta cerai dari ku, iyaa ?"


Zaskia menggeleng, ia tidak menyangka zidan bisa serendah itu menuduhnya yang tidak tidak


"SAMPAI KAPAN PUN AKU GAK AKAN PERNAH MENCERAIKAN KAMU ZASKIAAAA" teriakan zidan tidak membuat Zaskia berbalik, tapi tidak bohong hatinya sakit, Zaskia hampir saja luluh dengan bujukan zidan saat pria itu memeluknya, berbisik lirih di belakangnya, tapi lebih sakit lagi saat zidan menuduhnya yang tidak tidak, Zaskia datang baik baik, ia ingin menyelesaikan semuanya dengan baik, tapi respon zidan justru sebaliknya.


"Zaskia, kamu ga papa"


"ii--iya pak, saya gak papa" Tidak seperti yang zidan pikirkan, Zaskia dan Rafa tidak datang ketempat itu hanya bertiga dengan Azzam, tapi ada suster yang merawat Azzam juga, pagi tadi Azzam merengek minta di ajak bermain, tapi ia ingin Zaskia ikut juga, Zaskia jelas menolak, ia tau posisinya ia tau jika ia masilah sah istri orang, dan Zaskia tau adabnya bersama pria, jadi Rafa juga mengajak suster Azzam ikut bersama mereka, kebetulan di hari yang sama azizah juga ada di sana bersama zila.


Zidan memukuli setir mobil yang tidak bersalah, ia menyalurkan rasa marahnya pada benda mati itu.


"ZASKIAAA, aku gak akan biarkan kamu pergi lagi dari hidup ku Ki,.gak akan pernah, kamu akan terus menjadi istri ku sampai kapan pun" lirih pria itu di ikuti Isak tangis yang begitu pilu.


....


"Abang mbak KIA mana bang" Zila dan Daffa celengak celenguk mencari Zaskia yang tidak ikut pulang bersama Abangnya, yang mereka lihat Hanya zidan yang masuk dengan mata memerah.


"Abang mbak KIA mana" zila kembali mengulang ucapannya, tapi lagi lagi zidan bungkam, mendengar suara mobil, Azizah yang berada di kamar Aska berlari keluar kegirangan, ia juga mengira ibunya ikut pulang bersama sang ayah


"ibuuuk" teriak Azizah dari atas

__ADS_1


semakin terluka lah hati zidan melihat anaknya, apa yang harus ia katakan pada Azizah, Jika ibunya menolak untuk pulang


"i--ibu mana yah" azizah yang berdiri di depan pintu kembali masuk, karena tidak melihat sosok ibunya di mana pun


"aa--ayah ibu mana" zidan menggendong tubuh anaknya yang mulai berkaca-kaca karena tidak menemukan ibunya


Zidan merapikan rambut anaknya, dengan berusaha mempertahankan senyuman di wajahnya


"ibu belum bisa ikut pulang bareng kita nak, tapi ayah janji akan bawa ikut pulang"


"a--ayaah" gadis kecil itu kecewa akan ketidak hadiran ibunya, ia ingin di peluk lagi , sejak tadi Azizah menunggu kepulangan sang ayah bersama ibunya.


"aa--abang, mbak Kiya?" Zidan hanya menatap sekilas wajah adiknya yang mulai cemas, ia turunkan azizah dari gendongan nya


"sayang, main sama bang Aska dulu ya, ayah capek mau istirahat" zidan berlalu tanpa mau menjelaskan apapun, tubuh tegap itu berjalan lunglai dengan kedua bahu tidak lagi terlihat tegap dan gagah.


di dalam kamar, zidan duduk di tepi ranjang, tangannya meremas kasur dengan kuat, seprai yang terpasang bahkan hampir lepas dari posisi nya


sedangkan di luar zila semakin di buat kawatir dengan kondisi keluarga abangnya, wajah zidan saat masuk tadi sudah jelas menggambarkan sesuatu yang tidak pernah mereka inginkan


"sayang, tenanglah"


"gimana aku mau tenang, mas, kamu lihat sendiri kan gimana keadaan Abang ku setelah bertemu mbak Kiya, bukannya bahagia justru Abang semakin terpuruk saja, kamu ngerti yang aku maksud kan mas"


"iya sayang iyaa, aku ngerti, tapi kita gak bisa menyimpulkan apapun sekarang, sebelum zidan sendiri yang mengatakan, yang ada kamu yang terkena dampaknya karena kawatir berlebihan "


zila mengangguk paham, yang di maksud suaminya


...


Sama halnya dengan zidan, Zaskia yang baru saja Tiba di rumahnya duduk di pinggir ranjang dengan menatap bingkai foto zidan di atas nakas nya


ia raih benda itu, Zaskia mengusap wajah tampan zidan di sana


"kenapa kamu jadi kurus banget zii, kamu gak sakit kan, tubuh tegap mu kenapa berubah, mata tegas mu pun berubah sayu, kamu gak papa kan zii ?"


"aku hanya tidak ingin berbagi cinta dengan nya zii, aku gak bisa berbagi orang yang aku sayangi dengan wanita lain, aku gak mau zii, gak Mau, lebih baik aku yang pergi "


"aku mencintaimu zii, dan akan terus seperti itu, aku menyayangimu dan akan terus selamanya, kamu pria pertama dan terakhir yang mengisi dan mewarnai hidupku, sampai kapan pun itu"

__ADS_1


...


__ADS_2