Bukan Kamu Yang Aku Inginkan

Bukan Kamu Yang Aku Inginkan
Sepatu bayi


__ADS_3

"assalamualaikum mas"


"iya kenapa sha"


"hari ini kamu sibuk nggak"


"nggak juga sih paling sore dah balik, kenapa "


"emm, bisa minta tolong nggak mas"


"apa, kalo aku bisa pasti aku tolongin "


"temani aku belanja lahiran nanti jam 2 mas, mbak ati sakit, aku nggak tega kalo harus ngajak dia"


"iyaa nanti aku yang antar kamu belanja jam dua kan?"


"iya mas"


"sudah dulu ya sha, aku mau masuk kelas "


"iya mas makasih"


"emm"


...


Di rumah, Kiya sudah sejak tadi menunggu kepulangan zidan tapi pria itu belum juga datang. Kiya juga sudah rapi dengan pakaian syar'i yang melekat di tubuhnya.


"ISS zidan mana sih, sudah mau jam tiga, apa dia lupa atau__masih di kampus, di telpon juga gak di angkat "


pada akhirnya Kiya menyerah menunggu zidan, di raihnya slime bag di atas nakas, Kiya juga merapikan kembali pakaiannya yang mulai kusut akibat kelamaan menunggu sang suami yang tak kunjung pulang.


Kiya berdecak kesal sebelum benar-benar meninggalkan rumah.


...


"Mas ayoo"


"sebentar aku lagi nyari baju untuk Zaskia"


"ooh"


"kamu duduk aja dulu atau kamu bisa duluan ke sana , nanti aku nyusul kamu"


"aku nunggu kamu di sini aja deh'


alesha sedikit pengap, ia duduk dan mengusap perut besarnya, kandungan alesha lebih tua dua bulan dari Zaskia, bulan ini merupakan bulan ke sembilan untuk kandungan nya, makanya ia meminta Zidan menemaninya berbelanja keperluan lahiran.


"kamu capek yaa sha"


Zidan masih asik memilih baju yang cocok untuk sang istri.


"sedikit mas, di bulan ke sembilan ini emang capek cakep nya, mudah pengap, baru aja masuk dah pengap aja akunya"


Zidan menyinggung kan senyum mendengar ucapan wanita itu.

__ADS_1


"kamu yang sabar aja sha, nikmat setelah melahirkan pasti akan jauh lebih indah dari ini"


"kamu benar mas, aku sudah gak sabar pengen gendong dia"


"sha menurut kamu ini cocok gak untuk Zaskia"


Zidan mengangkat satu baju syar'i berwarna hitam, sederhana begitu nyaman saat di kenakan.


"aku gak tau mas, aku juga gak pernah liat Zaskia itu seperti apa"


"Zaskia itu lebih pendek dari kamu, badannya juga lebih kecil" Jelas Zidan


"bagus ko itu mas, adem juga kainnya "


alesha menyunggingkan senyum terpaksa, Jika boleh jujur , alesha cemburu dengan Kiya, wanita itu selalu mendapat kan perhatian suaminya, ia cemburu sangat cemburu, jika boleh alesha ingin bilang ke Zidan jika ia juga menginginkan perhatian itu, tapi alesha sadar diri posisinya di hidup Zidan seperti apa.


...


"bayinya sehat, posisinya juga bagus, sudah masuk usia ke tujuh bulan, kalo bisa lebih banyak olahraga ya Bu"


"iyaa dok"


"ini obat nya ibu bisa tebus di apotik yaa"


"makasih dok, kalo gitu saya pamit "


"iyaa"


... selesai membeli obat, Kiya ingin menghirup udara segar sebentar, zidan sering mengajaknya jalan-jalan, tapi hari ini Kiya ingin pergi sendiri sebelum pulang, tidak ada salahnya juga sekali kali ia menghabiskan waktunya sendiri, Kiya juga kesal dengan zidan yang melupakan janjinya tanpa kabar, pria itu sudah berjanji akan mengantarnya periksa kandungan sekarang, tapi Kemana pria itu__kabarnya pun tidak Kiya dapatkan.


Kiya masuk ke dalam toko yang menyediakan berbagai macam pakaian bayi, Kiya tidak ingin beli apapun, hanya suka saja melihat pakaian kecil itu berjajar rapi di dalam lemari, sepatu sepatu kecil pasti terlihat begitu mungil jika sudah di kenakan, perlengkapan mandi bayi, Kiya begitu menikmati pemandangan di depannya.


