Bukan Kamu Yang Aku Inginkan

Bukan Kamu Yang Aku Inginkan
Ibu pengganti


__ADS_3

"ayah hari ini jadi kerumah Tante zila kan"


"iya nak, ini ayah lagi siapin barang kamu "


"yeyeeye, ketemu Tante zila" Azizah berlari kesana kemari, memutari kamarnya, terlihat zidan menyunggingkan senyum melihat tingkah menggemaskan sang putri


Azizah dan zila memiliki ikatan lebih dari sekedar ponakan dan Tante, zila menjadi ibu susu pengganti untuk Azizah, karena usia anaknya dan Azizah hanya berjarak satu tahun, Azizah sudah menganggap zila seperti ibunya sendiri, dengan datang ke rumah zila adalah hal yang sangat di nantikan Azizah.


"zah, ini di bawa gak"


Zidan menenteng satu boneka berwarna hijau


"emm, iyaa yah, yang itu juga" zizah menunjuk satu boneka berwarna merah muda di samping sang ayah


"ini juga ayah, sama yang ini, ah satu lagi, ini juga " Zidan membolakan matanya seakan terkejut dengan tingkah anaknya


"sayang, kita mau nginep bukan mau pindah rumah nak" Azizah menggoyang goyangkan badannya salah tingkah, dengan boneka berwarna putih di tangannya


"Ya udah ayah yang warna pink gak usah di bawa, tapi bawa boneka Barbie yang ayah beli kemaren aja"


Zidan akhirnya pasrah, asalkan putrinya bahagia


mereka hanya menginap satu hari, tapi Azizah membawa satu koper isi barangnya sendiri, bukan pakai an isinya melainkan mainan dan boneka berbagai macam


"sini dulu , ayah mau benerin kerudungnya dulu"


"anak ayah cantik banget masyaallah, sudah pintar, cantik, penurut, dan sedikit manja" Zidan menyunggingkan senyum dengan tangan yang sibuk merapikan rambut anaknya yang keluar dari hijabnya


"zizah mirip ibu kan yah?"


"iyaa, zizah mirip ibu, cantik"


"ayaaah"!!!


"iya, sayang nya ayah Kenapa nak?


"Kenapa sih ibu pergi ninggalin kita yah?'


Zidan menurunkan tangannya dari atas kepala sang putri, pria itu menunduk dalam, pertanyaan yang Selalu ia hindari dari sang anak, bingung seperti apa menjelaskan pada putrinya mengenai Zaskia yang pergi karena sikapnya


"ayaaah"!!!


"i--iya, sayang"


"kenapa ibu pergi yah, kenapa ibu gak tinggal bareng kita aja di rumah, Zizah kangen ibu, kata teman teman zizah kalo ibu Zizah---s--sudah di panggil sama tuhan" kadis kecil itu menunduk dalam, zidan menggenggam jemari kecil Azizah


"nak, gak boleh ngomong gitu ya sayang, ibu masih ada ko, ibu cuman pergi sebentar"


"kalo ibu belum meninggal Kenapa ibu pergi ninggalin kita, ibu sudah gak sayang kita lagi yah, ibu gak cinta sama Zizah yaa, ibu ga suka sama zizah yaa, sampai kita di tinggal gini"


"Azizah" tegur Zidan, tidak dengan nada membentak, Hanya saja terlihat jelas tekanan di setiap kalimatnya


"maaf" Azizah pergi meninggalkan zidan, pria itu mengusap wajahnya kasar, ia tau ada yang salah dari ucapannya tadi,

__ADS_1


"zizah, nak" zizah Tidak peduli dan tetap berlari keluar


gadis kecil itu masuk ke dalam kamar ayahnya, bingkai foto di atas nakas ia ambil, zizah duduk di tepi ranjang, mengusap foto Zaskia yang terlihat begitu cantik di bingkai foto itu


"ibuu, zha kangen sama ibu, zha mau sama ibu, zha mau di antar ke sekolah sama ibu, zha juga mau kaya teman teman zha, setiap hari di antar ibunya, zha mau main ke taman sama ibu, zha mau ibu temani zha menghapal " Azizah kembali menangis, di peluknya erat bingkai foto itu


"ibuu " lirih gadis Malang itu


Zidan ikut duduk di samping putrinya, meraih tubuh kecil itu kedalam dekapannya


....


Di sepanjang jalan, mobil yang biasanya riuh dengan cerita atau lantunan ayat suci Al-Quran dari Azizah,kini keadaan nya Berbeda, mobil itu senyap, Azizah lebih memilih terus memandang ke arah luar sepanjang jalan


mungkin masih kesal dengan ayahnya tadi


"zizah mau beli sesuatu gak nak ?"