"aduh jadi pengen kan" akhirnya Kiya membawa sepatu itu ke kasir untuk di bayar, Kiya tidak tahan melihat godaan kelucuan sepatu bayi itu.


"makasih mbak " Kiya hanya mengangguk menimpali, ia juga tersenyum ramah.


Kiya tidak ingin berlama-lama berada di dalam toko itu, bisa bisa ia jadi kalap, tadi aja Kiya hanya berencana melihat lihat tapi justru membeli sepatu seharga satu gamis untuknya.


"gak ah, Zidan gak akan marah aku kan beli untuk anaknya juga" dari jauh Kiya melihat seseorang yang ia kenali, Kiya berjalan perlahan lebih dekat untuk memastikan jika ia tidak salah


benar itu adik iparnya dengan suaminya.


"mbak Kiya"


"zila" kedua wanita itu berpelukan melepas rindu


"mbak Kiya sendiri, abang zidan mana mbak"


"Abang kamu masih di kampus, mbak tadi dari kontrol kandungan, eh malah keterusan ke sini"


"ooh, aku kira Abang zidan lagi berleha-leha di rumah"


"enggak Zil, kamu kebiasaan deh"


keduanya terkekeh kecil, emang Kiya sudah paham betul seberapa dekat nya adik ipar dengan sang suami, Kiya juga tau suaminya itu begitu memanjakan sang adik tapi zidan juga suka menjahilinya, tidak heran juga Kiya__dengan zila yang suka berprasangka tidak baik pada Abangnya itu

__ADS_1


"mbak mau pulang atau mau masih jalan, kalo mau pulang biar kita antar sekalian "


"enggak usah Zil, mbak masih mau mutar mutar"


"ya udah mbak kalo gitu kita jalan duluan yaa, Kesian azha di tinggal lama"


"iya zil, kalian hati hati yaa, jangan ngebut"


"iya mbak, mbak juga hati hati"


"iyaaa"


...


"masih ada yang mau di beli nggak sha"


"kayanya udah cukup deh mas"


"kamu mau langsung pulang atau mau ketempat lain"


"Kita ke dokter bentar ya mas, aku mau liat kondisi bayi ku"


"iyaa "


pria itu berhenti sejenak ia kembali mengulang apa yang alesha ucapkan.


"astaghfirullah, ya Allah "


'kenapa mas"


"astaga aku lupa, hari ini jadwal Kiya kontrol, astagaa, ko bisa lupa yaa" pria itu baru sadar dengan janjinya, harusnya ia sedang bersama sang istri, bukannya bersama wanita lain


"ya udah mas, kita pulang aja , kesian Kiya kalo kelamaan nunggu kamu"


"kamu nggak papa kan ke dokter nya sendiri"


"iyaa nggak papa ko"


"makasih ya sha sudah mau mengerti kesulitan ku"


"iyaa mas, aku yang harusnya berterima kasih, karena mas selalu ada saat aku butuh mas"


keduanya saling melempar senyum, tanpa mereka sadari ada wanita yang sudah hancur perasaannya melihat kedekatan mereka berdua, ia_kiya berdiri tidak jauh dari mereka, hatinya bagaikan di tikam dengan pedang begitu panjang hingga menembus ke luar, sakit __sungguh sakit, melihat dengan mata kepala sendiri suami yang begitu ia kasihi ternyata sedang berjalan berdua dengan wanita lain, sampai lupa akan janji untuk menemani, kini Kiya tau alasan suaminya tidak pulang, kenapa Kiya bisa melupakan kenyataan itu, pasokan oksigen seakan menghilang dari sekitar Kiya , Kiya semakin berjalan maju, dua insan itu bahkan masih tidak menyadari ke hadirannya.


Zidan melemas melihat Kiya yang sudah ada di depan matanya, wanita itu tersenyum hangat seperti biasanya, tapi zidan bisa melihat betapa terlukanya wanita di hadapannya itu, alesha yang tidak mengenali Zaskia, membalas senyuman manis Zaskia.


Kiya melewati mereka begitu saja, tidak melakukan hal yang ada di pikiran zidan, pria itu berbalik melihat sang istri, sudah terduduk di lantas, punggungnya bergetar, zidan tau wanita itu sedang menangis.


"sha kamu jalan pulang sendiri gak papa kan"


"hah pulang sendiri, kamu nggak bisa antar aku sampai ke klinik mas"


Zidan menggeleng, belanja bawaan ia serahkan pada alesha.


"kamu pulang yaa"

__ADS_1


wanita itu pasrah, ia kembali melanjutkan langkahnya sendiri "


^^^..."kalian tim happy ending atau sad ending"...^^^


__ADS_2