Azizah menggeleng


"mau beli permen kapas?"


gadis kecil itu kembali menggeleng


"mau beli pentol bakar kesukaan zizah"


"ayah, zizah gak mau apa apa, zizah mau ketemu Tante zila aja"


Zidan mengerti perasaan anaknya sekarang, zidan tidak marah sedikitpun dengan sikap anaknya


..


Assalamualaikum" ucap zidan sambil menggendong anaknya


tidak butuh waktu lama pintu rumah adiknya sudah terbuka


"waalaikumsallam" Daffa yang membuka pintu, Daffa menjabat tangan iparnya, ia juga membantu zidan membawa barang bawaannya


"masuk dan, zila di dapur kayanya gak denger makanya gak keluar" zidan mengekor di belakang Daffa


"Tante zilaa, zha kangen" Zizah merentangkan tangannya pada zila yang baru saja keluar dari dapur, zila tersenyum dan mengambil alih zizah dari gendongan Abang nya


"Tante juga kangen banget sama zha, anak Tante yang cantik ini" zila mencium mi pipi ponakannya gemas


"banyak banget bawaannya mau nginap seminggu yaa" zila tersenyum girang, ia senang tentu jelas , zidan dengan kesibukannya kesulitan membuat Zizah bertemu dengan nya, ini kali pertama setelah 2 bulan mereka bertemu, zila pun kesulitan berkunjung ke rumah abangnya, karena Daffa yang juga sibuk.


"itu semua isinya cuman boneka Zil, baju cuman ada 2 pasang doang" zidan mendudukkan bokongnya di samping Daffa


"masyaallah anak Tante lucunya, Tante sudah kesenangan di kira mau nginep seminggu, eh taunya cuman sehari doang"


"ayah bilang besok udah harus pulang Tante , ayah juga gak ngizinin zha nginep sendiri"


"ya udah gak papa, zha duduk sama ayah dulu yaa, Tante mau siapin makan siang dulu" zizah mengangguk dan turun dari gendongan zila

__ADS_1


"Tante aska mana"


"Aska main bola nak di lapangan depan, paling sebentar lagi pulang"


...


"makan yang banyak nak" zila menyendok nasi ke piring zizah, setelah nya pada anaknya sendiri


"aska juga makan yang banyak "


"mamah Aska gak suka makan sayur" Aska menggerutu karena zila meletakan sayur di piringnya


"sayur itu sehat nak, Aska perlu sayur biar kuat "


"tapi Asia gak suka maah"


"Aksa" tegur Daffa


mendengar teguran ayahnya Aska diam, terpaksa memakan sayur yang ada di piringnya, Aska memang sangat di manja ibunya, jadilah tidak ada takut nya sedikit pun, beda dengan Daffa, Daffa tegas pada anaknya


"Abang juga makan banyak, Abang kurus banget"


"Iyaa" Jawab zidan seadanya


...


Aska , putra zila dan Daffa, juga menghapal Al-Qur'an, Kaka adik itu sama sama mendidik anak mereka menjadi penghafal Al-Qur'an, seperti cita-cita mereka


Aska dan Azizah berada di kamar Aska untuk saling jaga hapalan, sedangkan para orang tua duduk di ruang tamu, menikmati secangkir teh hangat


Zidan meletakkan teh hijau setelah menyeruput tehnya


"Abang, gimana?"


"gimana apanya Zil?"


"Abang sama mbak KIA?"


"maksut pertanyaan kamu gimana sih Zil, Abang bingung, ya Abang , tetap bareng kia sampai sekarang"


"Abang, ini sudah lima tahun loo bang, sudah Lima tahun mbak KIA pergi, lima tahun bukan waktu yang singkat Loh bang, kita sudah mencari kesana kemari mencari mbak Kiya, tapi tak sedikit pun kita temukan jejak mbak KIA"


"Abang"


Zidan menyenderkan tubuhnya ke punggung kursi, memijat pelipisnya yang tiba tiba berdenyut


"Abang perlu pendamping, Abang perlu seseorang di sisi Abang sebagai penguat, lihat keadaan Abang sekarang , gak ke urus kaya gini, ayah sama bunda juga ikut sedih melihat keadaan Abang, zizah juga perlu kasih saya seorang ibu bang"


"Zil" zidan menatap dalam wajah adik nya


"sudah yaa, jangan bahas ini lagi, Abang capek banget Zil, Abang akan terus mencari Zaskia, walaupun pada akhirnya Abang hanya menemukan namanya yang tertulis di batu nisan" zidan berhenti sesaat, terlalu berat melanjutkan ucapannya


"Abang" zila jadi merasa bersalah karena menginginkan kembali Abangnya tentang masalah itu

__ADS_1


"ziil, Abang gak pernah nyerah mencari istri Abang , dimana pun dan kapan pun, Abang percaya, zizah pasti akan mengerti suatu hari nanti, sampai kapan pun zila gak akan mencari pengganti Zaskia di hidup Abang "


"Abang" zila memeluk Abang merasa bersalah membuat Abangnya sedih


__ADS_2